02, 2026
Nasional

Pemprov DKI Salurkan Bantuan Modal Rp 48 M ke 167 Pedagang Pasar Kramat Jati

Rano optimistis dukungan permodalan tersebut dapat meningkatkan kapasitas pelaku UMKM di Pasar Induk Kramat Jati]]>

Lestari Saputra
Lestari Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pemprov DKI Salurkan Bantuan Modal Rp 48 M ke 167 Pedagang Pasar Kramat Jati

Pemprov DKI Salurkan Bantuan Modal Rp 48 Miliar ke 167 Pedagang Pasar Kramat Jati

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyalurkan bantuan modal sebesar Rp 48 miliar kepada 167 pedagang di Pasar Kramat Jati. Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memulihkan kondisi ekonomi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak pandemi COVID-19.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DKI Jakarta, Iman Rachman, menjelaskan bahwa bantuan ini disalurkan dalam bentuk modal kerja tanpa bunga. "Kami memberikan bantuan modal kepada para pedagang pasar tradisional yang terdampak pandemi. Dana ini diharapkan dapat membantu mereka memulihkan usaha dan meningkatkan kualitas produk," ujar Iman saat dihubungi, Jumat (12/11).

Target dan Mekanisme Penyaluran

Menurut Iman, total 167 pedagang di Pasar Kramat Jati menjadi penerima manfaat dalam program ini. Setiap pedagang menerima bantuan modal antara Rp 200 juta hingga Rp 500 juta, tergantung dari skala usaha dan kebutuhan yang diajukan. "Kami telah melalui proses verifikasi yang ketat untuk memastikan bahwa bantuan benar-benar disalurkan kepada para pedagang yang membutuhkan," jelasnya.

Mekanisme penyaluran bantuan dilakukan melalui dua tahap. Pertama, pedagang mengajukan proposal usaha kepada pemerintah daerah. Kemudian, tim verifikasi dari Disperindag akan mengevaluasi proposal tersebut untuk menentukan jumlah bantuan yang akan diberikan. Setelah proposal disetujui, bantuan akan disalurkan secara bertahap.

Iman menambahkan bahwa selain bantuan modal, pemerintah juga memberikan pelatihan kewirausahaan dan manajemen usaha kepada para penerima bantuan. "Kami ingin tidak hanya memberikan modal, tetapi juga membekali mereka dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan usaha mereka ke depannya," ungkapnya.

Dampak bagi Pedagang

Salah satu penerima bantuan, Siti Aminah (45), pedagang sayuran di Pasar Kramat Jati, mengaku sangat bersyukat atas bantuan yang diterima. "Sejak pandemi, usaha saya sering merugi karena penurunan jumlah pembeli. Dengan bantuan ini, saya bisa membeli stok sayuran lebih banyak dan mengganti peralatan usaha yang sudah rusak," ujar Siti.

Ia berharap dengan bantuan modal, usahanya dapat semakin berkembang dan memberikan keuntungan lebih. "Saya berencana untuk memperluas jenis sayuran yang dijual dan mencari supplier dengan harga lebih murah. Dengan begitu, saya bisa menjual dengan harga lebih terjangkau bagi konsumen," tambahnya.

Sementara itu, Hidayat (52), pedagang daging di pasar yang sama, mengaku bantuan modal sangat membantu dalam mengembangkan usahanya. "Sebelumnya, modal kerja saya sering terbatas sehingga stok daging yang bisa saya jual tidak banyak. Dengan bantuan ini, saya bisa menambah stok dan membeli mesin penggiling daging baru untuk memudahkan proses kerja," jelasnya.

Program Lanjutan

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DKI Jakarta, Edy Suwardy, menyatakan bahwa program bantuan modal ini merupakan bagian dari program yang lebih besar. "Selain Pasar Kramat Jati, kami juga akan menyalurkan bantuan serupa ke pasar-pasar tradisional lainnya di Jakarta. Target kami tahun ini adalah 1.000 pedagang di 10 pasar yang tersebar di lima kota administrasi," ujar Edy.

Ia menjelaskan bahwa kriteria pemilihan pasar dan pedagang penerima bantuan berdasarkan beberapa faktor, antara tingkat dampak pandemi, skala usaha, dan potensi pengembangan. "Kami akan berkoordinasi dengan kelompok usaha koperasi dan asosiasi pedagang di setiap pasar untuk menentukan penerima yang tepat," tambahnya.

Edy menegaskan bahwa pemerintah komitmen untuk membantu pemulihan ekonomi UMKM di Jakarta. "UMKM adalah tulang punggung ekonomi Jakarta. Oleh karena itu, kami akan terus berupaya memberikan berbagai bentuk dukungan agar mereka bisa survive dan berkembang di tengah tantangan ekonomi saat ini," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Saputra

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter