Kriyanusa 2026, Dekranas Dorong Perajin Tembus Pasar Global
Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) melalui Dewan Kerajinan Nasional Republik Indonesia (Dekranas) menggelar program Kriyanusa 2026 yang bertujuan untuk mendorong produk kreatif perajin Indonesia bersaing di pasar global. Program ini merupakan lanjutan dari kesuksesan program serupa sebelumnya yang telah membantu banyak perajin naik kelas dan menembus pasar internasional.
Direktur Jenderal Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kementerian Koperasi dan UKM, Rina Pudjiastuti, mengatakan bahwa program Kriyanusa 2026 akan fokus pada tiga pilar utama, yaitu pengembangan desain, peningkatan kualitas produk, dan akses pasar. Menurutnya, potensi industri kerajinan di Indonesia sangat besar namun masih banyak perajin yang kesulitan memasarkan produknya secara global.
Peningkatan Kapasitas Perajin
Program ini akan memberikan pelatihan komprehensif bagi perajin untuk meningkatkan kualitas produknya. Pelatihan mencakup aspek desain inovatif, penggunaan bahan baku berkualitas, teknologi produksi yang efisien, serta pemahaman standar internasional seperti ISO dan fair trade. "Kami ingin perajin tidak hanya pandai membuat produk tetapi juga memahami apa yang dibutuhkan pasar global," ujar Rina dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Jakarta.
Selain pelatihan teknis, Dekranas juga akan membentuk tim konsultan yang terdiri dari para ahli desain internasional, ahli pasar, dan praktisi industri kreatif untuk memberikan bimbingan langsung kepada perajin. Tim ini akan melakukan asesmen terhadap produk-produk yang dipamerkan dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan lebih lanjut.
Akses Pasar Global
Salah satu program unggulan dalam Kriyanusa 2026 adalah penyelenggaraan pameran internasional yang akan diadakan di beberapa negara seperti Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara di Eropa. Pameran ini bertujuan untuk memperkenalkan produk kerajinan Indonesia kepada pasar global serta mencari calon distributor dan mitra bisnis.
Dekranas juga bekerja sama dengan platform e-commerce internasional untuk membuka ruang bagi perajin Indonesia menjual produknya secara online. "Kami sedang dalam pembicaraan dengan beberapa platform e-commerce terbesar dunia untuk membuat khusus bagi produk kerajinan Indonesia," tambah Rina.
Pembiayaan dan Inovasi Produk
Untuk mendukung kelancaran program ini, Kemenkop UKM menyediakan dana hibah dan pembiayaan dengan suku bunga rendah bagi perajin yang terpilih dalam program. Dana ini digunakan untuk pengembangan produk, pembelian alat produksi, dan ekspansi usaha.
Selain itu, program ini juga mendorong inovasi produk dengan memadukan antara motif tradisional Indonesia dengan tren global. "Kami ingin produk Indonesia tidak hanya dianggap sebagai oleh-oleh tetapi sebagai produk kelas dunia yang memiliki nilai seni dan budaya tinggi," jelas Rina.
Tantangan dan Peluang
Meskipun memiliki potensi besar, industri kerajinan Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan di pasar global. Beberapa di antaranya adalah persaingan harga dari negara-negara pesaing seperti Vietnam dan India, serta kesulitan dalam memenuhi permintaan skala besar dari pasar internasional.
Untuk mengatasi tantangan ini, program Kriyanusa 2026 juga memfasilitasi pembentukan kelompok usaha bersama (koperasi) antar perajin. Dengan bergabung dalam koperasi, perajin dapat meningkatkan kapasitas produksi, memenuhi order dalam jumlah besar, serta memiliki bargaining power yang lebih tinggi dalam negosiasi harga.
Kepala Dekranas, Titi Handayani, menambahkan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pendapatan perajin tetapi juga untuk melestarikan budaya Indonesia melalui produk kerajinannya. "Kriyanusa 2026 adalah bentuk komitmen kami untuk mengangkat derajat industri kreatif Indonesia di mata dunia," ujarnya.
Program ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan bagi perekonomian Indonesia, khususnya di sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi negara. Dengan dukungan yang tepat, perajin Indonesia diharapkan dapat bersaing di pasar global dan membawa nama baik Indonesia di dunia internasional.
Komentar (0)