Harga Perak Antam Turun Rp 200 pada 14 September 2026
Harga perak logam PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami penurunan sebesar Rp 200 per gram pada perdagangan hari ini, Kamis (14/9/2026). Penurunan ini terjadi setelah harga perak dunia mengalami fluktuasi di tengah ketidakpastian pasar global. Berdasarkan data resmi dari Antam, harga perak batangan ukuran 1 gram diperdagangkan pada level Rp 150.000, turun dari Rp 150.200 di sesi sebelumnya.
Fluktuasi Harga Global Mempengaruhi Pasar Lokal
Penurunan harga perak Antam ini sejalan dengan perkembangan pasar global dimana harga perak berjangka di Comex, New York Mercantile Exchange (Nymex), turun sekitar 0,8% menjadi US$ 22,85 per ons pada penutupan perdagangan Rabu (13/9/2026). Analis mengaitkan penurunan ini dengan penguatan nilai dolar Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah mata uang utama dunia.
"Kenaikan suku bunga AS yang diumumkan Federal Reserve kemarin masih memberikan dampak terhadap pasar logam mulia. Dolar yang lebih kuat cenderung membuat logam mulia seperti perak menjadi kurang menarik bagi investor," ujar analis dari PT Bahana Futures, Ahmad Fauzi.
Permintaan Fisik Tetap Stabil
Meskipun harga turun, permintaan fisik terhadap perak batangan Antam dinilai masih stabil. Menurut data Antam, volume perdagangan perak batangan hari ini mencapai 150 kg, sedikit di bawah rata-rata mingguan sebesar 160 kg. Menurut Kepala Divisi Logam Mulia Antam, Budi Santoso, penurunan harga tidak signifikan memengaruhi minat pembeli.
"Kami melihat bahwa pembeli ritel dan investor jangka pendek masih aktif meskipun ada sedikit penurunan harga. Perak tetap menjadi instrumen yang menarik bagi sebagian masyarakat sebagai instrumen proteksi nilai dan diversifikasi portofolio," jelas Budi Santoso dalam keterangannya, Kamis (14/9/2026).
Proyeksi Harga ke Depan
Beberapa analis memproyeksikan harga perak akan terus mengalami tekanan di pekan ini mengikuti data inflasi AS yang akan dirilis pada Jumat (15/9/2026). Jika data inflasi menunjikan angka yang lebih tinggi dari ekspektasi, harga perak berpotensi naik kembali sebagai instrumen lindung nilai terhadap inflasi.
"Kami memperkirakan kisaran harga perak di pasar domestik minggu ini akan bergerak antara Rp 149.500 hingga Rp 151.000 per gram, bergantung pada perkembangan harga global dan data ekonomi AS," ujar analis dari Sucorinvest Central Gani, Rina Wulandari.
Peran Perak dalam Portofolio Investor
Perak sebagai logam mulia terus menarik perhatian investor karena memiliki beberapa keunggulan. Selain sebagai alat simpan nilai yang lebih terjangkau dibandingkan emas, perak juga memiliki aplikasi industri yang luas, terutama dalam sektor elektronik, energi surya, dan kesehatan.
"Diversifikasi portofolio dengan alokasi sekitar 5-10% pada logam mulia termasuk perak tetap menjadi strategi yang relevan dalam menghadapi volatilitas pasar. Meskipun fluktuatif, historis menunjukkan bahwa nilai perak cenderung mengalami peningkatan jangka panjang," kata Rina Wulandari.
Panduan Pembelian Perak Antam
Bagi masyarakat yang tertarik berinvestasi perak, Antam menyediakan berbagai produk perak batangan dengan ukuran mulai dari 1 gram hingga 1 kg. Perak batangan Antam memiliki keunggulan karena dijamin keasliannya oleh perusahaanBUMN yang telah terpercaya sejak lama.
"Pembelian perak batangan Antam dapat dilakukan melalui jaringan toko resmi Antam di seluruh Indonesia, mitra resmi, serta platform online resmi Antam. Pastikan pembelian dilakukan melalui kanal resmi untuk menghindari produk palsu," tambah Budi Santoso.
Perbandingan dengan Logam Mulia Lainnya
Sementara harga perak mengalami penurunan, harga emas batangan Antam pada hari ini relatif stabil. Emas Antam ukuran 1 gram diperdagangkan pada level Rp 1.050.000, tidak mengalami perubahan dari harga sebelumnya. Harga emas cenderung lebih stabil karena dianggap sebagai instrumen safe haven utama di tengah ketidakpastian pasar.
"Meskipun perak memiliki volatilitas yang lebih tinggi dibanding emas, potensi imbal hasilnya juga bisa lebih besar bagi investor yang memahami risikonya," jelas Ahmad Fauzi.
Outlook Jangka Panjang Perak
Jangka panjang, analisis menunjukkan prospek perak tetap cerah. Permintaan industri untuk perak terus meningkat seiring dengan perkembangan teknologi terutama dalam sektor energi terbarukan dan elektronik. Di sisi lain, penambangan perak global cenderung menurun yang dapat menopang harga di masa depan.
"Meskipun ada fluktuasi jangka pendek, fundamental perangkat industri dan kelangitan sumber daya akan mendukung harga perak dalam jangka panjang. Bagi investor jangka panjang, penurunan harga saat ini bisa menjadi kesempatan untuk membeli pada level yang lebih menarik," kata Rina Wulandari.
Komentar (0)