Pertemuan Koalisi Pendukung di Kyiv
KYIV — Para pemimpin negara pendukung Ukraina menggelar pertemuan Koalisi yang Bersedia (Coalition of the Willing) di ibu kota Ukraina, Kyiv, di tengah eskalasi perang yang kian mematikan. Pertemuan itu dipimpin bersama oleh para pemimpin Inggris, Prancis, dan Jerman, serta menjadi ajang koordinasi dukungan militer, finansial, dan kemanusiaan bagi Ukraina.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham tiba di Kyiv untuk kunjungan internasional pertamanya sejak menjabat. Sejumlah pemimpin negara lain dijadwalkan mengikuti pertemuan secara daring dari jarak jauh. Presiden Dewan Eropa, Antonio Costa, juga dijadwalkan hadir di Kyiv pada pembahasan yang digelar di tengah situasi keamanan paling kritis sejak tahun-tahun awal perang. Kehadiran para pemimpin itu menjadi sinyal kuat bahwa dukungan Barat terhadap Ukraina belum surut meski konflik telah berlangsung lebih dari empat tahun.
Serangan Rudal Rusia Tewaskan Puluhan Warga
Pertemuan itu berlangsung di tengah gelombang serangan terbaru Rusia yang menelan banyak korban jiwa. Dalam beberapa pekan terakhir, Rusia menggempur Kyiv dengan rudal balistik, merobek bangunan-bangunan apartemen, dan menewaskan puluhan warga ibu kota.
Eskalasi serangan Rusia mendorong jumlah korban tewas warga sipil ke level tertinggi sejak bulan-bulan awal invasi pada 2022. Hampir setiap kali serangan terjadi, puluhan ribu warga berhamburan berlindung di stasiun-stasiun metro Kyiv, sementara banyak lainnya memadati ruang bawah tanah dan tempat perlindungan lain di berbagai penjuru kota.
Setelah nyaris setiap serangan, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan permohonan publik agar negara-negara sekutu segera menambah pasokan sistem pertahanan udara. Permintaan itu muncul di tengah kekhawatiran bahwa persediaan pertahanan udara Ukraina semakin menipis menghadapi gempuran rudal Rusia yang bertubi-tubi.
Ukraina Balas dengan Serangan ke Gudang Logistik
Menjelang pertemuan, Ukraina terus melancarkan kampanye serangan terhadap lokasi-lokasi logistik Rusia. Kali ini, sejumlah gudang milik raksasa e-commerce Ozon menjadi sasaran. Ozon melaporkan kebakaran pada Senin pagi di gudang-gudangnya di Krasnodar dan Makhachkala, keduanya di Rusia bagian selatan. Perusahaan itu juga menyebut situs-situs di Adygeysk dan Nevinnomyssk dievakuasi karena ancaman serangan drone.
Di sisi lain, otoritas Rusia menyatakan puing-puing serangan drone Ukraina menewaskan dua anak-anak dan melukai sembilan orang lainnya.
Hari Kemerdekaan di Tengah Perang
Senin ini Ukraina merayakan hari kemerdekaan yang sekaligus menandai tepat empat setengah tahun sejak Rusia menginvasi negara itu pada 24 Februari 2022. Perayaan tahun ini berlangsung di bawah ancaman serangan udara yang nyaris tak henti.
“Rusia seharusnya tidak ragu dengan tekad kami,” ujar Burnham dalam pernyataan sebelum tiba di Kyiv. “Kami tidak akan mundur sampai tercapai perdamaian yang adil dan abadi.”
Poin Penting Pertemuan
- Pertemuan Koalisi yang Bersedia dipimpin bersama Inggris, Prancis, dan Jerman di Kyiv.
- PM Inggris Andy Burnham menjalani kunjungan internasional pertamanya di Kyiv.
- Serangan rudal balistik Rusia menewaskan puluhan warga sipil dan memicu krisis pertahanan udara.
- Ukraina membalas dengan menghantam gudang logistik Ozon di Rusia selatan.
- Ukraina merayakan hari kemerdekaan di tengah perang yang memasuki tahun kelima.
Relevansi bagi Kalimantan Tengah
Bagi warga Kalimantan Tengah, konflik yang terus memanas ini bukan sekadar kabar dari belahan dunia lain. Perang yang berkepanjangan ikut mengguncang rantai pasok pangan dan energi global, sehingga warga di Palangka Raya hingga kabupaten-kabupaten di provinsi ini perlu mewaspadai potensi gejolak harga kebutuhan pokok dan bahan bakar. Pada saat yang sama, eskalasi ini kembali mengingatkan bahwa stabilitas internasional turut menentukan ketenangan hidup sehari-hari masyarakat, termasuk di daerah pedalaman Kalimantan.
Komentar (0)