29, 2026
Nasional

Kebakaran di TPA Liar Waringinkurung Sudah 24 Jam, Warga Ngeluh Sesak Napas

Kebakaran TPA liar Waringinkurung, Banten, berlangsung 24 jam. Warga mengeluh asap dan letupan dari lokasi. Pemadam kebakaran terkendala alat berat.]]>

Lestari Maharani
Lestari Maharani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Kebakaran di TPA Liar Waringinkurung Sudah 24 Jam, Warga Ngeluh Sesak Napas

Kebakaran di TPA Liar Waringinkurung Berlangsung 24 Jam, Warga Keluhkan Sesak Napas

KEBAKARAN yang terjadi di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) liar di Waringinkurung, Kabupaten Serang, Banten, sudah berlangsung selama 24 jam hingga Rabu (15/3/2023). Api yang membara di area pembuangan sampah liar tersebut masih belum berhasil dipadamkan penuh oleh tim pemadam kebakaran. Warga sekitar mengeluhkan kondisi udara yang tercemah akibat asap pekat yang menyebabkan sesak napas.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Serang, Ahmad Yani, mengatakan bahwa tim pemadam kebakaran masih berupaya keras untuk mengendalikan api yang masih menyala di beberapa titik. "Kondisi api masih dianggap bahaya karena area TPA liar ini cukup luas dan sampah yang terbakar sangat banyak," ujar Yani, Rabu (15/3/2023).

Dampak bagi Warga Sekitar

Warga yang tinggal di sekitar lokasi kebakaran mengeluhkan kondisi udara yang tidak sehat. Asap pekat dari pembakaran sampah telah menyebar hingga ke pemukiman warga, membuat sebagian besar penduduk mengalami gejala sesak napas, iritasi mata, dan batuk-batuk.

"Kondisinya sangat memprihatinkan. Anak-anak dan lansia menjadi korban paling parah karena rentan terhadap polusi udara. Sudah tiga hari ini kami tidak bisa membuka jendela karena asapnya sangat pekat," keluh Siti, salah seorang warga setempat.

Pihak berwenang telah menyiapkan posko kesehatan di beberapa titik di sekitar lokasi kebakaran untuk membantu warga yang mengalami gangguan pernafasan. Tim medis dari Puskesmas setempat dan beberapa relawan telah diterjunkan untuk memberikan bantuan kesehatan.

Kendala dalam Penanganan Kebakaran

Upaya pemadaman kebakaran di TPA liar ini dihadapkan pada beberapa kendala. Pertama, akses menuju lokasi yang cukup sulit karena lokasi TPA liar tersebut berada di area terpencil dan jalan menuju lokasi rusak parah.

Kedua, volume sampah yang terbakar sangat besar dan tebalnya lapisan sampah membuat sulit bagi tim pemadam untuk mencapai titik api yang berada di bawahnya. "Sampah yang terbakar sudah mencapai kedalaman beberapa meter sehapi sulit untuk dijangkau air," jelas Yani.

Selain itu, tidak adanya sistem pengendalian kebakaran yang memadai di TPA liar tersebut juga menjadi faktor utama menyebarnya api. TPA liar di Waringinkurung sebenarnya telah lama menjadi masalah bagi masyarakat sekitar. Pemerintah daerah sebelumnya telah berupaya untuk menutup area tersebut, namun masih ditemukan aktivitas pembuangan sampah liar oleh beberapa pihak.

Tanggapan Pemerintah Daerah

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah, telah memimpin rapat koordinasi terkait penanganan kebakaran di TPA liar Waringinkurung. Dalam rapat tersebut, Bupati memerintahkan semua terkait untuk melakukan pemadaman maksimal dan memastikan tidak ada korban jiwa akibat kejadian ini.

"Kami akan memastikan kebakaran ini segera dipadamkan. Selain itu, kami juga akan melakukan evaluasi menyeluruh mengenai TPA liar ini untuk mencegah kejadian serupa di masa depan," ujar Bupati.

Pemerintah daerah juga berencana untuk mengungsikan warga yang terdampak asak pekat secara menyeluruh jika kondisi membutuhkan. Evakuasi ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak buruk kesehatan jangka panjang bagi warga.

Upaya Pencegahan di Masa Depan

Dalam jangka pendek, pemerintah daerah berencana untuk menutup sumber api dan melakukan pendinginan di area TPA liar tersebut. Selain itu, tim khusus akan dibentuk untuk membersihkan sisa-sisa pembakaran dan mencegah terjadinya kebakaran kembali.

Untuk jangka panjang, pemerintah daerah berencana untuk membangun TPA yang memenuhi standar di lokasi yang lebih strategis dan mudah diakses. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan tidak membuang sampah sembarangan.

"Kebakaran di TPA liar ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Kita harus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang baik dan benar untuk mencegah bencana serupa di masa depan," tambah Bupati Ratu Tatu Chasanah.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Lestari Maharani

Kolumnis yang gemar mengupas isu perdagangan internasional dan rantai pasok.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter