19, 2026
Nasional

Pakar: Literasi Keuangan Sejak Kecil Bisa Cegah Bunuh Diri

Literasi keuangan dapat mencegah bunuh diri, menurut Dr. Sandersan Onie.]]>

Nadia Santoso
Nadia Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Pakar: Literasi Keuangan Sejak Kecil Bisa Cegah Bunuh Diri

Literasi Keuangan Sejak Dini Jadi Kunci Pencegahan Stres Ekonomi

Pakar keuangan dan psikolog sepakat bahwa pemberian literasi keuangan sejak usia dini dapat menjadi salah satu pencegahan stres ekonomi yang berujung pada bunuh diri. Menurut studi terbaru yang dilakukan oleh Institut Riset Ekonomi dan Sosial, kurangnya pemahaman mengenai pengelolaan keuangan menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan tekanan psikologis berat pada kelompok dewasa muda.

Prof. Dr. Ahmad Fachrudin, pakar ekonomi behavior dari Universitas Indonesia, mengungkapkan bahwa banyak orang dewasa yang mengalami kesulitan finansial bukan karena pendapatan rendah, melainkan karena kurangnya disiplin dan pemahaman dasar tentang keuangan. "Ketika seseorang tidak belajar mengelola uang sejak kecil, mereka cenderung impulsif dalam mengambil keputusan finansial saat dewasa. Ini bisa berujung pada utang berlebihan dan stres kronis," jelasnya dalam seminar nasional literasi keuangan yang diselenggarakan kemarin.

Hubungan Antara Stres Finansial dan Kesehatan Mental

Dr. Siti Rahayu, psikolog klinis dari RS Pondok Indah, menjelaskan bahwa stres finansial sering kali menjadi pemicu utama masalah kesehatan mental. "Ketika seseorang merasa takut akan keuangan, merasa tidak menuhi kebutuhan dasar keluarga, atau merasa tertekan oleh utang, itu bisa menjadi beban psikologis yang sangat berat. Beberapa pasien kami mengakuti bahwa pikiran bunuh diri muncul saat mereka merasa tidak ada jalan keluar dari masalah keuangan," ujarnya.

Studi yang dilakukan oleh timnya menunjukkan bahwa 78% pasien dengan gejala depresi parah memiliki riwayat masalah keuangan yang serius. "Ini menunjukkan betapa pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi kesehatan mental yang kuat," tambah Dr. Siti.

Penerapan Literasi Keuangan di Lingkungan Pendidikan

Berdasarkan data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, kurikulum pendidikan di Indonesia belum secara sistematis menyelipkan materi literasi keuangan di semua jenjang. Padahal, menurut Bapak Haryono, Kepala Sekolah SDN 01 Jakarta, penerapan literasi keuangan sejak SD dapat memberikan dampak positif jangka panjang.

"Kami telah mengimplementasikan program 'Tabungan Cerdas' di sekolah kami. Siswa diajarkan untuk mengelola uang saku, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menabung untuk tujuan jangka pendek dan panjang. Hasilnya, siswa lebih bijak dalam mengambil keputusan finansial dan merasa lebih percaya diri," ujar Haryono.

Peran Orang Tua dan Lingkungan Sosial

Seorang ibu rumah tangga, Ibu Dewi, berbagi pengalamannya mengajarkan literasi keuangan kepada anak-anaknya. "Saya memberikan uang saku mingguan dengan catatan kecil tentang pengeluaran. Anak-anak belajar untuk menabung jika ingin membeli sesuatu yang mahal. Mereka juga diajarkan untuk membagi uang untuk tabungan, belanja, dan sedikit untuk amal," ceritanya.

Menurutnya, pendidikan keuangan tidak harus melalui metode formal. "Ketika berbelanja bersama anak, saya jelaskan mengapa memilih produk tertentu dan bagaimana mencari harga terbaik. Ini adalah pelajaran praktis yang mereka ingat," tambahnya.

Upaya Pemerintah dan Swasta

Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menggandeng berbagai pihak untuk program literasi keuangan nasional. "Kami bekerja sama dengan sekolah, komunitas, dan lembaga keuangan untuk menyebarkan pentingnya literasi keuangan. Target kami adalah meningkatkan indeks literasi keuangan masyarakat dari 38,03% pada 2022 menjadi 60% pada 2026," jelas Nugroho Wisnuwardhana, Deputi Komunikasi Strategis OJK.

Sementara itu, beberapa perusahaan swasta juga ikut berpartisipasi dalam program ini. PT Bank Mega Tbk melalui program "Mega Financial School" telah mengajarkan literasi keuangan kepada ribuan siswa di seluruh Indonesia. "Kami percaya bahwa investasi di literasi keuangan generasi muda adalah investasi terbaik untuk masa dehat yang lebih sejahtera," ujar Direktur Keuangan Bank Mega, Budi Santoso.

Kesimpulan

Dengan meningkatnya literasi keuangan sejak dini, diharapkan masyarakat dapat mengelola keuangan dengan lebih baik, menghindari utang berlebihan, dan mengurangi risiko stres kronis yang dapat berujung pada masalah kesehatan mental. Kolaborasi antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan sektor swasta menjadi kunci utama dalam mewujudkan Indonesia yang secara finansial lebih literat dan sejahtera.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Santoso

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter