Polisi Umumkan Hasil Investigasi Kematian Fajar Sahrudin di GBK
Polisi mengumumkan hasil penyelidikan awal mengenai kematian Fajar Sahrudin, seorang pegawai honorer di Gedung Olahraga Bung Karno (GBK). Fajar ditemukan tewas di lokasi kerjanya pada Rabu (6/9) lalu dalam kondisi tidak sadarkan diri di ruang pendingin AC. Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, polisi menyatakan telah menemukan cairan yang dicurigai sebagai penyebab kematian korban.
Penemuan Cairan Misterius
Kepala Unit Reskrim Polsek Setiabudi Kompol Iwan Kurniawan mengatakan tim penyidik telah menemukan cairan berwarna bening di dalam botol minum milik korban. "Kami menemukan botol minum yang masih tersisa berisi cairan tak dikenal. Laboratorium forensik sedang menganalisis komposisi cairan tersebut untuk menentukan apakah ini penyebab kematian," ujar Iwan saat konferensi pers di Mapolsek Setiabudi, Kamis (7/9).
Polisi juga menyita beberapa barang bukti lain dari lokasi kejadian, termasuk botol minum kosong, handphone milik korban, dan seragam dinas yang dikenakan Fajar saat kejadian. Barang-barang ini telah dikirim ke Laboratorium Forensik Mabes Polri untuk dianalisis lebih lanjut.
Kronologi Kematian Fajar Sahrudin
Menurut keterangan saksi, Fajar Sahrudin tiba di GBK pada pukul 07.00 WIB untuk memulai shift kerjanya sebagai petugas kebersihan. Sekitar pukul 09.30 WIB, rekan kerja Fajar menemukannya tidak sadarkan diri di dalam ruang pendingin AC bagian basement gedung.
"Rekan korban sempat mencoba membangunkan namun tidak ada respons. Fajar langsung dilarikan ke RS Medika Permata Hijau namun dinyatakan meninggal dunia pada pukul 11.00 WIB," jelas Iwan.
Polisi menyatakan tidak ada tanda-tanda paksaan pada tubuh korban. Namun, pada bagian mulut dan hidung korban terdapat sedikit cairan berbusa. "Kondisi ini menjadi salah satu indikasi yang kami perhatikan. Kami masih menunggu hasil lab untuk menentukan penyebab pasti kematian," tambahnya.
Tekanan Kerja Jadi Sorotan
Keluarga korban menyatakan kaget dengan insiden yang menimpa Fajar. "Fajar adalah orang yang baik dan selalu tepat waktu dalam bekerja. Kami tidak tahu apa yang terjadi padanya," ucap saudara korban, Ahmad Sodik, saat ditemui di kediamannya.
Keluarga juga mengungkapkan bahwa Fajar memiliki riwayat tekanan kerja yang cukup tinggi. "Dia sering bekerja lembur dan terlihat kelelahan. Tapi dia selalu bilang tidak apa-apa," tuturnya.
Humas GBK, Budi Santoso, mengaku akan memberikan dukungan penuh kepada keluarga korban. "Kami sedang bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk mengungkap kejadian ini. Selain itu, kami juga akan membantu biaya pemakaman dan memberikan santunan kepada keluarga korban," ujar Budi.
Pemeriksaan Saksi dan Korban Saksi
Sejauh ini, polisi telah memeriksa 10 saksi, termasuk rekan kerja korban, atasan langsung, dan beberapa petugas keamanan GBK. "Kami masih mengumpulkan keterangan dari berbagai saksi untuk membangun skenario kejadian yang lengkap," jelas Iwan.
Polisi juga telah memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi kejadian. Namun, hingga saat ini belum ada gambar jelas yang menunjukkan kej mencurigakan. "Rekaman menunjukkan korban masuk ke ruang pendingin sendirian dan tidak ada orang lain yang masuk setelahnya," kata Iwan.
Penyelidikan Masih Berlangsung
Kepala Polsek Setiabudi, Kompol Eko Purnomo, menegaskan bahwa penyelidikan masih berlangsung. "Kami masih terbuka untuk semua kemungkinan, mulai dari kecelakaan kerja hingga tindakan pidana. Hasil lab forensik akan menjadi kunci dalam menentukan arah penyelidikan ini," ujarnya.
Ia meminta masyarakat tidak tergesa-gesa membuat asumsi sebelum ada hasil resmi dari pihak kepolisian. "Kami akan terus bekerja keras untuk mengungkap kebenaran di balik kematian Fajar Sahrudin," pungkas Eko.
Insiden ini telah menimbulkan kecemasan di kalangan pegawai honorer GBK. Beberapa di antaranya meminta keamanan dan kesehatan kerja yang lebih baik. "Kami bekerja di lingkungan yang sama dan khawatir akan hal serupa terjadi kepada kami," ujar salah sepegawai yang meminta namanya tidak disebutkan.
Komentar (0)