19, 2026
Nasional

Kronologi Rombongan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Fajar Hidayat
Fajar Hidayat Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Kronologi Rombongan Jurnalis Hilang Kontak di Selat Sunda

Sebuah operasi peliputan yang dimulai dengan harapan untuk menghadirkan berita kepada publik, berubah menjadi keresahan ketika rombongan jurnalis hilang kontak di Selat Sunda. Rombangan yang terdiri dari lima orang jurnalis dari berbagai media massa ini melapor terakhir kali pada Sabtu (15/7) sekitar pukul 14.30 WIB, sebelum komunikasi terputus secara tiba-tiba.

Perjalanan Menuju Lokasi Peliputan

Rombongan jurnalis tersebut berangkat dari Jakarta pada Jumat (14/7) pagi menggunakan kapal cepat KM Nusantara Sejahtera. Mereka bertujuan meliput aktivitas pelayaran dan kehidupan nelayan di sekitar Selat Sunda, sebuah jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera. Kapal yang digunakan dilaporkan dalam kondisi baik dan dilengkapi dengan al komunikasi lengkap.

Menurut rencana awal, rombongan akan menghabiskan dua hari di perairan Selat Sunda sebelum kembali ke Jakarta pada Minggu (16/7). Mereka sempat mengirim beberapa laporan dan foto dari lokasi peliputan pada Jumat malam dan Sabtu siang, sebelum komunikasi terakhir terjadi.

Kehilangan Kontak dan Pencarian

Komunikasi terakhir dengan rombongan terjadi pada Sabtu pukul 14.30 WIB ketika kapal melapor berada di posisi koordinat 5°50' LS, 104°50' BT, sekitar 70 mil barat daya dari Pelabuhan Tanjung Priok. Setelah itu, tidak ada lagi komunikasi masuk dari KM Nusantara Sejahtera meskipun upaya pengiriman pesan dilakukan secara berkala.

Ketika kapal tidak kembali pada waktu yang dijadwalkan, pihak keluarga dan redaksi mulai cemas. Pencarian informal dimulai pada Minggu (16/7) sore dengan menghubungi kapal-kapal lain yang berlayar di sekitar rute yang sama. Namun, tidak ada informasi yang berhasil diperoleh hingga Senin (17/7) pagi.

Respon Resmi dan Pencarian Lepas Pantai

Berdasarkan laporan keluarga, pada Senin (17/7) pukul 09.00 WIB, pihak kepolisian dan Basarnas resmi menerima laporan hilangnya rombongan jurnalis. Kepala Basarnas Bambang Soelistyo mengatakan bahwa tim SAR langsung diterjunkan untuk melakukan pencarian di area yang dilaporkan terakhir kali menjadi posisi kapal.

"Kami telah mengaktifkan tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI AL, dan Polri. Pencarian dilakukan secara menyeluruh mulai dari permukaan hingga di bawah air," ujar Bambang dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (17/7) siang.

Pencarian melibatkan beberapa kapal patroli TNI AL, pesawat udara Basarnas, dan kapal-kapal nelayan setempat. Area pencarian diperkirakan mencakup wilayah seluas 1.000 kilometer persegi di sekitar titik terakhir kali kapal dilaporkan berada.

Kondisi Cuaca dan Potensi Risiko

Menurut data dari BMKG, pada saat kejadian, wilayah Selat Sunda mengalami kondisi cuaca yang tidak stabil. Angin keringin dengan kecepatan hingga 25 knot dan tinggi gelombang mencapai 2-3 meter melanda wilayah tersebut, yang berpotensi membahayakan navigasi kapal kecil.

Selat Sunda memang dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran yang rawan. Selain kondisi cuaca yang sering berubah, arus laut yang cukup kuat dan adanya kerapuhan beberapa rute pelayaran membuat area ini menjadi sulit ditempuh bagi kapal-kapal yang tidak dilengkapi dengan navigasi yang memadai.

Status Korban dan Upaya Pencarian Berlanjut

Rombongan jurnalis yang hilang terdiri dari tiga pria dan dua wanita. Mereka adalah wartawan dari dua media cetak besar dan satu stasiun televisi. Beberapa di antaranya adalah jurnalis berpengalaman yang sering meliput di berbagai daerah sulit dijangkau.

Kepala Redaksi salah satu media yang kehilangannya salah seorang jurnalis mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan keluarga korban dan pihak berwenang. "Kami berharap agar pencarian segera membuahkan hasil dan rekan-rekan kami ditemukan dalam keadaan selamat," ujarnya.

Sementara itu, masyarakat dan rekan wartawan dari berbagai media turut menggelar doa bersama untuk keselamatan rombongan jurnalis yang hilang kontak di Selat Sunda. Pencarian masih berlanjut dengan harapan korban bisa ditemukan segera.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Fajar Hidayat

Penulis berita kesehatan nasional dan kebijakan layanan medis.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter