18, 2026
Nasional

Kepala BNPB: Karhutla di Kalsel Lebih Terkendali, Tak Sebesar Kalteng dan Kalbar

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/11/6aa3498cadba6-kepala-bnpb-suharyanto_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Galih Nasution
Galih Nasution Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Kepala BNPB: Karhutla di Kalsel Lebih Terkendali, Tak Sebesar Kalteng dan Kalbar

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menyatakan bahwa keadaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan (Kalsel) saat ini lebih terkendali dibandingkan provinsi tetangga seperti Kalimantan Tengah (Kalteng) dan Kalimantan Barat (Kalbar). Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers terkait perkembangan karhutla di wilayah Indonesia.

Suharyanto menjelaskan bahwa sejak awal musim kemarau tahun ini, pihaknya telah mengantisipasi potensi terjadinya karhutla dengan mempersiapkan sumber daya manusia dan alat berat yang memadai. Upaya ini menunjukkan hasil positif di Kalsel dimana luas area terbakar relatif lebih kecil dibandingkan dua provinsi lainnya di Pulau Kalimantan.

Penanganan Karhutla di Kalsel

Menurut Suharyanto, penanganan karhutla di Kalsel berjalan lebih efektif berkat koordinasi yang baik antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, serta instansi terkait seperti TNI/Polri, Basarnas, dan komunitas masyarakat setempat. "Kita telah menerapkan sistem early warning yang lebih canggih dan memperbanyak personel di lapangan untuk segera menangani titik api yang muncul," ujarnya.

Sebanyak 15 unit mobil pemadam kebakaran dan 5 unit helikopter air sudah disiagakan di berbagai titik rawan karhutla di Kalsel. Selain itu, BNPB juga telah mengerahkan 500 personel relawan pemadam kebakaran yang terdiri dari anggota Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.

Data yang dihimpun BNPB menunjukkan bahwa sejak Januari hingga Agustus 2023, total luas area terbakar di Kalsel mencapai 1.200 hektare, jauh lebih rendah dibandingkan Kalteng yang mencapai 8.500 hektare dan Kalbar yang mencapai 6.800 hektare.

Faktor Penyebab dan Dampak

Suharyanto menambahkan bahwa beberapa faktor yang menyebabkan karhutla di Kalsel lebih terkendali adalah curah hujan yang relatif lebih tinggi di beberapa wilayah dan penerapan kebijatan larangan bakar lahan yang lebih ketat. Selain itu, peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya karhutla juga turut berperan dalam menekan jumlah kejadian.

"Meskipun kondisi di Kalsel lebih baik, kita tidak boleh lengah. Potensi kebakaran masih ada terutama di daerah-daerah yang mengalami kekeringan ekstrem," tegasnya.

Dampak karhutla di Kalsel juga relatif lebih terkontrol. Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa akibat kebakaran. Namun, kualitas udara di beberapa kabupaten seperti Hulu Sungai Utara dan Tanah Laut sempat turun menjadi sedang hingga tidak sehat, meski kondisi sudah membaik setelah intervensi pemadaman.

Strategi Jangka Panjang

Untuk mencegah kejadian serangan di masa depan, BNPB bersama pemerintah daerah Kalsel sedang merancang program jangka panjang yang meliputi revitalisasi hutan mangrove, penanaman pohon di lahan terbuka, serta pengembangan sistem pertanian yang tidak menggunakan metode bakar.

Kepala BNPB juga mengapresiasi kolaborasi dengan pihak swasta dan organisasi masyarakat dalam upaya penanggulangan karhutla. Beberapa perusahaan di Kalsel telah mendukung program ini dengan menyediakan alat berat dan personel untuk membantu pemadaman kebakaran.

Suharyanto menegaskan bahwa pemerintah terus berkomitmen untuk menekan angka karhutla di seluruh Indonesia. "Kita akan terus meningkatkan koordinasi dan penyiapan sumber daya agar bencana karhutla tidak lagi meresahkan masyarakat," pungkasnya.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Galih Nasution

Pemerhati energi dan transisi hijau di kawasan Asia Tenggara.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter