17, 2026
Nasional

Lahan Sydney Makin Langka, Kawasan Roselands Jadi Incaran Investor Properti RI

Vino Pratama
Vino Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Lahan Sydney Makin Langka, Kawasan Roselands Jadi Incaran Investor Properti RI

Pasar properti Sydney menghadapi tantangan baru dengan semakin menyusutnya lahan kosong yang tersedia. Salah satu kawasan yang kini menjadi incaran investor properti dari Indonesia adalah Roselands, sebuah pinggiran kota yang terletak sekitar 12 kilometer dari pusat bisnis Sydney. Kawasan ini menarik perhatian karena potensi pengembangannya yang masih besar dibandingkan area-area lain di sekitar Sydney.

Menurut laporan terbaru dari Dewan Properti Australia (Property Council of Australia), lahan kosong di wilayah metropolitan Sydney telah menurun drastis dalam lima tahun terakhir. Harga tanah di kawasan ini terus melambung, membuat para pengembang lokal dan internasional terus mencari alternatif di pinggiran kota yang masih memiliki potensi.

Potensi Investasi Menjanjikan

Roselands, yang dikenal sebagai pusat perbelanjaan besar di era 1970-an, kini mengalami transformasi menjadi kawasan hunian berkualitas tinggi. Dengan akses transportasi yang memadai melalui jalur kereta api dan jaringan jalan tol, kawasan ini menawarkan lokasi strategis bagi para pekerja yang bekerja di pusat kota namun mencari hunian dengan harga lebih terjangkau.

"Kami melihat potensi besar di Roselands karena masih ada banyak ruang untuk pengembangan perumahan dan komersial," ujar James Chen, seorang analis properti internasional yang telah memantau pasar Sydney selama lebih dari satu dekade. "Harga properti di sini masih relatif lebih rendah dibandingkan dengan pinggiran kota lain yang telah berkembang pesat seperti Parramatta atau Chatswood."

Data dari Biro Statistik Australia menunjukkan bahwa populasi di kawasan Canterbury-Bankstown, di mana Roselands berada, diperkirakan akan meningkat sebesar 25% dalam 20 tahun ke depan. Pertumbuhan populasi ini otomatis akan menuntut lebih banyak hunian baru, sehingga investasi di kawasan ini dianggap sangat prospektif.

Min Investor Indonesia Terus Meningkat

Trend investasi properti di Sydney oleh warga Indonesia tidak baru, namun fokusnya kini bergeser dari kawasan pusat ke area yang masih memiliki ruang pertumbuhan. Beberapa pengembang properti asal Indonesia telah membeli sejumlah lahan di Roselands untuk membangun proyek perumahan bertaraf internasional.

"Kami melihat adanya peluang untuk mengembangkan perumahan dengan konsep yang memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang tinggal di Sydney," kata Budi Santoso, Direktur Utama PT Properti Nusantara, salah satu pengembang asal Indonesia yang telah masuk ke pasar Sydney. "Kami merencanakan membangun cluster perumahan dengan fasilitas yang lengkap dan akses mudah ke pusat kota."

Pemerintah New South Wales juga mendukung pengembangan di kawasan ini melalui program "Urban Growth" yang mendorong pembangunan di area pinggiran kota dengan infrastruktur yang memadai. Program ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan di pusat kota sambil memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan di seluruh wilayah metropolitan.

Tantangan dan Peluang

Meskipun menjanjikan, investasi di Roselands juga menghadapi beberapa tantangan. Persaingan sengit antar pengembang dan regulasi ketat dari pemerintah setempat menjadi hal yang perlu diperhatikan. Selain itu, isu perubahan iklim dan kenaikan suhu di musim panas juga menjadi pertimbangan dalam merancang bangunan hunian.

"Para investor perlu memahami karakteristik pasar lokal dan mempertimbangkan faktor jangka panjang," tambah James Chen. "Regulasi perencanaan di Australia sangat ketat, terutama terkait dengan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan."

Bagi investor Indonesia, memahami dinamika pasar lokal sangat penting. Beberapa pengembah asal Indonesia telah bekerja sama dengan perusahaan lokal untuk memastikan proyek mereka memenuhi standar dan regulasi yang berlaku.

Masa Depan Roselands

Dengan berbagai proyek pengembangan yang sedang berlangsung, Roselands diperkirakan akan mengalami transformasi signifikan dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan. Selain perumahan, kawasan ini juga direncanakan akan memiliki pusat komersial baru, ruang terbuka hijau, dan fasilitas umum lainnya.

"Kami berharap Roselands dapat menjadi contoh pengembangan kawasan pinggiran yang berkelanjutan dan berorientasi pada komunitas," kata sepekan pejabat dari dewan setempat. "Kami bekerja sama dengan pengembang untuk memastikan bahwa setiap proyek memberikan kontribusi positif bagi masyarakat setempat."

Dengan semakin langkannya lahan di pusat Sydney dan potensi yang masih besar di kawasan seperti Roselands, tidak mengherankan jika kawasan ini terus menjadi incaran investor baik dari dalam maupun luar negeri. Bagi investor Indonesia, Roselands menawarkan peluang emas untuk masuk ke pasar properti Sydney dengan risiko yang relatif lebih terkontrol.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Vino Pratama

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter