17, 2026
Nasional

Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda Masuk Hari Ke-6

Reza Setiawan
Reza Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda Masuk Hari Ke-6

Pencarian jurnalis Handi Pratama yang dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda memasuki hari keenam pada Rabu (15/11). Tim SAR gabungan terus melaksanakan operasi pencarian dengan memperluas area pencarian dan meningkatkan alat deteksi yang digunakan. Handi, yang bekerja untuk salah satu stasiun televisi nasional, sedang dalam perjalanan menuju Jakarta dari Lampung menggunakan kapal cepat ketika hilang kontak pada Minggu (12/11) lalu.

Kronologi Peristiwa

Berdasarkan informasi yang diperoleh, Handi Pratama berangkat dari Pelabuhan Bakauheni, Lampung, pada Minggu pagi sekitar pukul 08.00 WIB dengan menggunakan kapal cepat jenis fast boat bernama "Bahari Express". Kapal ini dijadwalkan tiba di Pelabuhan Merak, Banten, sekitar pukul 11.00 WIB. Namun, sejak pukul 10.30 WIB, komunikasi dengan kapal terputus secara tiba-tiba.

Menurut keterangan Kapten Pelabuhan Merak, Surya, kapal Bahari Express membawa 25 penumpang dan 3 awak kapal. "Kapal terakhir kali tercatat berada di perairan Selat Sunda sekitar 10 mil dari Pelabuhan Merak. Setelah itu, tidak ada lagi laporan dari kapal tersebut," ujar Surya dalam konferensi pers di kantor pelabuhan.

Upaya Pencarian Berlanjut

Tim SAR gabungan yang terdiri dari TNI AL, Basarnas, Polri, serta unsur nelayan setempat terus melakukan pencarian. "Kami sudah memperluas area pencarian hingga 50 mil dari titik terakhir kali kapal terdeteksi. Saat ini kita menggunakan dua kapal patroli TNI AL dan satu pesawat CN-295 untuk pengintaungan dari udara," jelas Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Basarnas, Jhoni Marco.

Pencarian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca yang tidak menentu di Selat Sunda. Area tersebut dikenal memiliki arus laut yang cukup deras dan gelombang yang dapat berubah secara cepat. "Kami memantau perkembangan cuaca setiap jam. Saat ini kondisi cuaca relatif baik, namun tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat mempersulit operasi pencarian," tambah Marco.

Keluarga dan Rekan Kerja Terus Berdoa

Keluarga Handi Pratama yang sudah tiba di Pelabuhan Merak sejak Senin (13/11) terus menanti kabar baik. Istri Handi, Rina Dewi, mengungkapkan kecemasan namun tetap bersikap positif. "Kami yakin Handi akan ditemukan dengan selamat. Kami terus berdoa dan meminta doa kepada semua pihak," ucap Rina sambil menangis.

Rekan kerja Handi di stasiun televisi tempatnya bekerja juga turut hadir di lokasi pencarian. "Handi adalah seorang jurnalis yang profesional dan sangat dihormati. Ia sedang menyelesaikan proyek dokumentasi tentang kehidupan nelayan di Selat Suka. Kami berharap dia bisa kembali segera," kata Kepala Bagian Redaksi stasiun televisi tersebut, Ahmad Fauzi.

Tantangan dalam Pencarian

Kepala Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Eko Purwanto, mengakui bahwa pencarian di perairan Selat Sunda menantang. "Kita berhadapan dengan beberapa tantangan, yakni arus laut yang deras, kedalaman perairan yang bervariasi, serta minimnya sinyal komunikasi di area tersebut," jelas Eko.

Ia menjelaskan bahwa tim SAR menggunakan sonar untuk mendeteksi objek di dasar laut namun hingga k belum ada temuan signifikan. "Kita juga meminta bantuan nelayan setempat yang mengenal kondisi perairan di sana. Mereka memberikan informasi tentang lokasi yang mungkin menjadi tempat kapal berlabuh jika mengalami masalah," tambahnya.

Koordinasi Antar Instansi Ditingkatkan

Untuk mempercepat pencarian, koordinasi antar instansi terkait ditingkatkan. "Kita melakukan rapat koordinasi setiap tiga jam sekali untuk menyampaikan perkembangan pencarian dan merumuskan strategi selanjutnya. Kami juga meminta dukungan dari pihak terkait seperti Dishub untuk menginformasikan kepada masyarakat tentang kapal yang hilang," ujar Kepala Kantor Wilayah Basarnas Banten, Hendra Gunawan.

Sejauh ini, pihak berwenang belum bisa memastikan penyebab hilang kontak kapal Bahari Express. Beberapa kemungkinan masih dibahas, mulai dari kondisi cuaca buruk, kerusakan mesin, hingga masalah teknis komunikasi. "Kita tetap berharap untuk menemukan kapal dan seluruh penumpang dengan selamat. Semoga operasi pencarian ini segera memberikan hasil positif," tutup Hendra Gunawan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Reza Setiawan

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter