Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total
Wisata Gunung Bromo di Jawa Timur akhirnya ditutup total akibat kebakaran lahan yang terus meluas sejak semalam. Pihak pengelola wisata, PT Bromo Tengger Semeru (BTS), mengumumkan penghentian seluruh aktivitas wisata di kawasan tersebut mulai hari ini. Keputusan diambil untuk menjamin keselamatan wisatawan dan mencegah potensi bahaya lebih lanjut akibat kebakaran yang belum berhasil dikendalikan penuh.
Kepala Seksi Pemasaran dan Humas PT BTS, Ahmad Yani, mengatakan bahwa keputusan untuk menutup sementara kawasan wisata Bromo merupakan langkah yang tidak bisa dihindari. "Kondisi saat ini sangat berbahaya. Asap tebal masih menyelimuti sebagian besar area wisata, terutama di sekitar Gunung Bromo dan kawatan Bromo Tengger Semeru. Kami tidak bisa mengizinkan wisatawan masuk ke dalam zona bahaya," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (15/9/2023).
Kondisi Terkini
Sejak semalam, kebakaran lahan yang diduga berasal dari aktivitas manusia terus membesar. Api telah menghanguskan sekitar 50 hektare area hutan dan semak belukar di kawasan Bromo Tengger Semeru. Upaya pemadaman yang dilakukan oleh Tim Pemadam Kebakaran (Gulkar) dan warga setempat hingga kini masih berlangsung, namun hujan yang turun belum memberikan dampak signifikan.
Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Sudirman, mengungkapkan bahwa tim sudah melakukan upaya pemadaman dengan menggunakan berbagai strategi. "Kami sudah mengerahkan 100 personel gabungan dari BPBD, TNI/Polri, dan relawan. Namun kondisi medannya yang sulit dan angin kencar membuat api sulit dikendalikan," jelasnya.
Warga sekitar kawasan wisata pun diminta untuk waspada. Beberapa desa di sekitar kawasan Bromo seperti Desa Ngadas dan Desa Wonokerto sudah mengalami dampak langsung akibat asap pekat yang menyebabkan gangguan pernafasan. Pemerintah setempat telah menyiapkan pusko darurat bagi warga yang mengalami gangguan kesehatan.
Dampak terhadap Wisatawan
Pengumuman penutupan Bromo datang di tengah musim wisata yang sedang tinggi. Banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, yang sudah merencanakan kunjungan ke kawasan ini. Wisatawan asal Malaysia, Tan Sri Lim, mengaku kecewa dengan kejadian ini. "Saya sudah memesan tiket hotel dan paket tour jauh-jauh hari. Kebetulan liburan sekolah anak-anak, dan Bromo adalah destinasi utama. Sangat sayang jika harus membatalkan," ujarnya.
Pihak BTS mengatakan akan memberikan pengembalian dana bagi wisatawan yang sudah memesan tiket masuk dan paket wisata. "Kami akan menghubungi seluruh wisatawan yang sudah melakukan reservasi. Semua biaya yang sudah dibayarkan akan kami kembalikan penuh. Kami juga akan memberikan informasi mengenai jadwal pembukaan kembali wisata Bromo setelah kondisi aman," jelas Ahmad Yani.
Penyebab dan Penanganan
Berdasarkan hasil sementara penyelidikan, kebakaran diduga akibat kelalaian wisatawan atau warga setempat yang membakar sampah di kawasan terbuka. Kondisi cuaca yang panas dan kering dalam beberapa hari terakhir memperparah penyebaran api. Selain itu, adanya angin kencar juga membuat api dengan cepat menyebar ke area yang lebih luas.
Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, pemerintah setempat berencana melakukan beberapa langkah strategis. "Kami akan memperketat pengawasan di kawasan wisata, terutama selama musim kemarau. Selain itu, akan dibentuk tim patroli khusus yang akan berpatroli 24 jam untuk mencegah praktik-praktik berbahaya seperti membakar sampah atau membakar lahan," ujar Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Probolinggo, Budi Santoso.
Penyidik Polres Probolinggo juga telah memulai investigasi untuk menentukan penyebab pasti kebakaran. Jika terbukti bersalah, pelaku bisa dijerat dengan Pasal 187 ayat (1) UU No. 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda hingga Rp10 miliar.
Sementara itu, pihak berwenang masih terus berupaya keras untuk mengendalikan api. Diharapkan dalam beberapa hari ke depan, kondisi di kawasan Bromo dapat kembali normal dan wisata dapat dibuka kembali. Wisatawan diminta untuk selalu memantau informasi resmi dari pihak pengelola wisata sebelum merencanakan kunjungan ke Bromo.
Komentar (0)