Kemenimipas Galang Dana dari Jajaran untuk Korban Gempa NTT, Terkumpul Rp 1,8 M
Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) menggelakan aksi galang dana bagi korban gempa bumi yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT). Aksi yang dilaksanakan pada Selasa (5/12) ini berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 1,8 miliar. Dana tersebut akan disalurkan kepada para korban gempa yang masih membutuhkan bantuan.
Kepala Biro Komunikasi Kemenkumham, Rika Widyaningrum, mengatakan bahwa aksi galang dana ini merupakan inisiatif internal dari jajaran kementerian. "Aksi ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kita terhadap saudara-saudara di NTT yang terkena musibah gempa bumi," ujar Rika dalam keterangannya.
Aksi galang dana ini berlangsung di aula lantai 2 Gedung C Kemenkumham. Hadir dalam kegiatan ini Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly beserta pejabat eselon I dan II di lingkungan kementerian. Para peserta memberikan sumbangan secara sukarela dalam bentuk uang tunai dan juga donasi melalui transfer rekening.
Mekanisme Penyaluran Dana
Rika menjelaskan bahwa mekanisme penyaluran dana telah disiapkan dengan matang. Tim khusus akan dibentuk untuk memastikan dana tersebut tepat sasaran. "Kami akan bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat dan juga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam penyaluran dana," tambahnya.
Dana yang terkumpul akan digunakan untuk berbagai kebutuhan mendesak korban gempa. Beberapa di antaranya adalah pembelian tenda sementara, paket sembako, air bersih, serta bantuan kesehatan. Selain itu, sebagian dana akan disiapkan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang rusak akibat gempa.
Respons Positif dari Jajaran
Respons terhadap aksi galang dana ini sangat positif. Banyak pejabat dan pegawai Kemenkumham yang antusias turut serta memberikan donasi. Menteri Yasonna Laoly menjadi contoh dengan memberikan sumbangan paling besar mencapai Rp 50 juta.
"Kita harus solid dan peduli satu sama lain, terutama dalam menghadapi musibah seperti ini. Kemenkumham sebagai lembaga penegak hukum juga harus menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat," ujar Yasonna saat membacakan sambutannya dalam acara tersebut.
Latar Belakang Gempa NTT
Gempa bumi yang mengguncang NTT pada November lalu memiliki kekuatan 6,1 magnitudo. Gempa tersebut berpusat di laut dengan kedalaman 10 kilometer. Akibatnya, sejumlah rumah dan infrastruktur di beberapa kecamatan di Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Barat Daya rusak.
Menurut data BNPB, gempa tersebut mengakibatkan satu orang tewas, 20 orang luka-luka, dan sekitar 1.500 jiwa mengungsi. Sebanyak 450 unit rumah rusak berat, 600 unit rusak sedang, dan 350 unit rusak ringan. Selain itu, 25 fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas juga mengalami kerusakan.
Komitmen Kemenkumham
Kemenkumham menegaskan komitmennya terus membantu korban bencana alam. Selain aksi galang dana, kementerian juga akan menyiapkan tim psikososial untuk memberikan dukungan mental bagi para korban dan keluarganya.
"Kita tidak hanya memberikan bantuan materiil, tetapi juga dukungan psikologis. Trauma akibat bencana bisa berdampak jangka panjang jika tidak ditangani dengan baik," jelas Rika.
Dengan adanya aksi ini, diharapkan dapat menginspirasi lembaga dan masyarakat lainnya untuk turut membantu korban gempa di NTT. Kemenkumham berencana akan mengadakan serangkaian kegiatan serupa dalam waktu dekat untuk terus memberikan dukungan kepada korban bencana di berbagai daerah di Indonesia.
Komentar (0)