Bandara Halim Perdanakusuma Tetap Tutup hingga Pukul 18.00 WIB
Bandara Halim Perdanakusuma tetap ditutup untuk operasional penerbangan hingga pukul 18.00 WIB pada hari ini, Rabu (6/9/2023). Penutupan ini diperpanjang dari sebelumnya yang direncanakan hingga pukul 12.00 WIB. Keputusan ini diambil menyusul terus berlanjutnya sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang berpotensi mengganggu keselamatan penerbangan.
Menurut informasi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), aktivitas Gunung Anak Krakatau terus teramati sejak pagi hari. Sebaran abu vulkanik telah mencapai wilayah Jakarta dan sekitarnya, termasuk area di atas Bandara Halim Perdanakusuma. Kondisi ini membuat otoritas bandara memutuskan untuk memperpanjang penutupan demi menjaga keselamatan para penumpang dan awak pesawat.
Penutupan Diperpanjang demi Keselamatan Penerbangan
Kepala Unit Pelaksana Teknis Bandara Halim Perdanakusuma, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa penutupan bandara diperpanjang berdasarkan rekomendasi dari Unit Pemantauan Gempa dan Gunungapi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). "Berdasarkan pantauan PVMBG, tingkat konsentrasi abu vulkanik di udara masih di atas ambang batas aman untuk operasional penerbangan. Oleh karena itu, kami memutuskan untuk memperpanjang penutupan hingga pukul 18.00 WIB," jelas Ahmad Yani, Rabu (6/9/2023).
Penutupan bandara ini berdampak pada jadwal penerbangan baik domestik maupun internasional yang rencananya akan melayani di Bandara Halim. Sejumlah maskapai telah menginformasikan penundaan atau pembatalan penerbangan mereka. Maskapai seperti Batik Air, Sriwijaya Air, dan Citilink telah mengumumkan penyesuaian jadwal penerbangan mereka.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau Terus Teramati
Gunung Anak Krakatau yang terletak di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang meningkat sejak beberapa hari terakhir. PVMBG mencatat terjadi 43 kali gempa tektonik, 14 kali gempa vulkanik dangkal, dan 5 kali guguran lava di sekitar kawah Gunung Anak Krakatau dalam 24 jam terakhir.
"Kondisi Gunung Anak Krakatau saat ini masih dalam status waspada. Tingkat aktivitas vulkanik masih tinggi dan berpotensi menyebabkan guguran lava serta sebaran abu vulkanik yang lebih luas jika terjadi letusan lebih besar," kata Kepala PVMBG, Abdul Muhari dalam siaran persnya, Rabu (6/9/2023).
Penanganan Darurat Diberlakukan
Dampak abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau tidak hanya terasa di Jakarta, tetapi juga di beberapa wilayah di Banten dan Jawa Barat. Warga di sekitar kawasan tersebut melaporkan terasa hujan abu ringan di sejumlah wilayah.
Untuk mengantisipasi dampak negatif dari abu vulkanik, pemerintah telah mengimbau masyarakat untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan rumah sakit darurat di wilayah sekitak Gunung Anak Krakatau untuk mengantisipasi korban bila terjadi letusan lebih besar.
Maskapai Siapkan Penyesuaian Jadwal
Dampak penutupan Bandara Halim Perdanakusuma membuat sejumlah maskapai harus melakukan penyesuaian jadwal penerbangan. Maskapai-maskapai tersebut telah menginformasikan kepada penumpang tentang perubahan jadwal melalui berbagai kanal komunikasi.
"Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Kami akan terus memantau perkembangan kondisi dan akan segera menginformasikan kapan operasional penerbangan di Bandara Halim dapat kembali normal," ujar juru bicara salah satu maskapai yang terdampak.
Para penumpang yang terdampak penundaan atau pembatalan penerbangan disarankan untuk menghubungi maskapai masing-masing atau mengakses situs resmi maskapai untuk informasi lebih lanjut mengenai penyesuaian jadwal.
Proses Normalisasi Bandara
Tim SAR dan petugas teknis dari bandara terus memantau kondisi udara di sekitar Bandara Halim Perdanakusuma. Setelah kondisi udara terpantau aman dan tidak ada lagi abu vulkanik yang mengganggu, maka bandara akan segera dibuka kembali untuk operasional penerbangan.
Warga di sekitar Bandara Halim Perdanakusuma diminta untuk tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang mengenai kondisi bandara. Pemerintah juga akan terus memberikan update mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan dampaknya terhadap operasional transportasi udara.
Komentar (0)