JAMBI — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti Kota Jambi dan wilayah sekitarnya dalam beberapa hari terakhir. Tebalnya kabut asap membuat dua penerbangan maskapai Batik Air dan Super Air Jet gagal mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi. Kedua pesawat terpaksa mengalihkan pendaratan ke bandara terdekat setelah jarak pandang di landasan pacu turun drastis di bawah ambang batas minimum keselamatan penerbangan.
Berdasarkan pantauan di lapangan, kabut asap mulai menebal sejak pagi hari dan berlangsung hingga menjelang siang. Pihak pengelola Bandara Sultan Thaha Jambi menyatakan jarak pandang di sekitar bandara sempat tercatat hanya sekitar 300 meter. Padahal, pendaratan pesawat memerlukan jarak pandang minimal 800 hingga 1.000 meter, bergantung pada jenis pesawat serta prosedur yang diterapkan. Karena kondisi tersebut, pilot memutuskan untuk tidak melanjutkan pendaratan demi keselamatan penumpang dan awak pesawat. Keputusan serupa juga diambil maskapai lain yang jadwalnya bersamaan dengan dua penerbangan tersebut.
Jarak Pandang Turun Drastis
Data Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Thaha Jambi menunjukkan jarak pandang pada pagi hari berada pada kisaran 300 hingga 500 meter. Asap pekat tersebut berasal dari titik panas yang terpantau di sejumlah kabupaten dan kota di Provinsi Jambi. Kondisi angin yang lemah serta kelembapan udara yang rendah membuat asap sulit terurai sehingga bertahan lama di lapisan udara permukaan. BMKG mengingatkan potensi kabut asap masih akan terjadi selama titik panas masih aktif dan hujan belum turun di wilayah Jambi.
General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi mengatakan operasional bandara tetap berjalan, tetapi seluruh kegiatan penerbangan sangat bergantung pada perkembangan cuaca. Petugas pemandu lalu lintas udara terus memantau jarak pandang dan arah angin secara berkala. Maskapai penerbangan menunggu kepastian cuaca sebelum kembali mengoperasikan pesawatnya. Koordinasi antara pengelola bandara, maskapai, dan instansi terkait terus dilakukan agar penumpang memperoleh informasi yang akurat dan cepat.
Jadwal Penerbangan Terganggu
Gagalnya pendaratan dua pesawat tersebut berdampak pada jadwal penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi. Sejumlah penerbangan mengalami penundaan keberangkatan dan kedatangan. Penumpang yang terdampak dijadwalkan ulang atau diarahkan ke penerbangan alternatif sesuai ketentuan yang berlaku. Berikut dampak yang dirasakan penumpang dan calon penumpang:
- Penundaan jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat;
- Pengalihan pendaratan pesawat ke bandara terdekat;
- Penjadwalan ulang penerbangan bagi penumpang yang terdampak.
Manajemen bandara mengimbau calon penumpang menghubungi maskapai masing-masing untuk memastikan jadwal penerbangan sebelum berangkat ke bandara. Informasi terbaru disampaikan melalui kanal resmi bandara dan maskapai. Masyarakat juga diminta tidak memaksakan diri menuju bandara sebelum ada kepastian jadwal. Sementara itu, penumpang yang pesawatnya gagal mendarat dialihkan ke penerbangan berikutnya setelah kondisi cuaca memungkinkan.
Dampak Kesehatan Masyarakat
Kabut asap tidak hanya mengganggu transportasi udara, tetapi juga berpotensi mengancam kesehatan masyarakat. Dinas Kesehatan Provinsi Jambi mengimbau warga menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Kelompok rentan, seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit pernapasan, diminta mengurangi aktivitas di luar rumah. Sejumlah sekolah juga diminta menyesuaikan kegiatan belajar mengajar apabila kualitas udara semakin memburuk. Warga yang mengalami gangguan pernapasan diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat.
Upaya Penanganan Karhutla
Pemerintah daerah bersama TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Pemadaman dari udara melalui water bombing serta teknologi modifikasi cuaca untuk menciptakan hujan buatan terus diupayakan. Masyarakat juga diimbau tidak membakar lahan dan hutan untuk membuka kebun, serta segera melaporkan titik api kepada petugas. Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan juga terus dilakukan sebagai efek jera.
Pemerintah Provinsi Jambi berharap intensitas hujan dalam waktu dekat dapat membantu mengurangi kabut asap dan memadamkan titik api. Seluruh pihak diminta bekerja sama menjaga lingkungan agar kualitas udara di Jambi segera pulih. Dengan membaiknya kualitas udara, aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi diharapkan dapat kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas tanpa gangguan.