17, 2026
Nasional

Pemkot Semprot Jalan Protokol Tangsel Atasi Abu Vulkanik GAK, Pilar Saga Pastikan Tak Ganggu Aktivitas Warga

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/08/6a9fc68e26d30-jalanan-tangsel_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Budi Gunawan
Budi Gunawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pemkot Semarang Semburkan Air ke Jalan Protokol untuk Mengendalikan Abu Vulkanik

Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengambil langkah proaktif dengan menyemprotkan air ke jalan protokol untuk mengatasi dampak abu vulkanik Gunung Kelud (GAK) yang mulai menurun kualitas udaranya. Kegiatan penyemprotan air dilakukan di beberapa ruas jalan utama kota untuk mencegah dampak negatif terhadap kesehatan warga dan aktivitas sehari-hari.

Langkah Pencegahan dari Pemerintah Kota

Dalam upaya mengantisipasi dampab abu vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan warga, Pemkot Semarang melaksanakan penyemprotan air di sejumlah jalan protokol. Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Semarang, Budi Santoso, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilakukan untuk mengendapkan partikel-partikel abu yang masih mengendap di udara.

Menurut Budi, penyemprotan air dilakukan menggunakan mobil penyemprot air (moncong) yang disediakan oleh dinas terkait. Air yang disemprotkan berasal dari sumber air bersih yang telah disiapkan pihaknya. Kegiatan ini akan terus dilakukan hingga kualitas udara di Semarang kembali normal.

Monitoring Kualitas Udara

Dinas Lingkungan Hidup Semarang terus melakukan monitoring kualitas udara secara rutin. Berdasarkan data yang terkumpul, konsentrasi partikel PM10 (partikel berdiameter kurang dari 10 mikrometer) di udara Semarang mengalami peningkatan sejak abu vulkanik Gunung Kelud menyembur beberapa hari lalu.

Untuk memastikan kualitas udara terus terkontrol, pihaknya juga telah memasang alat pemantau kualitas udara di beberapa titik strategis. Data yang terkumpul akan digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan langkah-langkah selanjutnya.

Dampak bagi Kesehatan Warga

Abu vulkanik yang mengandung partikel-partikel halus dapat berbahaya jika terhiruk oleh manusia. Partikel-partikel tersebut dapat menembus sistem pernapasan dan menimbulkan berbagai masalah kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis.

Dinkes Semarang juga telah menginstruksikan puskesmas-puskesmas di wilayahnya untuk mempersiapkan fasilitas penanganan kesehatan jika terjadi lonjakan kasus penyakit pernapasan. Selain itu, pihaknya juga menyediakan masker gratis di beberapa titik untuk warga yang membutuhkan.

Kegiatat Warga Tetap Berjalan Normal

Meskipun kualitas udara terpengaruh abu vulkanik, aktivitas warga di Semarang umumnya tetap berjalan normal. Beberapa sekolah telah mengambil langkah preventif dengan membatasi aktivitas di luar ruangan, namun pembelajaran tatap muka tetap dilaksanakan.

Di pasar tradisional, para pedagang dan pembeli tetap melaksanakan aktivitasnya dengan menggunakan masker. Para pedagang pasar juga membersihkan sayuran dan buah-buahan yang dijualnya dengan lebih teliti untuk menghilangkan residu abu yang menempel.

Respons Pemerintah Pusat

Pemerintah pusat juga telah memberikan respons terhadap situasi ini. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengirim tim untuk memantau kondisi di sekitar Gunung Kelud dan memberikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak.

Selain itu, pemerintah pusat juga bekerja sama dengan BMKG untuk memantau perkembangan cuaca dan aktivitas gunung berapi di sekitar Gunung Kelud. Informasi terkini akan terus disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai kanal komunikasi yang ada.

Kesimpulan

Pemerintah Kota Semarang terus berupaya mengatasi dampak abu vulkanik Gunung Kelud dengan berbagai langkah preventif. Penyemprotan air di jalan protokol, monitoring kualitas udara, dan sosialisasi kepada warga merupakan beberapa upaya yang telah dilakukan. Meskipun kualitas udara masih terpengaruh, aktivitas warga umumnya tetap berjalan normal dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pemerintah pusat juga turut memberikan dukungan dalam menghadapi situasi ini. Dengan kerja sama yang baik diharapkan situasi di Semarang segera kembali normal.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Budi Gunawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter