Penumpang KM Virgo Selamat: Tak Ada Alarm, Kapal Miring Cepat Lalu Tenggelam
Tragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Virgo di perairan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku, pada Sabtu (23/7/2023) mengejutkan dunia pelayaran Indonesia. Kapal penumpang yang membawa 30 orang awak dan 56 penumpang itu tenggelam secara cepat di perairan Pulau Pombo, sehingga tidak ada waktu bagi awak kapal untuk mengaktifkan alarm darurat. Semua korban berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat yang sedang melaut saat kejadian.
Menurut keterangan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, Budi Santoso, KM Virgo tenggelam sekitar pukul 09.30 WIT. Kapal yang berlayar dari Pelabuhan Amahai ke Pulau Pombo itu tiba-tiba miring dengan sudut sangat curam dan akhirnya tenggelam dalam waktu singkat.
Kejadian Berlangsung Cepat
"Kita mendapat laporan bahwa KM Virgo tenggelam sekitar pukul 09.30 WIT. Kapal itu berlayar dari Amahai menuju Pulau Pombo. Saat tiba di perairan Pulau Pombo, kapal tiba-tiba miring dengan sudut sangat curam dan tenggelam dalam waktu singkat," kata Budi dalam konferensi pers di Kantor Basarnas Ambon.
Menurutnya, karena tenggelamnya yang sangat cepat, tidak ada waktu bagi awak kapal untuk mengaktifkan alarm darurat atau memberikan peringatan kepada penumpang. "Proses tenggelamnya terlalu cepat sehingga tidak ada alarm yang berbunyi. Penumpang dan awak kapal pun langsung terjun ke laut," ujar Budi.
Evakuasi Massal oleh Nelayan Lokal
Keberuntungan bagi para korban adalah adanya sekelompok nelayan setempat yang sedang melaut di dekat lokasi kejadian. Mereka segera melakukan evakuasi massal untuk menyelamatkan penumpang dan awak kapal yang tenggelap di laut.
"Korban langsung diselamatkan oleh nelayan setempat yang sedang melaut di dekat lokasi. Mereka menggunakan perahu nelayan untuk mengangkut korban ke darat. Alhamdulillah, semua korban berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," jelas Budi.
Setelah diselamatkan, para korba langsung dibawa ke Puskesmas Pombo untuk mendapatkan pertolongan kesehatan. Sebagian korban mengalami luka ringan akibat terkena puing-puing kapal dan kelelahan, namun tidak ada korban yang mengalami luka serius.
Investigasi Dimulai
Pihak Basarnas Ambon sudah mulai melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab tenggelamnya KM Virgo. Tim investigasi akan memeriksa keterlibatan awak kapal, kondisi kapal saat berlayar, dan faktor cuaca yang mungkin berpengaruh.
"Kami sudah mengambil keterangan dari saksi mata, yaitu para penumpang dan awak kapal yang selamat. Kami juga akan memeriksa kondisi cuaca saat kejadian dan kondisi teknis kapal. Untuk sementara, kami belum bisa menentukan penyebab pasti tenggelamnya KM Virko," kata Budi.
KM Virgo merupakan kapal penumpang jenis wooden ship dengan panjang sekitar 30 meter dan lebar 8 meter. Kapal ini melayani rute perjalanan antar Pulau Seram dan Pulau Pombo. Kapal memiliki kapasitas maksimal 100 penumpang, namun saat kejadian hanya membawa 86 orang (30 awak dan 56 penumpang).
Kondisi Cuaca Buruk Diduga Memicu Tragedi
Berdasarkan keterangan dari awak kapal yang selamat, cuaca di perairan Pulau Pombo pada saat kejadian sedang buruk. Angin kencang dan gelombang setinggi 2-3 meter diduga menjadi pemicu utama tenggelamnya KM Virgo.
"Menurut keterangan awak kapal, saat berlayar di perairan Pulau Pombo, cuaca tiba-tiba buruk. Angin kencang dan gelombang besar menerjang kapal sehingga membuat kapal miring dengan sudut curam dan akhirnya tenggelam," jelas Budi.
Pihak Basarnas mengimbau kepada seluruh pelaku usaha pelayaran untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar. Selain itu, kapal juga harus dilengkapi dengan alat keselamatan yang lengkap dan dalam kondisi siap pakai.
Respon Pemerintah Daerah
Gubernur Maluku, Murad Ismail, menyatakan duka cita atas kejadian tenggelamnya KM Virgo. Ia memerintahkan pihak terkait untuk segera melakukan evakuasi dan penanganan korban.
"Kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada nelayan setempat yang telah membantu menyelamatkan korban. Semoga kejadian ini tidak terulang kembali di masa depan," ujar Murad.
Pemerintah Daerah Maluku juga membentuk tim khusus untuk memantau kondisi pelayaran di wilayahnya, terutama selama musim angin barat yang sering melanda wilayah tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Maluku, Muhammad Arsyad, mengatakan pihaknya akan memeriksa semua kapal yang beroperasi di wilayahnya untuk memastikan keselamatan pelayaran.
"Kami akan melakukan inspeksi mendadak terhadap seluruh kapal yang beroperasi di wilayah Maluku. Tujuannya adalah untuk memastikan semua kapal memenuhi standar keselamatan pelayaran," kata Arsyad.
Komentar (0)