Pencarian 5 Wartawan Hilang Kontak Liput Anak Krakatau Belum Berbuah Hasil
Pihak kepolisian terus melakukan upaya pencarian lima wartawan yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan liputan di Gunung Anak Krakatau, Selasa (3/9). Tim SAR gabungan dari berbagai instansi terus melaksanakan operasi pencarian namun hingga kini belum berhasil menemukan korban.
Kepala Bidang Humas Polda Banten Kombes Pol Edy Sumardi mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan pos antemortem untuk mengumpulkan data-data penting mengenai lima wartawan yang hilang tersebut. "Kami sudah menyiapkan pos antemortem untuk mengumpulkan data-data penting tentang korban. Ini penting untuk membantu proses identifikasi nantinya," ujar Edy Sumardi dalam konferensi pers, Rabu (4/9).
Identitas Korban
Lima wartawan yang dilaporkan hilang kontak adalah Muhammad Reza (fotografer), Dwi Putra (wartawan), Rizki Pratama (video grapher), Ahmad Fauzi (pembawa acara), dan Siti Nurhaliza (produser). Mereka bekerja untuk sebuah stasiun televisi swasta dan sedang meliput aktivitas vulkanik di Gunung Anak Krakatau.
Korban terakhir kali diketahui berada di area pesisir Pulau Rakata, sekitar pukul 14.00 WIB pada Selasa (3/9). Setelah itu, komunikasi dengan korban terputus tanpa jejak. Tim SAR yang terdiri dari personel Polri, Basarnas, TNI, dan BPBD segera diterjunkan untuk melakukan pencarian.
Upaya Pencarian
Tim SAR telah melakukan pencarian di darat, laut, dan udara. Di darat, tim melakukan patroli di sekitar area pesisir Pulau Rakata dan sekitarnya. Sementara di laut, beberapa kapal patroli dari Basarnas dan Polri melakukan pemindaian wilayah perairan sekitar Anak Krakatau.
"Kami menggunakan beberapa metode dalam pencarian ini. Mulai dari visual observation, penggunaan alat sinyal, hingga penggunaan drone untuk memantau area yang sulit dijangkau," jelas Edy Sumardi.
Sementara di udara, tim SAR menggunakan pesawat terbang dan helikopter untuk melakukan pemantauan dari atas. Namun hingga kini, belum ada penemuan mengenai lokasi keberadaan korban.
Kondisi Gunung Anak Krakatau
Gunung Anak Krakatau yang menjadi lokasi liputan korban dikenal sebagai gunung berapi aktif. Berdasarkan data dari PVMBG, aktivitas vulkanik di gunung ini masih tinggi dengan tingkat bahaya level II (waspada).
Komitmen Lanjutkan Pencarian
Pihak kepolisian berkomitmen untuk terus melakukan pencarian hingga korban ditemukan. "Kami tidak akan berhenti sebelum korban ditemukan. Semua sumber daya yang dimiliki akan kami maksimalkan untuk mencari mereka," tegas Edy Sumardi.
Selain itu, pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar area Anak Krakatau untuk membantu memberikan informasi apabila melihat adanya kejanggalan atau penemuan yang mencurigakan.
Kondisi Terkini
Hingga Kamis (5/9) pukul 18.00 WIB, pencarian masih terus berlangsung. Tim SAR telah memperluas area pencarian hingga ke perairan lepas pantai dan beberapa pulau sekitarnya.
Keluarga korban yang masih menunggu di rumah juga terus mendukung upaya pencarian. Mereka memohon doa dan dukungan dari masyarakat agar korban dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat.
Komentar (0)