19, 2026
Nasional

Pindah Markas dan Ganti Nama Klub, Java United dan Isenmulang Kalteng FC Kena Sanksi Minus 2 Poin di BRI Super League

Tania Sari
Tania Sari Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Java United dan Isenmulang Kalteng FC Diusir dari BRI Super League

PT Liga Indonesia Baru (LIB) mengumumkan sanksi berat bagi dua klub yang mengalami perubahan markas dan nama di tengah kompetisi BRI Super League. Java United FC dan Isenmulang Kalteng FC masing-masing dikenai sanksi pengurangan 2 poin akibat perpindahan markas klub yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Keputusan tersebut diumumkan oleh PT LIB melalui siar resmi yang diterbitkan pada Rabu (15/11). Dalam pernyataan resminya, PT LIB menjelaskan bahwa kedua klub telah melanggar Pasal 18 ayat (1) dan Pasal 19 ayat (1) dari Statuta dan Peraturan Peserta BRI Super League 2023-2024 yang mengatur tentang perubahan markas dan nama klub.

Alasan Sanksi dari PT LIB

Menurut PT LIB, perpindahan markas klub di tengah kompetisi berdampak negatif pada kelancaran jadwal pertandingan. "Perpindahan markas klub tanpa persetujuan tertulis dari PT LIB dan tim penyelenggara BRI Super League melanguti aturan yang telah disepakati sebelum kompetisi dimulai," ujar Sekretaris Jenderal PT LIB, Ahmad Hadian Rambe dalam siaran persnya.

Sanksi pengurangan 2 poin ini diberikan sebagai bentuk teguran administratif agar klub-klub lain tidak mengikuti jejak Java United dan Isenmulang Kalteng FC. PT LIB menegaskan bahwa setiap perubahan strategis klub seperti perpindahan markas atau perubahan nama harus dilakukan sebelum musim kompetisi dimulai dan melalui prosedur yang telah ditetapkan.

Dampak pada Kedua Klub

Java United yang sebelumnya bermarkas di Surabaya dan bermain di Stadion Gelora Bung Tomo, kini resmi berpindah ke Jakarta dan menggunakan Stadion Madya Jakarta sebagai markas baru. Sementara itu, Isenmulang Kalteng FC yang sebelumnya menggunakan Stadion Tuah Pahoe di Palangka Raya, memutuskan untuk pindah ke Jakarta dan menggunakan Stadion IKADA sebagai markasnya.

Dengan dikenainya sanksi pengurangan 2 poin, posisi Java United dan Isenmulang Kalteng FC di klasemen sementara BRI Super League semakin terancam. Java United yang sebelumnya berada di posisi 12 dengan 15 poin, kini hanya memiliki 13 poin. Sementara itu, Isenmulang Kalteng FC yang berada di posisi 14 dengan 12 poin, kini hanya memiliki 10 poin.

Kedua klub masih memiliki kesempatan untuk mengajukan banding atas keputusan sanksi tersebut sesuai dengan mekanisme yang telah ditetapkan oleh PT LIB. Namun, jika banding ditolak, sanksi pengurangan 2 poin ini akan tetap berlaku hingga akhir kompetisi BRI Super League 2023-2024.

Respon dari Klub yang Terkena Sanksi

Manajemen Java United FC mengaku kecewa dengan keputusan PT LIB namun akan tetap mematuhi aturan yang berlaku. "Kami menghormati keputusan PT LIB meskipun tentu saja kami kecewa. Kami berharap kedepannya komunikasi antara klub dengan penyelenggara bisa lebih baik sehingga hal seperti ini tidak terulang lagi," ujar CEO Java United FC, Rudi Irawan.

Sementara itu, manajemen Isenmulang Kalteng FC menegaskan bahwa perpindahan markas dilakukan karena pertimbangan ekonomi dan infrastruktur yang lebih baik. "Kami memahami aturannya, namun kami juga harus mempertimbangkan kelangsungan hidup klub. Kami berharap PT LIB bisa lebih fleksibel dalam menilai kasus kami," kata Direktur Operasional Isenmulang Kalteng FC, Budi Santoso.

Reaksi dari Publik dan Ahli Sepak Bola

Keputusan PT LIB ini mendapat beragam respons dari publik dan praktisi sepak bola Indonesia. Beberapa pihak mendukung sanksi yang diberikan sebagai bentuk penegakan disiplin dan regulasi. "Aturan harus ditegakkan agar kompetisi berjalan fair dan tidak ada yang merasa dirugikan," ujar mantan pemain timnas Indonesia, Elie Aiboy.

Sementara itu, ada juga pihak yang menganggap PT LIB seharusnya memberikan toleransi atau solusi alternatif bagi klub yang mengalami kesulitan. "Mungkin PT LIB bisa memberikan sanksi yang lebih ringan atau membantu klub mencari solusi agar mereka tetap bisa berkompetisi dengan baik," kata analis sepak bola, Ferry Rotinsulu.

Tinjauan Ulang Regulasi Kompetisi

Kasus Java United dan Isenmulang Kalteng FC ini memicu diskusi tentang perlunya tinjauan ulang regulasi mengenai perubahan strategis klub di tengah kompetisi. PT LIB mengakui bahwa regulasi saat ini memang perlu disempurnakan agar lebih responsif terhadap dinamika yang terjadi di lapangan.

Dengan sanksi ini, PT LIB berharap dapat menjadi pelajaran bagi seluruh peserta BRI Super League untuk lebih mematuhi aturan yang telah ditetapkan. Kompetisi BRI Super League sendiri akan berlanjut dengan jadwal yang telah direncanakan, dan PT LIB berjanji akan terus melakukan monitoring agar semua berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Tania Sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter