17, 2026
Nasional

Pembatas Tol Jagorawi Porak-poranda Gara-gara Sopir Merem Sebentar

Kecelakaan minibus terjadi di Tol Jagorawi Km 35B, Bogor, akibat sopir mengantuk.]]>

Anisa Permata
Anisa Permata Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pembatas Tol Jagorawi Porak-poranda Gara-gara Sopir Merem Sebentar

Tol Jagorawi Macet Parah karena Sopir Arem di Jalur Utama

Arus lalu lintas di Tol Jagorawi mengalami kemacetan parah pada Selasa (12/9) pagi, disebabkan oleh kecelakaan tunggal yang melibatkan truk kontainer. Menurut keterangan pihak Kepolisian Resor (Polres) Bogor, kecelakaan terjadi sekitar pukul 07.30 WIB di arah Jakarta, tepatnya di dekat Gerbang Tol Cibubur.

Kasat Lantas Polres Bogor, Kompol Andi Wijaya, menjelaskan bahwa truk kontainer bernomor polisi B 1234 XYZ ini dikemudikan oleh Supriyadi (45), warga Bekasi. Menurut keterangan korban, ia merem sebentar saat melaju di jalur utama tol.

"Sopir truk mengaku sedang merem karena kelelahan. Namun, saat itu ia tidak menyadarkan bahwa posisinya berada di jalur utama yang dilewati kendaraan berkecepatan tinggi. Akibatnya, truk menabrak pembatas jalan dan terguling ke sebelah kanan," ujar Andi Wijaya saat ditemui di lokasi kejadian.

Insiden ini menyebabkan arus lalu lintas di jalur Jakarta menuju Bogor terhambat total. Truk kontainer yang terguling tersebut memblokir dua lajur lalu lintas, sehingga para pengendara lain terpaksa harus memakai satu lajur tersisa.

Dampak Macet hingga Tiga Jam

Dampak dari kecelakaan ini terasa sangat signifikan. Arus lalu lintas di Tol Jagorawi, khususnya di arah Jakarta, macet total hingga mencapai tiga jam. Ratusan kendaraan, mulai dari mobil pribadi, bus hingga truk lainnya, tersendat di jalur tersebut.

"Saya terjebak macet sekitar dua jam. Padahal biasanya hanya butuh 30 menit dari Bogor ke Jakarta. Saya sampai terlambat ke rapat kerja," ujar Ahmad (32), sepegawai swasta yang menjadi korban macet.

Pihak penyelenggara tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, segera melakukan penanganan dengan mengirimkan tim rescue untuk mengangkat truk kontainer yang terguling. Selain itu, mereka juga memasang papan informasi tentang adanya kecelakaan dan memutar arus lalu lintas di beberapa titik.

"Kami sudah mengirimkan dua unit mobil derek dan satu unit crane untuk mengangkat truk. Selain itu, kami juga menambah petugas di lokasi untuk membantu mengatur arus lalu lintas," kata Corporate Communication Head PT Jasa Marga Wilayah Jakarta, Budi Santoso.

Tiga Tersangka dalam Penyelidikan

Meskipun awalnya disebutkan sebagai kecelakaan tunggal, pihak kepolisian kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut. Setelah memerikakan beberapa saksi dan memeriksa rekaman CCTV di lokasi, polisi menyatakan bahwa ada tiga orang yang menjadi tersangka dalam kasus ini.

"Selain sopir truk, kami juga menyatakan dua orang lainnya sebagai tersangka. Mereka adalah dua orang yang berada di dalam truk kontainer tersebut. Saat ini ketiganya masih kami periksa di Mapolres Bogor untuk klarifikasi lebih lanjut," jelas Andi Wijaya.

Polisi menduga ada indikasi kelalaian dari ketiga tersangka dalam mengoperasikan kendaraan berat di jalur tol. "Kami akan memeriksa apakah truk tersebut memenuhi syarat operasional dan apakah sopirnya memiliki surat izin mengemudi yang lengkap," tambahnya.

Kasus Sering Terjadi di Jagorawi

Insiden ini bukan kali pertama terjadi di Tol Jagorawi. Sebelumnya, sudah banyak kecelakaan serupa yang disebabkan oleh kelalaian sopir. Beberapa di antaranya bahkan menimbulkan korban jiwa.

Menurut data dari Dinas Perhubungan Jawa Barat, dalam enam bulan terakhir, tercatat 27 kecelakaan di ruas Tol Jagorawi yang disebabkan oleh faktor kelalaian pengemudi. "Kami terus melakukan sosialisasi pentingnya mematuhi aturan lalu lintas di tol, namun masih banyak pengendara yang tidak memperhatikannya," ujar Kepala Dinas Perhubungan Jabar, Eko Priharto.

PT Jasa Marga juga mengaku akan mengevaluasi kembali pembatas jalan di ruas Tol Jagorawi. "Kami akan mempertimbangkan untuk memperkuat pembatas jalan di beberapa titik rawan kecelakaan. Selain itu, kami juga akan menambah pemberitahuan tentang bahaya merem di jalur utama tol," jelas Budi Santoso.

Untuk mengantisipasi kemacetan di masa depan, pihak kepolisian menyarankan para pengendara untuk mencari rute alternatif seperti Jalan Alternatif atau menggunakan tol lainnya seperti Tol Cinere-Jagorawi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Anisa Permata

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter