18, 2026
Olahraga

Malam Bersejarah Como di UCL, Klub Milik Pengusaha Asal Indonesia

Como 1907 menjalani malam yang sulit dilupakan saat mengawali kiprah di Liga Champions 2026/2027 dengan kemenangan telak 4-1 atas RB Leipzig.]]>

Wulan Simanjuntak
Wulan Simanjuntak Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Malam Bersejarah Como di UCL, Klub Milik Pengusaha Asal Indonesia

Malam Bersejarah Como di UCL, Klub Milik Pengusaha Asal Indonesia

AC Milan mencatatkan sejarah dalam sepak bola Eropa dengan lolos ke babak 16 besar Liga Champions (UCL) meski hanya bermain imbang 1-1 melawan Newcastle United di San Siro. Milan berhasil melaju setelah finis di posisi kedua Grup F, di boga Borussia Dortmund yang menjadi juara grup. Performa impresif ini menandai langkah penting bagi klub yang dimiliki oleh pengusaha asal Indonesia, Erick Thohir, dalam kembali ke puncak kompetisi bergengsi Eropa.

Perjalanan Menuju Babak Knockout

Dalam grup yang dijuluki "grup maut", AC Milan harus bersaing ketat dengan Borussia Dortmund, Newcastle United, dan Paris Saint-Germain. Meskipun diunggulkan sebagai salah satu favorit, Milan awalnya kesulitan menemukan ritme optimal di bawah asuhan Stefano Pioli. Namun, perlahan tapi pasti, Rossoneri membangun momentum yang memungkinkan mereka lolos ke babak selanjutnya.

Kemenangan krusial 2-1 atas PSG di San Siro menjadi penentu nasib Milan. Dengan hasil itu, Milan mengamankan posisi sebagai runner-up grup, meski di pertandingan terakhir mereka hanya mampu bermain imbang dengan Newcastle. Kedua gol Milan dicetak oleh Rafael Leão dan Olivier Giroud, yang menjadi pahlawan di laga krusial tersebut.

Peran Erick Thohir dan Investasi Strategis

Keberhasilan AC Milan lolos ke babak 16 besar Liga Champions tidak lepas dari peran penting Erick Thohir sebagai pemegang saham mayoritas klub. Sejak mengambil alih klub pada 2017, Thohir telah melakukan serangkaian investasi strategis untuk membangun kembali fondasi Milan yang sempat goyah. Investasi dalam infrastruktur, akademi pemain, dan penandatanganan pemain-pemain berkualitas menjadi langkah-langkah yang membawa klub kembali ke jalur yang benar.

Erick Thohir, yang juga mantan Menteri BUMN Indonesia, menunjukkan komitmennya untuk menjadikan AC Milan sebagai klub yang kompetitif baik di level domestik maupun Eropa. Melalui perusahaan induknya, Rossoneri Sport Investment, Thohir berhasil mengakuisisi saham mayoritas klub dan memulihkan citra Milan yang sempat terpuruk setelah era Silvio Berlusconi.

Performa Tim di Bawah Pioli

Stefano Pioli telah menjadi arsitek di balik transformasi AC Milan. Sejak menangani tim pada 2019, Pioli berhasil membawa Milan kembali meraih scudetto (gelar Serie A) pada musim 2021/2022, yang merupakan gelar pertama klub sejak 2011. Kini, dengan lolos ke babak 16 Liga Champions, Pioli membuktikan kemampuannya bersaing di dua kompetisi utama sekaligus.

Line-up Milan di laga melawan Newcastle menunjukkan kedalaman skuad yang dimiliki. Penampilan gemilang dari pemain-pemain seperti Rafael Leão, Brahim Díaz, dan Olivier Giroud menjadi pilar utama serangan Milan. Di lini pertahanan, Fikayo Tomori dan Pierre Kalulu menunjukkan stabilitas yang sangat dibutuhkan.

Tantangan di Babak 16 Besar

Sesampai di babak 16 besar, AC Milan akan menghadapi tantangan yang jauh lebih sulit. Lawan mereka akan ditentukan melalui undian, dan kemungkinan besar akan menghadapi salah satu tim kuat dari Grup E, G, H, atau I. Potensi lawan seperti Real Madrid, Bayern Munchen, atau Manchester City menjadi ancaman nyata bagi Milan.

Meskipun demikian, lolos ke babak 16 besar sudah merupakan prestasi yang patut diacungi jempol bagi Milan. Ini menunjukkan bahwa klub kembali menjadi pesaing serius di Eropa setelah beberapa tahun absen dari panggung utama. Dengan dukungan penuh dari Erick Thohir dan tim manajemen, Rossoneri optimistis bisa melaju lebih jauh dalam kompetisi ini.

Harapan dan Masa Depan

Keberhasilan ini membuka peluang baru bagi AC Milan untuk kembali menjadi salah satu klub elite di Eropa. Dengan fondasi yang kokoh, investasi yang tepat, dan visi jangka panjang dari Erick Thohir, Milan memiliki semua elemen yang diperlukan untuk bersaing di tingkat tertinggi. Liga Champions bukanlah satu-satunya target, karena kompetisi domestik seperti Serie A dan Coppa Italia juga tetap menjadi prioritas.

Bagi para suporter Milan, yang telah menanti-nanti momen ini sejak terakhir kali mereka memenangi trofi Eropa pada 2007, keberhasilan lolos ke babak 16 besar menjadi harapan baru. Momen ini menandakan bahwa mimpi kembali meraih trofi Champions League bukanlah hal yang mustahil.

Dalam perjalanan panjang restorasi AC Milan, setiap langkah menuju kebersamaan ini menjadi bagian penting dari cerita sukses. Dengan dukungan dari seluruh stakeholders, terutama Erick Thohir sebagai pemilik yang visioner, masa depan AC Milan sepertinya akan semakin cerah di panggung sepak bola Eropa.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Wulan Simanjuntak

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter