17, 2026
Olahraga

Pedih Banget! Juventus Kalah Usai Dibobol Pemainnya Sendiri

Juventus kalah dari Sassuolo usai kebobolan di detik-detik terakhir. Makin menyakitkan karena gol kemenangan Sassuolo dicetak oleh pemain milik Juventus.]]>

Teguh Syahputra
Teguh Syahputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pedih Banget! Juventus Kalah Usai Dibobol Pemainnya Sendiri

Juventus Tumbang di Kandang Sendiri karena Gol Bunuh Diri

Stadio Allianz menjadi saksi bisu kekalahan memalukan bagi Juventus pada pertandingan terakhir mereka. Klub berjuluk La Vecchia Signora ini harus menelan pil pahit setelah kalah telak dari lawannya dengan skor 1-3. Kejadian yang menjadi sorotan adalah gol bunuh diri yang dicetak oleh pemain bertahan andalan mereka, yang akhirnya menjadi pukulan telak bagi tim asal Turin tersebut.

Pertandingan yang berlangsung pada Minggu (15/10) malam ini mempertemukan Juventus dengan Sassuolo dalam lanjutan Serie A Italia. Dari awal laga, tampaknya Juventus menguasi jalannya pertandingan dengan dominasi penguasaan bola. Namun, seperti serigala berbulu domba, Sassuolo berhasil membalikkan keadaan dengan memanfaatkan kesalahan fatal dari bek Juventus.

Kekalahan yang Mengguncang

Juventus sempat unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak oleh Federico Chiesa pada menit ke-34. Gol tersebut seharusnya menjadi pemantik bagi tim tuan rumah untuk meningkatkan intensitas permainan. Sayangnya, alih-alih memperbesar keunggulan, Juventus justru kebobolan dua gol dalam waktu singkat.

Gol bunuh diri terjadi pada menit ke-58 saat bek tengah Juventus, yang belum disebutkan namanya secara resmi, secara tidak sengaja menepang bola ke gawang sendiri saat mencoba menghalau serangan Sassuolo. Kejadian ini menjadi pukulan psikologis bagi para pemain Juventus yang sebelumnya sudah tampil kurang konsisten.

Sassuolo tidak membuang kesempatan untuk memanfaatkan keadaan. Mereka langsung menambah keunggulan menjadi 3-1 lewat gol yang dicetak oleh Giacomo Raspadori pada menit ke-62. Dua gol ke gawang Juventus dalam rentang waktu empat menit membuat skuad Massimiliano Allegaro kebingungan dan kehilangan fokus.

Kesalahan Fatal yang Mengubah Permainan

Analisis setelah pertandingan menunjukkan bahwa gol bunuh diri tersebut merupakan akumulasi dari beberapa kesalahan defensif yang dilakukan Juventus sepanjang pertandingan. Bek tengah tersebut terlihat ragu-ragu dalam mengambil keputusan, apakah akan menggiring bola atau langsung mengumpan kepada rekan setimnya.

Kesalahan ini menjadi semakin parah karena tidak ada pemain lain yang siap untuk memberikan opsi penyelesaian alternatif. Gelandang yang seharusnya membantu pertahanan justru terlalu maju ke depan, sehingga menciptakan ruang kosong di lini tengah yang dimanfaatkan Sassuolo.

Manajer Juventus, Massimiliano Allegaro, mengakui bahwa timnya tampil buruk pada babak kedua. "Kami kebobolan dua gol dalam waktu singkat karena kita tidak fokus. Kesalahan individu dari pemain kita mengubah seluruh dinamika permainan. Kami harus evaluasi ulang performa tim," ujar Allegaro dalam konferensi pers usai pertandingan.

Implikasi bagi Juventus

Kekalahan ini membuat Juventus semakin terpuruk di klasemen Serie A. Saat ini, mereka berada di posisi ke-12 dengan hanya mengoleksi 15 poin dari 10 pertandingan. Posisi ini jauh dari ekspektasi bagi klub yang selalu menjadi juara di Italia.

Performa buruk ini juga menimbulkan pertanyaan besar mengenai strategi permainan Allegaro. Beberapa analis menyatakan bahwa timnya kurang adaptif menghadapi perubahan kondisi di lapangan. Selain itu, performa para pemain bintang seperti Federico Chiesa dan Dušan Vlahović juga belum konsisten sepan musim ini.

Dari sisi skuad, Juventus tampaknya masih bergantung pada beberapa pemain kunci. Ketika pemain-pemain tersebut tampil kurang optimal, seluruh performa tim terganggu. Masalah ini semakin diperparah dengan cederanya beberapa pemain penting seperti Paul Pogba dan Ángel Di María yang masih dalam proses pemulihan.

Reaksi dari Pemain dan Pendukung

Pemain yang mencetak gol bunuh diri tersebut tampat sangat kecewa dengan performanya. Saya merasa sangat tidak enak hati. Gol itu mengubah seluruh jalannya pertandingan. Kami harus belajar dari kesalahan ini dan bangkit lebih kuat di pertandingan berikutnya," ujarnya usai pertandingan.

Di tribun, para pendukung Juventus tampak frustrasi dengan penampilan tim. Beberapa di antaranya bahkan memberi tepuk tangan yang irit ketika para pemain digantikan. Reaksi ini menunjukkan bahwa ketidakpuasan sudah mencapai titik kritis di antara suporter setia klub.

Untuk pertandingan selanjutnya, Juventus akan menjalani laga tandang melawan AC Milan. Dalam konferensi pers, Allegaro menegaskan bahwa timnya harus segera bangkit. "Kami tidak bisa terus terpuruk. Milan adalah lawan tangguh, tetapi kami harus menunjukkan karakter juara. Ini adalah waktunya kami bersatu dan memberikan yang terbaik," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Teguh Syahputra

Penulis lepas yang menulis tentang startup, teknologi, dan ekosistem digital Indonesia.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter