Pertamina Tingkatkan Jumlah Nozzle BBM Subsidi di 12 SPBU Makassar
Perusahaan Minyak dan Gas Bumi Indonesia (Pertamina) telah melakukan penambahan jumlah nozzle (selang pengisian) untuk BBM bersubsidi di 12 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Makassar. Langkah ini dilakukan guna memperlancar distribusi dan mempercepat proses pengisian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi bagi masyarakat.
Kepala Humas Pertamina Wilayah Sulawesi Selatan, Andi Pangerang, mengatakan bahwa penambahan nozzle ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam meningkatkan pelayanan kepada konsumen. "Kami memahami bahwa antrean panjang di SPBU sering menjadi masalah bagi masyarakat, terutama saat mendekati hari libur atau saat ada lonjakan permintaan," ujar Andi pada wartawan, Kamis (15/9).
Menurut Andi, setiap SPBU yang menjadi sasaran penambahan nozzle tersebut telah dipilih berdasarkan analisis tingkat kebutuhan dan volume transaksi harian. "Kami melakukan survei terlebih dahulu untuk mengetahui SPBU mana yang memiliki peminat BBM subsidi tertinggi dan sering mengalami antrian panjang. Setelah melihat data tersebut, kami menentukan 12 titik yang menjadi prioritas untuk penambalan nozzle," jelasnya.
Target dan Penempatan Nozzle Baru
Dari 12 SPBU yang ditargetkan, tujuh di antaranya telah dilakukan penambahan nozzle hingga saat ini. Lima SPBU lainnya sedang dalam proses pemasangan dan diharapkan dapat selesai dalam waktu dekat. "Target kami adalah setiap SPBU yang menjadi prioritas memiliki minimal dua nozzle khusus untuk BBM subsidi," tambah Andi.
SPBU yang telah menerima penambahan nozzle di antaranya adalah SPBU Jalan AP Pettarani, SPBU Jalan Sultan Hasanuddin, SPBU Jalan Raya Ujung Pandang, SPBU Jalan Dempo, SPBU Jalan Yos Sudarso, SPBU Jalan Urip Sumoharjo, dan SPBU Jalan Veteran. "Pemasangan nozzle ini dilakukan secara bertahap agar tidak mengganggu operasional SPBU dan tetap memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan," jelasnya.
Tanggapan Positif dari Masyarakat
Penambahan nozzle ini mendapat respons positif dari masyarakat pengguna BBM subsidi. Ahmad, salah satu warga yang rutin mengisi BBM di SPBU Jalan AP Pettarani, mengaku merasa terbantu dengan adanya penambahan nozzle tersebut. "Sebelumnya, antrean di sini sangat panjang, terutama pada jam-jam sibuk. Sekarang dengan adanya dua nozzle khusus untuk BBM subsidi, antreannya lebih singkat dan proses pengisiannya lebih cepat," ujarnya.
Sementara itu, Ibu Siti, pengguna BBM subsidi di SPBU Jalan Sultan Hasanuddin, menambahkan bahwa penambahan nozzle ini juga membantu para pengendara sepeda motor yang mayoritas menggunakan BBM subsidi. "Dulu sering sekali antrean memakan waktu 30-40 menit, sekarang dengan dua nozzle, waktu tunggu bisa dipercepat hingga setengahnya," katanya.
Mekanisme Pengawasan Ketat
Untuk memastikan BBM subsidi tidak disalahgunakan, Pertamina menerapkan mekanisme pengawasan yang ketat. Setiap nozzle khusus untuk BBM subsidi dilengkapi dengan stiker khusus dan dilengkapi dengan sistem otomatis yang dapat membatasi jumlah pengisian sesuai dengan ketentuan berlaku.
"Kami juga melibatkan tim pengawas dari Pertamina dan aparat keamanan di setiap SPBU untuk memastikan hanya kendaraan yang berhak mendapatkan BBM subsidi yang mengisi di nozzle khusus ini. Jika ada kendaraan yang tidak memenuhi syarat tetapi mencoba mengisi di nozzle subsidi, maka akan kami tindak tegas sesuai dengan aturan yang berlaku," tegas Andi.
Target Penyelesaian Akhir Tahun
Pertamina menargetkan seluruh penambahan nozzle di 12 SPBU di Makassar dapat terselesaikan sebelum akhir tahun 2023. "Kami akan terus memantau dan mengevaluasi kinerja setiap SPBU untuk menentukan apakah masih diperlukan penambahan nozzle lagi di titik-titik lain," ujar Andi.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Pertamina dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat sekaligus menjaga kelancaran distribusi BBM subsidi yang merupakan hak setiap warga negara. "Kami berharap dengan adanya penambahan nozzle ini, masyarakat dapat merasakan kemudahan dalam mengakses BBM subsidi tanpa harus mengalami antrean yang panjang," tutupnya.
Komentar (0)