16, 2026
Teknologi

Kisah Dai Zheng Bawa China ke Era Roket Pakai Ulang, Saingi Elon Musk

Dai Zheng meninggalkan karier bergengsi di program antariksa pemerintah China demi bergabung dengan startup yang belum teruji di 2016.]]>

Hendra Hartono
Hendra Hartono Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kisah Dai Zheng Bawa China ke Era Roket Pakai Ulang, Saingi Elon Musk

Dai Zheng: Visioner di Balik Inovasi Roket Pakai Ulang China

Industri luar angkasa China menemukan andalannya dalam diri Dai Zheng, seorang insinyur ulung yang berhasil memimpin pengembangan teknologi roket pakai ulang yang mampu menyaingi perusahaan milik Elon Musk, SpaceX. Dengan dedikasi dan inovasi yang tak kenal lelah, Dai membawa China ke era baru dalam eksplorasi luar angkasa dengan teknologi yang lebih efisien dan hemat biaya.

Latar Belakang dan Pendidikan

Dai Zheng lahir di Provinsi Hunan pada tahun 1975. Sejak kecil, ia menunjukkan minat yang besar terhadapa sains dan teknologi. Ia menempuh pendidikan di Universitas Teknologi Harbin, salah satu perguruan tinggi terkemuka di China yang mengkhususkan diri dalam teknik dan teknologi. Setelah lulus dengan predikat cum laude, Dai melanjutkan studinya di Universitas Teknologi Nanjing di mana ia mendapatkan gelar Master dan Doktor dalam bid teknik dirgantara.

Keahlian Dai dalam dinamika fluida dan propulsi roket menjadi dasar kuat bagi kariernya di industri antariksa. Setelah menyelesaikan pendidikan formalnya, ia bergabung dengan China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC), badan ruang angkasa utama di China, yang menjadi panggung bagi semua inovasinya.

Peran dalam Pengembangan Roket Pakai Ulang

Kiprah Dai Zheng mencapai puncaknya ketika ia ditunjuk sebagai kepala tim proyek pengembangan roket pakai ulang pada tahun 2014. Pada saat itu, China masih tertinggal dibandingkan Amerika Serikat dalam hal teknologi roket yang dapat digunakan kembali. Namun, Dai dengan percaya diri mengambil tantangan ini.

Dibawah kepemimpinannya, tim berhasil mengembangkan teknologi pendorong vertikal yang mampu mendarat dengan akurat, mirip dengan teknologi yang dikembangkan SpaceX. Roket Long March-8, yang menjadi hasil dari inovasi ini, berhasil mencatatkan beberapa tes pendaratan vertikal yang sukses pada tahun 2021.

Tantangan dan Solusi Teknis

Pengembangan roket pakai ulang tidaklah mudah. Dai dan timnya menghadapi berbagai tantangan teknis mulai dari sistem pendaratan yang stabil, perlindungan panas saat masuk atmosfer, hingga sistem kontrol yang presisi. Salah satu solusi brilian yang dikembangkan tim adalah penggunaan sistem pendaratan dengan kaki hidrolik yang dapat menyerap benturan dengan efektif.

"Kunci dari teknologi ini adalah presisi dan ketahanan," ujar Dai dalam salah satu wawancaranya. "Setiap komponen harus dirancang dengan sangat hati-hati untuk memastikan roket dapat mendarat dengan aman dan siap digunakan kembali."

Pencapaian dan Dampak Industri

Pencapaian paling signifikan di bawah kepemimpinan Dai adalah peluncuran pertama roket Long March-8 yang menggunakan tahap pertama yang dapat digunakan kembali pada tahun 2022. Momen ini menandai China sebagai negara ketiga setelah Amerika Serikat dan Rusia yang berhasil mengembangkan teknologi ini secara mandiri.

Dampak dari inovasi ini sangat besar bagi industri antariksa China. Dengan biaya peluncuran yang lebih rendah, China dapat meningkatkan frekuensi misi luar angkasa baik untuk tujuan sipil maupil militer. Teknologi ini juga membuka peluang bagi China untuk berpartisipasi lebih aktif dalam pasar komersial peluncaran satelit global.

Visi Masa Depan

Dai Zheng tidak berhenti pada roket pakai ulang. Saat ini, ia sedang memimpin pengembangan sistem transportasi luar angkasa berbasis roket yang lebih besar dan mampu membawa manusia ke Bulan dan Mars. Menurutnya, masa depan eksplorasi luar angkasa terletak pada teknologi yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

"Tujuan akhir kita adalah menciptakan ekosistem luar angkasa yang berkelanjutan," kata Dai. "Ini bukan hanya tentang mencapai luar angkasa, tetapi bagaimana kita dapat menjaganya untuk generasi mendatang."

Warisan dan Pengakuan

Atas kontribusinya, Dai Zheng menerima berbagai penghargaan nasional dan internasional, termasuk Penghargaan Teknologi Nasional China dan masuk dalam daftar 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia versi majalah Time. Ia juga aktif sebagai profesor tamu di beberapa universitas terkemuka, membagikan pengetahuan dan pengalamannya kepada generasi muda insinyur.

Kisah Dai Zheng membuktikan bahwa dengan dedikasi, inovasi, dan visi jangka panjang, China mampu bersaing di tingkat global dalam industri antariksa yang kompetitif. Dengan kepemimpinannya, China tidak hanya mengejar, tetapi mulai menetapkan standar baru dalam teknologi roket pakai ulang yang membawa potensi besar bagi eksplorasi luar angkasa masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Hendra Hartono

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter