01, 2026
Teknologi

Penyebab Inflasi Agustus 0,21%: Harga Beras, Ayam dan Cabai Makin Mahal

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan inflasi Agustus 2026 sebesar 0,21% secara bulanan (month-to-month/mtm)]]>

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Penyebab Inflasi Agustus 0,21%: Harga Beras, Ayam dan Cabai Makin Mahal

Inflasi Agustus Tetap Terkendali di Angka 0,21%

Inflasi di Indonesia pada Agustus 2023 tercatat sebesar 0,21%, menunjukkan pertumbuhan harga yang tetap terkendali meskipun beberapa komoditas pokok mengalami peningkatan harga. Angka ini konsisten dengan tren inflasi yang terjadi sebelumnya dan menunjukkan stabilitas ekonomi yang relatif baik di tengah tantangan global.

Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi bulan Agustus dipengaruhi oleh kenaikan harga beberapa komoditas pangan, terutama beras, ayam, dan cabai. Komoditas-komoditas ini menjadi faktor utama yang mendorong inflasi meskipun dampaknya dibatasi oleh stabilitas harga pada komoditas lainnya.

Kenaikan Harga Pangan Utama

Beras menjadi komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap inflasi Agustus. Harga beras di pasaran mengalami kenaikan rata-rata 2,53% secara nasional. Kenaikan ini dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk musim tanam yang belum optimal dan beberapa daerah mengalami kekeringan yang memengaruhi produksi. Selain itu, permintaan beras tetap tinggi menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri yang akan datang.

Ayam ras juga menunjukkan kenaikan harga signifikan sebesar 1,87% pada bulan Agustus. Kenaikan ini disebabkan oleh peningkatan biaya produksi, terutama terkait pakan ternak yang harganya mengalami fluktuasi. Selain itu, beberapa wilayah di Indonesia mengalami wabah penyakit pada ternak ayam yang memengaruhi pasokan ke pasar.

Cabai merah menjadi komoditas lain yang mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, yaitu sebesar 3,21%. Kenaikan harga cabai dipengaruhi oleh faktor musim, di mana beberapa daerah penghasil cabai utama mengalami cuaca ekstrem yang mengganggu panen. Selain itu, permintaan cabai tetap tinggi seiring dengan peningkatan aktivitas rumah tangga dan sektor food service.

Faktor Penekan Inflasi

Meskipun beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan harga, inflasi secara keseluruhan tetap terkendali berkat adanya komoditas lain yang menekan harga. Harga sayuran segar misalnya, mengalami penurunan rata-rata 1,45% berkat pasokan yang melimpah dari daerah-daerah penghasil sayuran. Selain itu, harga minyak goreng juga stabil, dengan kenaikan yang sangat minimal sebesar 0,12%.

Sektor transportasi juga berkontribusi dalam menekan inflasi. Harga tiket pesawat dan transportasi umum mengalami penurunan seiring dengan penyesuaian harga setelah masa liburan panjang. Kenaikan harga BBM yang telah dikelola melalui subsidi juga membantu menjaga stabilitas harga sektor transportasi.

Proyeksi Inflasi Tahunan

Dengan inflasi bulanan Agustus sebesar 0,21%, inflasi tahunan (year on year/YoY) pada Agustus 2023 tercatat sebesar 3,28%. Angka ini masih dalam target inflasi yang ditetapkan pemerintah sebesar 2,5% hingga 4,5% untuk tahun 2023.

Ekonomi dari Bank Indonesia menilai bahwa inflasi tetap terkendali dengan baik. Kebijakan moneter yang tetap hati-hati dan koordinasi antara pemerintah dan bank sentral menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga. BI terus memantau perkembangan harga komoditas global dan domestik untuk mengantisipasi potensi tekanan inflasi di masa depan.

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Perekonomian juga berupaya menjaga stabilitas harga pangan melalui berbagai program. Salah satunya adalah program Operasi Pasar yang menjamin ketersediaan dan harga komoditas pangan pokok di pasar. Selain itu, pemerintah juga terus mendorong peningkatan produksi dalam negeri untuk mengurangi ketergantungan pada impor.

Tantangan di Masa Depan

Meskipun inflasi Agustus terkendali, beberapa tantangan masih berpotensi menekan stabilitas harga di bulan-bulan mendatang. Musim penghujan yang akan datang berpotensi mengganggu pasokan beberapa komoditas pertanian. Selain itu, volatilitas harga komoditas global terutama pangan dan energi juga perlu diwaspadai.

Pemerintah dan Bank Indonesia tetap komitmen menjaga stabilitas ekonomi dan inflasi. Berbagai kebijakan akan diambil untuk memastikan bahwa inflasi tetap dalam target yang telah ditetapkan dan tidak memberikan dampak buruk pada daya beli masyarakat khususnya kelompok rentan.

Seiring dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, diharapkan ekonomi Indonesia dapat tetap tumbuh dengan stabil dan inflasi dapat terkendali hingga akhir tahun 2023. Peningkatan koordinasi antar-lembaga dan kebijakan yang tepat menjadi kunci dalam mencapai target tersebut.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter