19, 2026
Teknologi

Legislator Kritik BMKG: Pakai Bahasa yang Mudah Dimengerti

Sandi Setiawan
Sandi Setiawan Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Legislator Kritik Kinerja BMKG: Komunikasi Informasi Cuaca Perlu Disederhanakan

Para anggota DPR menyoroti kinerja Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam menyampaikan informasi cuaca kepada masyarakat. Komisi IV DPR RI yang membidangi pertahanan, luar negeri, komunikasi, dan informatika mengkritik cara BMKG menyampaikan prakiraan cuaca yang dinilai terlalu teknis dan sulit dipahami oleh masyarakat umum.

Dalam rapat dengar pendapat dengan BMKG di kompleks parlemen, Senin (15/5), legislator menilai informasi cuaca yang sering menggunakan istilah teknis seperti "adiabatis kering", "lapisan inversi", atau "konveksi" membuat masyarakat bingar. Padahal, informasi tersebut seharusnya dapat disampaikan dengan bahasa yang lebih sederhana namun tetap akurat.

Kritik Terhadap Komunikasi Publik

Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Ahmad Riza Patria, menyatakan bahwa BMKG perlu melakukan pendekatan komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat. "BMKG harus bisa menyampaikan informasi cuaca dengan bahasa yang mudah dipahami oleh semua kalangan. Jangan menggunakan istilah teknis yang membuat orang bingar," ujarnya.

Ia mencontohkan, informasi tentang potensi hujan lebat dengan angin kencang seharusnya disampaikan secara jelas dan langsung, tanpa perlu melalui istilah meteorologi yang rumit. "Kita minta BMKG bisa menyederhanakan bahasanya tanpa kehilangan akurasi informasi. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat memahami ancaman cuaca dan mengambil langkah pencegahan yang tepat," tambah Riza.

Tanggapan BMKG

Menanggapi kritik tersebut, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengakui adanya kendala dalam komunikasi publik. Ia menjelaskan bahwa BMKG telah berupaya menyederhanakan bahasa dalam informasi cuaca, namun masih menemukan kesulitan menemukan keseimbangan antara kesederhanaan dan ketepatan teknis.

"Kami sudah berusaha menyampaikan informasi dengan bahasa yang lebih sederhana. Namun, ada beberapa parameter cuaca yang memang membutuhkan istilah teknis agar tidak kehilangan makna," jelas Dwikorita.

Ia menambahkan bahwa BMKG sedang mengembangkan sistem informasi yang lebih ramah pengguna, termasuk aplikasi mobile dan layanan notifikasi yang dapat disesuaikan dengan tingkat pemahaman masyarakat. "Kami akan terus berinovasi dalam menyampaikan informasi cuaca agar lebih mudah diakses dan dipahami," ujarnya.

Upaya Penyederhanaan Informasi

Dwikorita menjelaskan bahwa BMKG telah melakukan beberapa langkah untuk menyederhanakan informasi cuaca. Salah satunya adalah dengan mengembangkan sistem peringatan dini yang menggunakan kode warna dan simbol yang mudah dipahami.

"Kami menggunakan kode warna biru untuk peringatan dini kuning, oranye untuk merah, dan merah untuk peringatan dini merah. Selain itu, kami juga menggunakan ikon cuaca yang universal sehingga mudah dipahami oleh semua orang," terangnya.

Selain itu, BMKG juga aktif menggunakan media sosial untuk menyampaikan informasi cuaca dengan bahasa yang lebih santun dan mudah dipahami. "Kami aktif di Twitter, Instagram, dan Facebook untuk menyampaikan informasi cuaca dengan bahasa yang lebih ramah. Kami juga bekerja sama dengan influencer dan selebgram untuk menyebarkan informasi tersebut," tambah Dwikorita.

Pendapat Para Ahli

Para ahli komunikasi setuju dengan kritik yang disampaikan DPR. Menurut Prof. Dr. Surya Darma, seorang ahli komunikasi dari Universitas Indonesia, penyampaian informasi publik harus mempertimbangkan tingkat pemahahan audiens.

Ia menambahkan bahwa penyederhanaan bahasa tidak berarti meremehkan kemampuan masyarakat. Sebaliknya, itu adalah bentuk penghargaan terhadap hak masyarakat untuk memahami informasi yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Langkah Selanjutnya

Menanggapi masukan dari berbagai pihak, BMKG berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas komunikasi publik. Dwikorita menyatakan bahwa BMKG akan mengadakan workshop internal untuk melatih staf dalam menyampaikan informasi dengan bahasa yang lebih sederhana.

"Kami akan mengadakan pelatihan komunikasi untuk seluruh staf BMKG agar mereka dapat menyampaikan informasi cuaca dengan bahasa yang mudah dipahami. Kami juga akan berkoordinasi dengan para ahli komunikasi untuk mendapatkan masukan yang lebih baik," ujarnya.

Selain itu, BMKG juga berencana untuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam proses penyampaian informasi cuaca. "Kami akan melakukan survei untuk mengetahui kebutuhan informasi masyarakat dan bagaimana cara terbaik untuk menyampaikannya. Kami juga akan membuka jalur umpan balik agar masyarakat dapat memberikan saran dan masukan," tambah Dwikorita.

Dengan berbagai upaya tersebut, diharapkan informasi cuaca dari BMKG dapat lebih mudah dipahami oleh masyarakat dan membantu mereka dalam menghadapi berbagai kondisi cuaca yang seringkali tidak menentu.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Sandi Setiawan

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter