18, 2026
Nasional

Pasutri dan Balitanya Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Kembangan Jakbar

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/05/6a9c3885a7e9e-kecelakaan-beruntun-di-jalan-kembang-kerep-kembangan-jakarta-barat_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Maya Anggraini
Maya Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Pasutri dan Balitanya Tewas dalam Kecelakaan Beruntun di Kembangan Jakbar

Tragedi mengerikan menimbal jiwa tiga orang anggota keluarga dalam kecelakaan beruntun yang melibatkan dua mobil di Jalan Kembang Kerep, Kembangan, Jakarta Barat, pada Rabu (4/9/2024). Korban tewas identik sebagai pasangan suami istri beserta anak balita mereka yang masih berusia 3 tahun. Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 08.30 WIB ini menimbulkan korban jiwa dan luka-luka pada beberapa orang penumpang lainnya yang ikut terlibat.

Menurut informasi yang dihimpun, kecelakaan beruntun ini bermula saat sebuah mobil sedan berwarna hitam dengan nomor polisi B 1230 XYZ yang dikemudikan oleh A (32) sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Kendaraan tersebut diketahui membawa tiga penumpang, istrinya R (28) serta anak mereka yang masih berusia 3 tahun, L.

Saksi mata yang berada di lokasi kejadian menyebutkan bahwa mobil sedan tersebut dikendalikan dengan kecepatan melebihi batas zona kecepatan yang berlaku di Jalan Kembang Kerep. "Mobil itu melaju sangat kencang bahkan melewati beberapa kendaraan lain dari arah berlawanan," ujar salah seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Tiba-tiba, mobil sedan tersebut berbelok mendadak ke arah jalur berlawanan dan menabrak sebuah minibus berwarna biru yang sedang melaju di jalur tersebut. Tabrakan beruntam terjadi di bagian depan minibus yang menyebabkan mobil sedan terpental hingga menabrak tiang listrik di pinggir jalan.

"Saya mendengar suara benturan keras yang sangat dahsyat. Ketika saya melihat, mobil sudah hancur dan ada tiga orang di dalamnya terjepit," tambah warga tersebut.

Korban Jiwa dan Luka-Luka

Dari kejadian tersebut, tiga korban tewas di tempat yakni A, R, dan L yang merupakan anggota keluarga satu rumah tangga. Ketiga korban tewas mengenakan sabuk pengaman namun dampak benturan sangat dahsyat sehingga tak terselamatkan.

Sementara itu, dalam minibus yang ditabrak tersebut terdapat empat penumpang lainnya. Dari empat orang tersebut, dua orang mengalami luka-luka serius dan langsung dibawa ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto untuk mendapat perawatan intensif. Dua korban lainnya mengalami luka ringan dan sudah dinyatakan dalam kondisi stabil setelah mendapat perawatan di RS yang sama.

Kepala Polsek Kembangan Kompol Budi Santoso mengatakan pihaknya sudah melakukan olah TKP dan evakuasi korban. "Kami sudah mendatangi lokasi dan melakukan olah TKP. Jenazah korban tewas sudah kita evakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk autopsi selanjutnya," ujar Budi saat dihubungi.

Penyebab Kecelakaan

Berdasarkan keterangan sementara dari pihak kepolisian, kecelakaan ini diduga akibat kecepatan yang berlebihan dari pengemudi mobil sedan. "Dari hasil olah TKP sementara, kami menduga pengemudi mobil sedan melaju dengan kecepatan di atas batas zona kecepatan yang berlaku di lokasi tersebut," jelas Budi.

Pihak kepolisian juga menyatakan bahwa pengemudi mobil sedan tidak menunjukkan tanda-tanda akan melakukan manuver berbahaya sebelum kejadian. "Kondisi jalan saat itu dilaporkan normal dan tidak ada hambatan, sehingga kemungkinan besar kecelakaan ini disebabkan oleh kelalaian pengemudi," tambahnya.

Untuk lebih jelasnya, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti penyebab kejadian. Kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan juga sudah diamankan di Mapolsek Kembangan guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tanggapan Pihak Terkait

Kepala Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Ahmad Fauzi, mengatakan pihaknya akan mengevaluasi kembali kondisi jalan di lokasi kejadian. "Kami akan memeriksa apakah ada tanda-tanda kesalahan dalam penataan lalu lintas di lokasi tersebut. Kami juga akan mempertimbangkan untuk menambahkan rambu-rambu peringatan kecepatan jika diperlukan," ujar Ahmad.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Barat, Rustam Effendi, menyampaikan deepat atas kejadian yang menewaskan tiga anggota keluarga tersebut. "Saya menyampaikan turut berduka cita atas kejadian tragis ini. Pemerintah daerah akan memastikan semua pihak mendapatkan bantuan yang memadai, terutama keluarga korban yang kehilangan anggota keluarganya," ujar Rustam.

Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Barat, dr. Tini Suryanti, menambahkan bahwa pihaknya siap memberikan bantuan psikologis bagi keluarga korban. "Kami akan menyiapkan tim psikolog untuk membantu keluarga korban yang trauma akibat kejadian ini," jelas Tini.

Kejadian ini menambah daftar kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jakarta akhir-akhir ini. Pihak kepolisian mengingatkan kembali kepada para pengemudi untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas dan tidak melaju dengan kecepatan berlebihan demi keselamatan bersama.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Maya Anggraini

Fokus pada kesehatan mental, mindfulness, dan produktivitas.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter