02, 2026
Ekonomi

Kementan Minta Tambah Anggaran Rp5 Triliun untuk Kesejahteraan Petani hingga Daya Saing Ekspor

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2025/11/21/69203a2498b7a-mentan-amran_665_374.jpeg" align="left" hspace="7" width="100" />

Farid Saputra
Farid Saputra Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kementan Minta Tambahan Anggaran Rp5 Triliun untuk Kesejahteraan Petani

Kementerian Pertanian (Kementan) mengajukan proposal tambahan anggaran sebesar Rp5 triliun untuk tahun anggaran 2025. Proposal ini disampaikan dalam rapat koordinasi dengan DPR RI dan Komisi IV DPR RI bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan memperkuat daya saing ekspor produk pertanian Indonesia. Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa tambahan anggaran ini menjadi krusial untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi oleh sektor pertanian nasional.

Alasan Penambahan Anggaran

Menurut Amran, sektor pertanian masih menghadapi berbagai masalah struktural yang memerlukan perhatian serius. "Kami membutuhkan tambahan anggaran untuk memperbaiki infrastruktur pertanian, menyediakan akses pembiayaan yang lebih baik bagi petani, serta meningkatkan akses terhadap teknologi pertanian modern," ujarnya dalam rapat koordinasi yang digunakan di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin (19/11/2023).

Proposal tambahan anggaran ini juga ditujukan untuk meningkatkan daya saing produk pertanian Indonesia di pasar global. Amran menjelaskan bahwa berbagai produk pertanian Indonesia memiliki potensi besar untuk diekspor, namun masih banyak hambatan yang perlu diatasi. "Kami perlu meningkatkan kualitas produk standar internasional, memperbaiki sistem logistik, serta memperkuat branding produk pertanian Indonesia di pasar global," tambahnya.

Program yang akan Dilaksanakan

Dengan tambahan anggaran sebesar Rp5 triliun, Kementan berencana melaksanakan berbagai program strategis. Pertama, peningkatan infrastruktur pertanian seperti irigasi, jalan desa pertanian, dan gudang penyimpanan hasil pertanian. Kedua, program pembiayaan bagi petani dengan suku bunga lebih rendah dan jangka waktu lebih panjang. Ketiga, program penguatan kapasitas petani melalui pelatihan dan pendampingan teknologi pertanian.

"Kami juga berencana memperluas program bantuan benih unggul, pupuk subsidi, serta pestisida ramah lingkungan. Selain itu, akan ditingkatkan program pemasaran hasil pertanian baik pasar domestik maupun internasional," jelas Amran.

Untuk meningkatkan daya saing ekspor, Kementan akan fokus pada beberapa komoditas unggulan seperti kelapa sawit, kopi, kakao, karet, dan produk hortikultura. "Kami akan memastikan produk-produk ini memenuhi standar kualitas internasional melalui peningkatan sistem sertifikasi dan kontrol mutu yang lebih ketat," ujar Amran.

Respon dari DPR RI

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan bahwa pihaknya akan mempertimbangkan proposal tambahan anggaran dari Kementan dengan matang. "Kami mengapresiasi langkah Kementan dalam mengajukan proposal ini. Namun, kami perlu memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan petani dan peningkatan ekspor produk pertanian," kata Dasco.

Dasco menambahkan bahwa DPR akan melakukan evaluasi mendalam terhadap rencana anggaran yang diajukan Kementan. "Kami akan memastikan bahwa alokasi anggaran tersebut tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Selain itu, kami juga akan mempertimbangkan potensi anggaran yang ada dan prioritas nasional lainnya," tambahnya.

Tantangan yang Dihadapi

Sektor pertanian Indonesia menghadapi berbagai tantangan yang kompleks. Salah satunya adalah keterbatasan akses petani terhadap teknologi dan modal. Selain itu, infrastruktur pertanian yang masih banyak yang memprihatinkan juga menjadi hambatan utama dalam peningkatan produktivitas.

"Kami juga menghadapi tantangan dari sisi perubahan iklim yang semakin tidak menentu. Iklim ekstrem seperti kekeringan dan banjir sering terjadi, yang berdampak langsung pada produksi pertanian. Oleh karena itu, kita perlu memperkuat sistem pertanian yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim," jelas Amran.

Di sisi lain, persaingan di pasar global semakin ketat. Negara-negara pesaing seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia terus meningkatkan kualitas dan standar produk pertaniannya. "Oleh karena itu, kita perlu terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk kita agar bisa bersaing di pasar global," tambahnya.

Target Kesejahteraan Petani

Dengan tambahan anggaran ini, Kementan menargetkan kesejahteraan petani dapat meningkat signifikan. Target yang ingin dicapai antara lain peningkatan pendapatan petani sebesar 20% pada tahun 2025, penurunan angka kemiskinan di sektor pertanian sebesar 15%, serta peningkatan ekspor produk pertanian sebesar 25%.

"Kami percaya dengan tambahan anggaran ini, sektor pertanian dapat menjadi motor penggerak perekonomian Indonesia yang lebih kuat. Tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional," pungkas Amran.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Farid Saputra

Reporter lapangan yang kerap menyoroti UMKM dan ekonomi kerakyatan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter