Lisandro Martinez Berang, Sebut Gol Erling Haaland ke Gawang MU Tidak Dapat Diterima
Defender Manchester United, Lisandro Martinez, menunjukkan reaksi keras terhadap gol yang dicetak Erling Haaland saat timnya kalah 1-2 dari Manchester City pada laga pekan ke-25 Premier League, Selasa (14/2/2023). Bek asal Argentina itu menganggap gol Haaland tidak seharusnya dihitung karena diduga ada pelanggaran terhadap kiper United, David De Gea.
Insiden terjadi di menit ke-64 ketika Haaland berhasil menyarungkan bola ke gawang United setelah menerima umpan silang dari Kevin De Bruyne. Martinez yang berada di dekat Haaland menilai ada kontak antara penyerang asal Norwegia itu dengan De Gea sebelum bola masuk ke gawang.
"Saya tidak melihatnya secara jelas, tapi dari posisi saya ada kontak dengan David (De Gea). Saya pikir itu harus dianggap sebagai pelanggaran. Itu tidak fair bagi kami," kata Martinez dalam sesi wawancara usai pertandingan, seperti dilansir dari laman resmi klub.
Gol Haandal membalikkan keadaan setelah United unggul lebih dahulu melalui gol Alejandro Garnacho di menit ke-53. Kemenangan City membuat mereka semakin nyaman di puncak klasemen sementara United terhanyut ke posisi keenam dengan 38 poin.
Reaksi Martinez Menyusul Insiden Kontroversial
Martinez, yang bergabung dengan United dari Ajax pada musim panas 2022, tidak menutupi kekecewaannya atas keputusan wasit yang mengizinkan gol Haaland berlaku. Ia menganggap keputusan tersebut berpengaruh besar terhadap jalannya pertandingan.
"Saya pikir gol tersebut berpengaruh besar. Kami bermain dengan baik, menciptakan peluang, dan unggul. Tapi satu keputusan bisa mengubah semuanya. Saya pikir wasit harus memberikan keputusan yang benar," tambah Martinez.
Beberapa pemain United lainnya juga tampak frustrasi dengan keputusan wasit. Captain Bruno Fernandes terlihat berdiskusi dengan wasit utama Craig Pawson usai gol Haaland disahkan.
Analisis Insiden dari Berbagai Sudut
Insiden ini menambah daftar kontroversi yang melibatkan Haaland dan musim ini. Penyerang berusia 22 tahun ini telah menjadi sorotan karena gaya bermainnya yang agresif di dalam kotak penalti.
Dari sudut pandang hukum permainan, wasit memiliki kewenangan penuh untuk menilai apakah ada pelanggaran yang cukup berat untuk dihukum penalti atau offside. Dalam kasus ini, wasit menilai tidak ada pelanggaran yang jelas sehingga gol dinyatakan valid.
Seorang mantan wasit Premier League, Mark Clattenburg, memberikan analisis bahwa wasit Pawson mungkin tidak melihat kontak antara Haaland dan De Gea dengan jelas sehingga memutuskan untuk tidak mengulang pertandingan melalui VAR (Video Assistant Referee).
"Wasit mungkin merasa tidak ada kontak yang cukup kuat untuk dianggap pelanggaran. Jika ada keraguan, VAR seharusnya dipanggil, tapi dalam kasus ini tampaknya tidak ada keraguan dari wasit utama," ujar Clattenburg dalam analisisnya.
Dampak bagi Persaingan Papan Atas
Kekalahan ini membuat United kehilangan peluang untuk mengejar posisi empat besar klasemen. Sementara itu, Manchester semakin memperkuat posisi mereka di puncak dengan selisih 5 poin dari Arsenal yang berada di posisi kedua.
"Kami tahu setiap pertandingan penting, terutama melawan tim seperti Manchester City. Kekalahan ini tentu saja frustrasi, tapi kami harus terus maju. Masih banyak pertandingan tersisa dan kami harus fokus untuk meraih kemenangan di laga selanjutnya," tambah Martinez.
Manajer United, Erik ten Hag, dalam konferensi pers usai pertandingan, mencoba menenangkan situasi dengan menyoroti performa timnya yang positif meski harus menelan kekalahan.
"Saya pikir kami bermain dengan baik, terutama di babak pertama. Kami menciptakan peluang dan unggul. Tapi satu kesalahan di babak kedua membuat kita kebobolan. Itu sepak bola, dan kami harus terima keputusan wasit," ujar Ten Hag.
Manchester United akan segera kembali bertanding pada akhir pekan ini saat mereka menjamu Leicester City di Old Trafford. Sementara itu, Manchester City akan berhadapan dengan Burnley di Etihad Stadium.
Komentar (0)