17, 2026
Politik

Menkes Imbau Jangan Kucek Mata hingga Segera Bersihkan Diri jika Terpapar Abu Vulkanik Anak Krakatau

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/04/15/69df36f59aaa7-menteri-kesehatan-menkes-budi-gunadi-sadikin_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Menteri Kesehatan Imbu Warga Hindari Kucek Mata saat Terpapar Abu Vulkanik Anak Krakatau

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memberikan imbauan penting bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Anak Krakatau untuk mengantisipasi dampak abu vulkanik yang mungkin terjadi. Menkes menekankan agar masyarakat tidak melakukan kontak langsung abu vulkanik dengan mata dan segera membersihkan diri jika terpapar.

Dalam keterangannya, Menkes menjelaskan bahwa abu vulkanik mengandung partikel-partikel halus yang dapat berbahaya jika masuk ke sistem pernapasan atau mata. "Jangan kucek mata jika terkena abu vulkanik karena partikel-partikel tersebut dapat menggores permukaan mata dan menyebabkan iritasi bahkan infeksi," kata Menkes.

Menkes menambahkan bahwa pembersihan diri setelah terpapar abu vulkanik harus dilakukan secara hati-hati. "Segera bilas dengan air bersih jika terkena abu vulkanik di kulit atau mata. Jika mengalami gangguan pernapasan seperti sesak napas, batuk, atau sesak napas segera pergi ke fasilitas kesehatan terdekat," jelasnya.

Dampak Kesehatan Abu Vulkanik dan Cara Penanganannya

Abu vulkanik Anak Krakatau yang terbentuk dari partikel-partikel batuan yang dihancurkan oleh letusan gunung berapi dapat membahayakan kesehatan manusia. Partikel-partikel halus ini dapat masuk ke saluran pernapasan dan menimbulkan gangguan mulai dari iritasi ringan hingga penyakit paru-paru serius.

Dampak langsung yang sering dialami oleh masyarakat yang terpapar abu vulkanik adalah iritasi mata, hidung, dan tenggorokan. Gejala yang muncul antara lain mata merah, berair, bersin-bersin, batuk, dan sesak napas. Pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita penyakit kronis seperti asma, dampaknya bisa lebih serius.

Untuk mengatasi dampak tersebut, Menkes menyarankan penggunaan masker saat aktivitas di luar ruangan. "Gunakan masker khusus N95 atau yang setara untuk melindungi diri dari partikel-partikel halus abu vulkanik. Masker biasa mungkin tidak cukup efektif," ujarnya.

Persiapan Kesehatan oleh Pemerintah Daerah

Menkes juga menyampaikan bahwa pemerintah telah mempersiapkan berbagai langkah untuk mengantisipasi dampak kesehatan dari potensi letusan Anak Krakatau. Puskesmas dan fasilitas kesehatan di sekitar wilayah tersebut telah diminta untuk siaga penuh.

"Kami telah meminta dinas kesehatan setempat untuk mempersiapkan posko kesehatan dan stok obat-obatan yang diperlukan seperti obat untuk iritasi mata, saluran pernapasan, dan masker. Tim kesehatan juga akan diterjunkan untuk melakukan pemantauan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak," jelas Menkes.

Selain itu, pemerintah juga akan melakukan sosialisasi intensif kepada masyarakat tentang cara mengantisipasi dampak abu vulkanik. "Kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat untuk menyampaikan informasi yang akurat dan cepat kepada masyarakat," tambahnya.

Langkah-langkah Pencegahan yang Dianjurkan

Bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Anak Krakatau, Menkes mengimbau untuk selalu waspada dan melakukan beberapa langkah pencegahan. Pertama, selalu siapkan masker berkualitas baik di rumah dan bawa saat keluar rumah.

Kedua, pastikan rumah tetap tertutup rapat saat terjadi hujan abu untuk mencegah masuknya partikel-partikel berbahaya. Ketiga, simpan makanan dan minuman dalam wadah tertutup untuk menghindari kontaminasi abu vulkanik.

Keempat, lakukan pembersihan rumah secara hati-hati dengan menggunakan air dan setrika untuk membersihkan perabotan yang terkena abu. Kelima, lindungi sumber air minum yang digunakan karena abu vulkanik dapat mencemari air.

"Keamanan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama. Kami mohon kerja sama seluruh elemen masyarakat untuk mengikuti anjuran yang diberikan agar dampak dari potensi letusan dapat diminimalisir," pungkas Menkes.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter