Mutiara Lombok Tembus Pasar Global, Setia Pearl Naik Kelas Berkat Pelatihan Ekspor BRI Peduli
Setia Pearl, perusahaan pengolahan mutiara asal Lombok, berhasil menembus pasar internasional setelah mengikuti program pelatihan ekspor BRI Peduli. Perusahaan yang berdiri pada tahun 2015 ini berhasil meningkatkan kualitas produk dan memenuhi standar internasional, sehingga mampu mengekspor mutiara ke berbagai negara termasuk Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara di Eropa.
Perjalanan Menuju Pasar Global
Setia Pearl memulai bisnisnya sebagai pengrajin mutiara skala kecil di Lombok Barat. Dengan memanfaatkan potensi alam Lombok yang kaya dengan perikanan, perusahaan ini awalnya fokus memproduksi perhiasan mutiara untuk pasar domestik. Namun, tantangan datang saat mereka berupaya memasarkan produknya ke luar negeri.
"Kami menghadapi berbagai kendala dalam memasuki pasar ekspor. Mulai dari standar kualitas yang ketat, persyaratan dokumentasi, hingga pengetahuan tentang mekanisme perdagangan internasional," ujar Ahmad Rizki, Direktur Utama Setia Pearl.
Situasi ini mendorong Setia Pearl untuk mencari pelatihan yang dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam bidang ekspor. Melalui program BRI Peduli, perusahaan ini mendapatkan kesempatan untuk mengikuti serangkaian pelatihan komprehensif yang diselenggarakan oleh Bank BRI bekerja sama dengan lembaga pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Program BRI Peduli: Membuka Peluang Ekspor
BRI Peduli merupakan program tanggung jawab sosial (CSR) Bank BRI yang fokus pada pemberdayaan UMKM, terutama dalam meningkatkan akses pasar dan kapasitas ekspor. Program ini memberikan pelatihan secara gratis bagi para pelaku UMKM yang berpotensi untuk menembus pasar internasional.
"Kami melihat potensi besar dari UMKM perhiasan mutiara di Indonesia. Namun, mereka seringkali membutuhkan bimbingan dan pengetahuan yang tepat untuk dapat bersaing di pasar global," kata Siti Nurhaliza, Kepala Divisi Pembiayaan UMKM Bank BRI.
Program pelatihan yang diikuti Setia Pearl mencakup berbagai aspek penting dalam ekspor, mulai dari peningkatan kualitas produk, pengemasan yang memenuhi standar internasional, pembuatan dokumen ekspor, hingga strategi pemasaran digital untuk pasar global. Para peserta juga diajarkan tentang regulasi perdagangan internasional dan cara mengatasi hambatan non-tarif.
Transformasi Perusahaan Setelah Pelatihan
Setelah mengikuti program BRI Peduli, Setia Pearl mengalami transformasi signifikan. Perusahaan berhasil meningkatkan standar kualitas produknya dengan menerapkan sistem kontrol kualitas yang lebih ketat. Mutiara yang dihasilkan kini memiliki ukuran, bentuk, dan warna yang lebih konsisten, sesuai dengan kebutuhan pasar internasional.
"Pelatihan dari BRI Peduli mengubah cara kami berpikir tentang bisnis. Kini kami tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga pada aspek pemasaran dan pengembangan pasar," tambah Rizki.
Perusahaan juga memperbaiki sistem pengemasan dan dokumentasi untuk memenuhi persyaratan ekspor. Mutiara Setia Pearl kemasannya dilengkapi dengan sertifikasi asal produk (Certificate of Origin) dan sertifikasi kualitas yang diakui secara internasional.
Tujuan Masa Depan dan Dampak Ekonomi Lokal
Keberhasilan Setia Pearl menembus pasar global membawa dampak positif bagi ekonomi lokal di Lombok. Perusahaan kini mempekerjakan lebih dari 100 buruh lokal, terutama perempuan, yang sebelumnya hanya sebagai penenun tradisional atau petani tambak mutiara.
"Kami berharap keberhasilan kami dapat menjadi inspirasi bagi UMKM lain di Lombok bahwa produk lokal memiliki potensi besar untuk bersaing di pasar global," ujar Rizki.
Bank BRI sendiri berencana untuk terus memperluas program BRI Peduli ke daerah lain di Indonesia. Targetnya adalah membantu 1.000 UMKM dalam lima tahun ke depan untuk dapat menembus pasar internasional.
Dengan dukungan infrastruktur perbankan yang kuat dan program-program seperti BRI Peduli, diharapkan UMKM di Indonesia dapat semakin mengglobal dan memberikan kontribsi signifikan terhadap perekonomian nasional.
Komentar (0)