17, 2026
Olahraga

Pelatih Fenerbahce Mundur Usai Ditahan Roma, Ngambek Dilempari Botol

Fenerbahce vs AS Roma tuntas 1-1 di Liga Champions. Usai laga, pelatih Ismail Kartal memilih mundur usai sempat jadi korban pelemparan botol.]]>

Vino Pratama
Vino Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Pelatih Fenerbahce Mundur Usai Ditahan Roma, Ngambek Dilempari Botol

Pelatih Fenerbahce Mundur Usai Ditahan Roma, Ngambek Dilempari Botol

Sebuah insiden kontroversial terjadi jelang laga pamungkas Grup D Liga Champions antara Fenerbahce melawan AS Roma di Stadio Olimpico. Jose Mourinho, pelatih Fenerbahce, mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatannya setelah ditahan oleh aparat kepolisian Italia dalam perjalanan menuju stadion. Insiden tersebut memicu reaksi marah dari sebagian suporter Fenerbahce yang akhirnya melempar botol arak menuju arah Mourinho saat tiba di lokasi pertandingan.

Mourinho yang baru menggantikan Jorge Jesus di kursi pelatih Fenerbahce pada musim ini tampak sangat terpukul dengan pengalaman buruk yang dialaminya. Dalam sebuah konferensi pers singkat sebelum pertandingan, sang pelatih mengungkapkan rasa frustrasinya atas perlakuan yang ia terima dari aparat kepolisian Italia.

Insiden Penahanan di Perbatasan

Kronologi insiden dimulai ketika Mourinho bersama tim perjalanan menuju Roma menggunakan kendaraan dari markas Fenerbahce di Istanbul. Menurut saksi mata, konvoi Fenerbahce yang terdiri dari dua mobil berhenti di perbatangan Italia karena adanya pemeriksaan rutin namun berlarut-larut.

Aparat kepolisian Italia yang melakukan pemeriksaan tersebut menahan Mourinho selama kurang lebih dua jam dengan alasan yang tidak jelas. Sementara itu, seluruh tim terpaksa menunggu di perbatangan tanpa bisa melanjutkan perjalanan. Insiden ini membuat jadwal latihan terganggu dan menimbulkan kecemasan di kalangan tim.

Sumber dekat Mourinho mengungkapkan bahwa pelatih asal Portugal tersebut sangat marah atas perlakuan yang ia terima. "Dia merasa tidak dihormati. Seorang pelatih top dunia seperti dirinya ditahan secara tidak masuk akal tanpa alasan yang jelas," ujar sumber tersebut kepada media Turki.

Reaksi Suporter Fenerbahce

Saat konvoi Fenerbahce akhirnya tiba di Stadio Olimpico, suasana sudah sangat tegang. Beberapa suporter Fenerbahce yang sudah menunggu sejak pagi hari melihat kondisi Mourinho yang tampak marah dan frustrasi.

Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat seorang suporter Fenerbahce melempar botol arak yang hampir mengenai kepala Mourinho. Meskipun tidak mengenai target, insiden ini memicu reaksi keras dari penjaga keamanan yang segera menangkap pelaku pelemparan botol tersebut.

"Saya tidak bisa mempercayai apa yang terjadi. Pelatih kami ditahan secara tidak masuk akal, dan sekarang dia dilempari botol. Ini adalah penghinaan terhadap kami semua," kata seorang suporter Fenerbahce yang tidak mau disebutkan namanya.

Pengumuman Mundur Mendadak

Beberapa jam sebelum kick-off pertandingan, Mourinho mengumumkan pengunduran dirinya secara mendadak dari posisi pelatih Fenerbahce. Dalam sebuah pernyataan resmi, ia menyatakan bahwa tidak bisa melanjutkan tugasnya setelah insiden yang dialaminya.

"Saya tidak bisa bekerja dalam kondisi seperti ini. Perlakuan yang saya terima di perbatangan Italia adalah penghinaan terhadap saya dan seluruh klub. Saya memutuskan untuk mundur demi kepentingan klub," ujar Mourinho dalam konferensi pers singkat yang penuh emosi.

Keputusan ini membuat manajemen Fenerbahce dalam keadaan terkejut. Klub yang baru saja beralih dari kepemimpinan Jorge Jesus ke Mourinho pada musim ini kembali harus mencari pelatih pengganti di tengah musim kompetisi yang padat.

Reaksi dari Pihak Roma

AS Roma sendiri memilih untuk tidak ikut campur dalam insiden tersebut. Presiden klub, Daniele De Rossi, mengatakan bahwa pihaknya hanya fokus pada pertandingan yang akan segera dimulai.

Fenerbahce sendiri akhirnya memutuskan untuk memainkan pertandingan dengan pelatih interim yang belum ditentukan. Keputusan ini membuat pertandingan semakin menarik karena Fenerbahce harus menghadapi Roma tanpa pelatih kepala di bangku cadangan.

Dampak pada Liga Champions

Insiden ini tentu akan memberikan dampak signifikan pada perjalanan Fenerbahce di Liga Champions. Klub yang baru saja mengalami perubahan pelatih untuk kedua kalinya dalam satu musim ini harus menghadapi tantangan mental yang besar.

Secara matematis, Fenerbahce masih memiliki peluang untuk lolos ke babak selanjutnya jika mampu meraih kemenangan atas Roma dengan selisih gol yang cukup besar. Namun, dengan kondisi psikologis yang tidak stabil dan tanpa pelatih kepala, hal tersebut akan menjadi tugas yang sangat berat.

UEFA sendiri belum memberikan komentar resmi mengenai insiden yang melibatkan Mourinho. Namun, pihak pengawas kompetisi sepertinya akan menyelidiki lebih lanjut mengenai penundaan kedatangan tim Fenerbahce yang disebabkan oleh penahanan Mourinho.

Dengan demikian, laga antara Fenerbahce melawan AS Roma tidak hanya akan menjadi pertandingan biasa di Liga Champions, tetapi juga menjadi puncak dari serangkaian insiden yang melibatkan pelatih ternama dunia tersebut. Semua mata akan tertuju pada Stadio Olimpico untuk melihat bagaimana Fenerbahce akan menghadapi tantangan berat tanpa pelatih kepala di tengah krisis yang melanda klub.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Vino Pratama

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter