Keluarga Korban Kapal Arupadhatu 1 Tabur Bunga di Laut
Keluarga korban kapal tenggelam Arupadhatu 1 menggelar upacara tabur bunga di perairan Selat Sunda, Kamis (15/7/2023). Acara yang penuh haru tersebut dilakukan untuk mengenang 23 korban yang masih hilang sejak kapal penumpang tersebut tenggelam pada Sabtu (10/7/2023). Upacara ini turut dihadiri oleh beberapa anggota DPR, pejabat Kementerian Perhubungan, serta para penyelamat yang masih terus melakukan pencarian.
Proses Pencarian Terus Berlanjut
Pencarian korban kapal Arupadhatu 1 yang tenggelam di perairan Selat Sunda masih terus dilakukan. Tim SAR gabungan dari TNI AL, Basarnas, dan Badan SAR Daerah (Basarnas) terus memantau lokasi kejadian dengan menggunakan beberapa kapal patroli dan pesawat udara. Hingga Kamis siang, total 23 orang masih dinyatakan hilang setelah kapal penumpang tersebut mengalami kecelakaan di perairan Selat Sunda.
Kapal Arupadhatu 1 yang membawa 43 penumpang dan 12 awak mengalami kecelakaan pada Sabtu (10/7/2023) sekitar pukul 14.30 WIB. Berdasarkan keterangan dari Kepala Basarnas, Henky Thunggul, kondisi cuaca buruk di lokasi kejadian diduga menjadi pemicu tenggelamnya kapal tersebut.
Keluarga Korban Terus Menanti
Upacara tabur bunga yang digelar keluarga korban ini menjadi bentuk pelepasan dan penghormatan terakhir bagi para korban yang masih dinyatakan hilang. Ratusan keluarga korban yang hadir di dermaga Pelabuhan Rakyat Muara Angke, Jakarta Utara, menyaksikan momen haru tersebut dengan penuh air mata.
Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah memerintahkan pihaknya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terkait kecelakaan kapal Arupadhatu 1. Pemerintah juga telah membentuk tim khusus untuk menyelidiki penyebab kecelakaan tersebut.
Proses Evakuasi Korban Selasa Terus Berlanjut
Selain proses pencarian, proses evakuasi korban yang telah ditemukan juga terus berlanjut. Dari total korban yang ditemukan hingga Kamis (15/7/2023), sebanyak 18 orang telah dievakuasi dengan kondisi selamat, sedangkan 14 orang dinyatakan meninggal dunia.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Basarnas Juru Bicara, Abdul Kholiq, mengatakan tim SAR terus berupaya melakukan pencarian secara maksimal. "Tim SAR masih berada di lokasi kejadian dan melakukan pencarian secara intensif," ujarnya.
Kapal Arupadhatu 1 merupakan kapal penumpang rute Jakarta-Pangandaran yang mengangkut 43 penumpang dan 12 awak. Kapal tersebut dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/7/2023) sekitar pukul 14.30 WIB di perairan Selat Suda, tepatnya di sekitar wilayah administrasi Kabupaten Pandeglang, Banten.
Respon Pemerintah dan Upaya Pencegahan
Pemerintah telah menyiapkan fasilitas khusus bagi keluarga korban yang berada di Pelabuhan Rakyat Muara Angke. Mereka mendapatkan bantuan psikologis serta tempat menginap selama menunggu kabar tentang keberadaan sanak saudara mereka.
"Kami meminta agar semua pihak bersabar dan terus memberikan dukungan moril bagi keluarga korban," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. "Pemerintah juga akan memastikan bahwa semua langkah pencegahan kecelakaan laut akan ditingkatkan agar tidak ada korban lagi di kemudian hari."
Sejauh ini, pihak berwenang telah menahan Kepala Pelabuhan Muara Angke untuk dimintai keterangan terkait kecelakaan tersebut. Pemerintah juga telah menginstruksikan agar seluruh kapal penumpang menjalani pemeriksaan kelayakan sebelum beroperasi.
Dengan semakin berkurangnya harapan untuk menemukan korban masih hidup, keluarga korban pun memilih untuk melepas mereka dengan penuh haru melalui upacara tabur bunga di laut. Meski begitu, mereka masih menanti-nanti keajaiban agar ada korban yang bisa ditemukan selamat di tengah lautan yang liar.
Komentar (0)