Jakarta – Babak baru dalam perjalanan organisasi STARFINDO (Startup for Industry Indonesia) resmi dimulai hari ini. Maulana Wiga, didampingi oleh Yosef Adhitya Duta sebagai wakil, dilantik secara resmi untuk masa bakti 2026–2029. Momen ini menandai regenerasi kepemimpinan di tubuh asosiasi yang selama ini menjadi jembatan antara inovasi startup dan kebutuhan transformasi sektor industri nasional.
Dukungan Penuh dari Kementerian Perindustrian
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia memberikan dukungan penuh atas terpilihnya Maulana Wiga. Dukungan ini menjadi sinyal kuat bahwa pemerintah serius menjadikan ekosistem startup berbasis teknologi sebagai motor penggerak utama dalam agenda transformasi industri nasional. Bagi Kemenperin, STARFINDO bukan sekadar wadah pertemuan, melainkan mitra strategis dalam membina dan menghubungkan perusahaan rintisan dengan sektor industri mapan.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menekankan bahwa ekosistem digital Indonesia harus dibangun dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan. Ia mendorong para pelaku startup untuk tidak hanya mengejar pertumbuhan bisnis, tetapi juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, serta penguatan industri kreatif nasional. "Untuk STARFINDO, saya berharap organisasi ini menjadi wadah strategis yang mampu menjembatani kepentingan pemerintah, dunia usaha, dan komunitas teknologi, sehingga tercipta sinergi yang berkelanjutan," ujarnya di sela pelantikan.
Visi Kepemimpinan Baru
Kepemimpinan baru ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat peran STARFINDO dalam menjawab tantangan zaman yang kian dinamis. Dengan visi yang diperbarui, Maulana Wiga dan Yosef Adhitya Duta diharapkan mampu mendorong inovasi, memperluas jaringan, serta meningkatkan kontribusi organisasi terhadap pengembangan kompetensi dan sektor-sektor yang menjadi fokus utama STARFINDO.
"Dengan kepemimpinan baru ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, menciptakan sinergi yang produktif, serta membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan," sebut Maulana Wiga. Ia menambahkan bahwa momentum ini bukan sekadar seremonial pergantian, melainkan simbol komitmen untuk terus beradaptasi dan bertransformasi di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Mengapa Regenerasi Ini Penting
Pelantikan ini menjadi titik awal bagi perjalanan panjang STARFINDO di bawah nahkoda baru. Didirikan sebagai respons atas kebutuhan platform kolaboratif antara startup teknologi dan pelaku industri besar, asosiasi ini kini menaungi ratusan startup yang bergerak di berbagai subsektor — dari manufaktur cerdas, logistik terintegrasi, agroteknologi, hingga solusi kecerdasan buatan untuk optimasi rantai pasok.
Dengan latar belakang dan pengalaman yang dimiliki, kepemimpinan ini diharapkan mampu mendorong STARFINDO mencapai target-target baru sekaligus memberikan dampak nyata bagi pengembangan jaringan dan kontribusi sosial-ekonomi. "Momentum ini, dengan segala harapan dan tantangannya, menjadi awal dari era baru yang penuh dinamika dan potensi," pungkas Wiga.
Bagi ekosistem startup Indonesia, pergantian kepemimpinan di STARFINDO menjadi kabar yang relevan mengingat peran strategis asosiasi dalam mempercepat adopsi teknologi di sektor industri. Ke depan, kolaborasi yang lebih erat antara asosiasi, pemerintah, dan pelaku industri akan menjadi kunci agar startup lokal tidak hanya menjadi pengadopsi teknologi asing, tetapi pencipta inovasi yang memperkuat fondasi industri dalam negeri.
Komentar (0)