Helikopter Polri Dikerahkan Evakuasi Jenazah Korban KM Virgo Transport 8
Tim SAR gabungan berhasil menemukan jenazah korban tenggelamnya KM Virgo Transport 8 di perairan Selat Sunda. Dalam operasi pencarian dan evakuasi yang berlangsung intensif, helikopter Polri diterjunkan untuk membantu proses pengangkatan jenazah korban yang telah ditemukan di lokasi kejadian. Kapal motor (KM) Virgo Transport 8 tenggelam pada Minggu (19/3) lalu dengan 26 orang di atasnya, termasuk 19 awak kapal dan 7 penumpang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Humas Basarnas Joko Ariyanto mengatakan bahwa evakuasi jenazah korban dilakukan menggunakan helikopter Polri jenis Bell 429. "Helikopter Polri telah diterjunkan untuk membantu proses evakuasi jenazah korban yang telah ditemukan di lokasi," ujar Joko dalam keterangannya, Selasa (21/3).
Proses Pencarian Korban
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Selat Sunda, tepatnya di sekitar perairan Pulau Panjang, Kabupaten Serang, Banten, terus berlanjut. Kapal tenggelam setelah ditabrak KM Sinar Bangun yang membawa 48 penumpang pada Minggu (19/3) sekitar pukul 04.30 WIB.
Menurut informasi yang dihimpun, KM Virgo Transport 8 sedang dalam perjalanan dari Jakarta menuju Labuhan, Provinsi Lampung dengan membawa 19 awak kapal dan 7 penumpang. Sementara itu, KM Sinar Bangun sedang dalam perjalanan dari Teluk Betung menuju Jakarta dengan membawa 48 penumpang.
Kepala Basarnas Air Vice Marshal (Avm) Margo Yuwono menjelaskan bahwa tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan BPBD setempat terus melakukan pencarian korban yang masih hilang. "Hingga saat ini,我们已经找到了 15 jenazah korban, dan masih ada 11 korban yang belum ditemukan," kata Margo.
Kondisi Korban
Dari 26 orang yang berada di atas KM Virgo Transport 8, sebanyak 15 orang telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara itu, 10 orang berhasil diselamatkan oleh tim SAR dan KM Sinar Bangun. "Para korban yang berhasil diselamatkan sebagian besar mengalami hipotermia dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapat perawatan medis," kata Joko.
Seorang korban yang berhasil diselamatkan, Ahmad (45), mengungkapkan pengalamannya saat kapal tenggelam. "Saya sedang tidur di kamar saat tiba-tiba terdengar benturan keras. Kemudian air mulai masuk ke kamar dan saya langsung berlari ke dek untuk menyelamatkan diri," ujar Ahmad yang merupakan salah satu awak kapal.
Tindakan Pemerintah
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah memerintahkan jajaran Ditjen Perhubungan Laut untuk melakukan investigasi menyeluruh mengenai kecelakaan laut ini. "Kita akan melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan ini. Kami juga akan memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam operasi angkutan laut ini mematuhi aturan keselamatan pelayaran," kata Budi dalam konferensi persnya.
Dirjen Perhubungan Laut Agus H Purnomo menambahkan bahwa pihaknya telah mengambil sampel kedua kapal untuk diperiksa lebih lanjut. "Kita akan memeriksa kondisi kapal, rekam jejak navigasi (Voyage Data Recorder), dan keterlibatan awak kapal dalam kejadian ini," ujar Agus.
Evakuasi Jenazah
Proses evakuasi jenazah korban yang telah ditemukan dilakukan dengan hati-hati oleh tim SAR. Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh tim pencarian pada Senin (20/3) pagi di sekitar lokasi kejadian. "Kita menemukan jenazah korban di kedalaman sekitar 30 meter dengan kondisi sudah tidak utuh. Oleh karena itu, kita membutuhkan alat khusus untuk mengangkat jenazah tersebut," kata Joko.
Untuk mempercepat proses evakuasi, pihak Polri mengerahkan helikopter Bell 429 yang mampu membawa beban hingga 1.500 kg. Helikopter ini digunakan untuk mengangkat jenazah korban dari kapal pencarian ke darat. "Jenazah korban akan dibawa ke RS Bhayangkara untuk dilakukan identifikasi lebih lanjut sebelum diserahkan kepada keluarga," kata Joko.
Sejauh ini, pihak berwenang masih terus melakukan pencarian terhadap 11 korban yang masih hilang. Operasi pencarian dilakukan 24 jam nonstop dengan menggunakan berbagai macam alat dan personel dari berbagai instansi. "Kita berharap dengan adanya operasi ini, semua korban bisa ditemukan dan keluarga bisa menyelesaikan proses pemakaman," kata Margo.
Komentar (0)