02, 2026
Olahraga

Ketum KONI Pusat Sambut Positif Kejuaraan Pacu Kuda di Aceh

Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn Marciano Norman menyaksikan pertandingan Pacuan Kuda di Lapangan Haji Muhammad Hasan Gayo Blang Bebangka, Aceh Tengah.]]>

Vino Pratama
Vino Pratama Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Ketum KONI Pusat Sambut Positif Kejuaraan Pacu Kuda di Aceh

Ketua Umum KONI Pusat Apresiasi Penyelenggaraan Kejuaraan Pacu Kuda di Aceh

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, Marciano Norman, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kejuaraan pacu kuda tradisional yang digelar di Provinsi Aceh. Acara yang menjadi bagian dari rangkaian penyelenggaraan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Aceh ini dianggap sangat positif dalam melestarikan warisan budaya sekaligus mengembangkan olahraga yang menjadi identitas daerah tersebut.

Dalam sambutannya saat membuka kejuaraan pacu kuda yang berlangsung di lapangan pacu kuda Ulee Kareng, Banda Aceh, Marciano Norman menekankan pentingnya menjaga keberagaman budaya melalui olahraga. Menurutnya, pacu kuda bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi juga merupakan wahana untuk melestarikan nilai-nilai budaya yang telah turun temurun di masyarakat Aceh.

Pacu Kuda sebagai Identitas Budaya Aceh

Pacu kuda telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Aceh sejak zaman dahulu. Olahraga ini tidak hanya menampilkan kecepatan kuda, tetapi juga melibatkan adat istiadat, ritual, dan nilai-nilai sosial yang mendalam. Marciano menyoroti bahwa melalui olahraga ini, generasi muda dapat terus mengetahui dan memahami warisan leluhur mereka.

Peran Penting KONI dalam Pengembalian Olahraga Tradisional

Dalam pidatonya, Marciano juga menjelaskan peran KONI dalam mendukung pengembangan olahraga tradisional di Indonesia. Menurutnya, KONI tidak hanya fokus pada olahraga yang telah menjadi cabang olahraga (cabor) resmi di tingkat nasional, tetapi juga terbuka terhadap olahraga daerah yang memiliki nilai budaya tinggi.

Peningkatan Kualitas dan Standarisasi

Marciano Norman menekankan pentingnya peningkatan kualitas dan standarisasi dalam penyelenggaraan pacu kuda. Menurutnya, meskipun merupakan olahraga tradisional, aspek-aspek teknis seperti penilaian, perlengkapan, dan persiapan kuda perlu ditingkatkan untuk mencapai standar yang lebih baik.

Peluang Ekonomi dan Pariwisata

Selain sebagai ajang pelestarian budaya, Marciano melihat pacu kuda memiliki potensi besar dalam mengangkat perekonomian daerah dan pariwisata. Aceh dengan kekayaan budayanya memiliki modal dasar yang kuat untuk mengembangkan pacu kuda sebagai produk wisata yang menarik bagi wisatawan domestik maupun internasional.

Dukungan KONI untuk Olahraga Aceh

Marciano juga menyampaikan komitmen KONI Pusat untuk terus memberikan dukungan bagi pengembangan olahraga di Aceh. Selain pacu kuda, Provinsi Aceh memiliki potensi olahraga lainnya yang dapat dikembangkan untuk mencapai prestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Penyelenggaraan kejuaraan pacu kuda dalam rangkaian Porprov Aceh ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan olahraga tradisional di Indonesia. Dengan dukungan penuh dari KONI Pusat, pacu kuda di Aceh dijaga agar tidak hanya menjadi warisan budaya, tetapi juga menjadi olahraga yang profesional dan berprestasi.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Vino Pratama

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter