Kualitas udara di Kota Jambi dalam beberapa hari terakhir tercatat memburuk dan masuk kategori sangat tidak sehat berdasarkan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). Berdasarkan standar Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kualitas udara berada pada kategori sangat tidak sehat apabila nilai ISPU berkisar antara 201 hingga 300. Kondisi ini ditandai dengan kabut asap yang menyelimuti sejumlah kecamatan, menurunnya jarak pandang di berbagai titik, serta meningkatnya keluhan gangguan pernapasan di kalangan warga. Pemerintah Kota Jambi menanggapi kondisi ini dengan mengeluarkan imbauan resmi agar masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat beraktivitas.

Penyebab Memburuknya Kualitas Udara

Memburuknya kualitas udara di Kota Jambi diduga kuat dipicu oleh meluasnya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah kabupaten tetangga. Angin yang bertiup dari arah selatan dan tenggara membawa asap kiriman menuju wilayah perkotaan sehingga konsentrasi partikel debu halus atau PM2.5 di udara meningkat tajam. Pada kategori sangat tidak sehat, paparan asap dalam jangka waktu tertentu dapat merugikan kesehatan bagi sejumlah segmen masyarakat, terutama mereka yang beraktivitas lama di luar ruangan. Kondisi ini diperparah oleh minimnya curah hujan dan tingginya suhu udara yang mempercepat penyebaran asap ke berbagai penjuru kota.

Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi menyatakan bahwa titik panas atau hotspot masih terdeteksi di sejumlah lokasi, terutama di area lahan gambut yang rawan terbakar pada musim kemarau. Petugas gabungan dari unsur TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah terus melakukan pemadaman serta patroli pencegahan di lapangan. Kendala utama yang dihadapi adalah akses menuju lokasi kebakaran yang sulit dijangkau serta karakteristik lahan gambut yang membuat api mudah menyebar di bawah permukaan tanah meskipun api di permukaan telah padam.

Dampak terhadap Kesehatan Masyarakat

Paparan asap dalam jangka waktu lama menimbulkan risiko kesehatan yang serius, terutama bagi kelompok rentan. Dinas Kesehatan Kota Jambi mencatat peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di sejumlah puskesmas dan rumah sakit. Sejumlah puskesmas melaporkan kenaikan jumlah pasien ISPA yang signifikan dibandingkan hari-hari biasa. Warga yang sebelumnya tidak memiliki riwayat penyakit pernapasan juga mulai merasakan gangguan kesehatan seperti batuk, iritasi mata, dan sesak napas setelah beraktivitas di luar ruangan.

  • Anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita asma menjadi kelompok paling rentan terdampak kabut asap.
  • Gejala umum yang banyak dialami warga meliputi batuk kering, nyeri tenggorokan, mata perih, dan kelelahan.
  • Paparan partikel halus PM2.5 dalam konsentrasi tinggi dapat memperburuk penyakit jantung dan paru-paru.

Rumah sakit dan puskesmas di Kota Jambi disiagakan untuk menangani lonjakan pasien akibat gangguan pernapasan. Tenaga kesehatan juga diminta memperkuat layanan pengobatan dan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara melindungi diri dari paparan asap. Warga yang mengalami keluhan berat seperti sesak napas berkepanjangan diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat.

Langkah Pemerintah dan Imbauan bagi Warga

Pemerintah Kota Jambi telah mengambil sejumlah langkah untuk memitigasi dampak kabut asap. Sekolah-sekolah diminta menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi udara, termasuk mengizinkan pembelajaran jarak jauh apabila kualitas udara terus memburuk. Instansi pemerintah juga mengimbau pegawainya untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan dan membatasi agenda yang tidak mendesak. Sementara itu, petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan dikerahkan untuk mempercepat penanganan titik api agar asap tidak semakin pekat.

  • Menggunakan masker, terutama masker medis, saat berada di luar ruangan.
  • Menutup jendela rumah dan menjaga kebersihan ruangan agar asap tidak mudah masuk.
  • Memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh.
  • Segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami sesak napas atau keluhan pernapasan berat.
  • Melaporkan titik api atau asap tebal di lingkungan sekitar kepada petugas terkait.

Masyarakat Kota Jambi diharapkan tetap tenang dan terus mengikuti perkembangan informasi resmi dari pemerintah daerah. Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun karena dapat memperparah kondisi kualitas udara. Pemantauan terhadap kualitas udara akan terus dilakukan secara berkala hingga kondisi kembali normal dan nilai ISPU turun ke level yang lebih aman bagi kesehatan masyarakat. Pemerintah daerah juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat dalam upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan agar kabut asap segera teratasi.