30, 2026
Nasional

Gianni Infantino Diminta Menghadap Kongres AS, Kedekatan dengan Donald Trump Diselidiki

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gianni Infantino Diminta Hadir di Kongres AS, Isu Kedekatan dengan Trump Diperiksa

Presiden FIFA Gianni Infantino diminta untuk hadap ke Kongres Amerika Serikat dalam sidang yang akan menyelidiki hubungannya dengan mantan Presiden AS Donald Trump. Permintaan ini muncul setelah sejumlah dokumen menunjukkan adanya interaksi antara Infantino dengan Trump pada masa jabatannya, yang menimbulkan pertanyaan tentang potensi konflik kepentingan dan pengaruh politik dalam sepak bola internasional.

Permintaan Kehadiran ke Kongres

Komite Kehakiman Dewan Perwakilan AS secara resmi mengirim surat kepada Gianni Infantino, memintanya untuk bersaksi mengenai hubungannya dengan Donald Trump. Surat tersebut ditandatangani oleh anggota komite dari kedua partai, menunjukkan bahwa isu ini melintasi garis politik. Komite menyoroti beberapa dokumen yang menunjukkan pertemuan antara Infantino dengan Trump serta sejumlah pejabat senior pemerintahannya selama periode 2017-2021.

Dalam suratnya, komite menyatakan bahwa mereka perlu memahami apakah ada upaya dari pihak manapun untuk menggunakan hubungan diplomatik atau politik untuk memengaruhi keputusan FIFA, terutama dalam hal penawaran tuan rumah Piala Dunia dan pengaturan kompetisi internasional. Isi dokumen yang menjadi perhatian antara lain mencakup komunikasi antara kantor FIFA dan Gedung Putih mengenai isu-isu geopolitik yang relevan dengan sepak bola.

Kontroversi yang Muncul

Permintaan keterangan ke Kongres AS muncul seiring dengan munculnya berbagai laporan media yang menyajikan dokumen internal FIFA yang menunjukkan interaksi antara Infantino dengan Trump. Salah satu dokumen yang menjadi perhatian adalah catatan pertemuan antara keduanya di New York pada September 2018, yang disertai dengan undangan untuk menghadapi acara amal yang diselenggar oleh Trump.

Selain itu, ada laporan tentang peran Trump dalam mendukung penawaran Amerika Serikat untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026. Dokumen menunjukkan bahwa FIFA menerima dukungan diplomatik dari pemerintah Trump saat proses penilaian penawaran, yang kemudian berhasil bersamaan dengan Kanada dan Meksiko.

Reaksi dari FIFA dan Pihak Terkait

Sejauh ini, FIFA belum memberikan tanggapan resmi mengenai permintaan keterangan dari Kongres AS. Namun, sumber internal di kantor pusat FIFA mengindikasikan bahwa Infantino sedang mengevaluasi opsi untuk memenuhi panggilan tersebut. Beberapa analis mengatakan bahwa kehadiran Infantino di Kongres AS dapat berdampak signifikan pada citra FIFA dan prospeknya dalam menghadapi berbagai tantangan hukum dan politik.

Donald Trump melalui juru bicaranya menyatakan bahwa setiap pertemuan yang terjadi selama masa jabatannya adalah bagian dari aktivitas diplomatik normal dan tidak ada yang melanggar hukum. Trump menepusi tuduhan bahwa ada pengaruhan politik dalam keputusan FIFA, mengklaim bahwa Amerika Serikat memenangkan hak tuan rumah Piala Dunia 2026 karena "proposal yang unggul dan bukan karena tekanan politik."

Implikasi bagi Sepakola Internasional

Kasus ini memunculkan pertanyaan lebih luas tentang hubungan antara organisasi olahraga internasional dengan pemerintah dan potensi konflik kepentingan yang mungkin timbul. Sepak bola sudah pernah menghadapi berbagai skandal korupsi dalam beberapa tahun terakhir, dan investigasi terhadap Infantino dapat memperburuk citra FIFA yang sedang dalam proses pemulihan.

Bagi AS, investigasi ini juga memiliki implikasi geopolitis. Sebagai salah satu negara dengan pengaruh besar dalam sepakola dunia, AS mungkin mencari cara untuk meningkatkan pengaruhnya dalam FIFA setelah sebelumnya merasa diabaikan dalam beberapa keputusan organisasi tersebut. Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan bagi AS untuk menunjukkan kemampuannya sebagai tuan rumah utama setelah sebelumnya bersama Kanada dan Meksiko.

Tanggapan Publik dan Media

Media internasional telah memberikan liputan luas terhadap isu ini, dengan banyak analis menyoroti potensi dampak terhadap kepercayaan publik terhadap FIFA. Beberapa ahli hukol internasional menyatakan bahwa meskipun tidak ada bukti kejahatan yang jelas, interaksi antara Infantino dan Trump dapat menimbulkan pertanyaan etis tentang independensi FIFA dalam membuat keputusan olahraga.

Di sisi lain, para pendukung Infantino menegaskan bahwa presiden FIFA telah bekerja secara profesional untuk mempromosikan sepak bola global dan bahwa setiap pertemuan dengan pejabat pemerintah adalah bagian dari tugas diplomatiknya. Mereka menyoroti pencapaian Infantino dalam memperluas akses sepak bola di negara-negara yang sebelumnya kurang terwakili.

Masa Depan FIFA di Bawah Sorotan

Dengan investigasi dari Kongres AS dan berbagai masalah hukum lainnya yang sedang dihadapi FIFA, masa depan organisasi ini tetap dalam ketidakpastian. Infantino, yang telah memimpin FIFA sejak 2016, menghadapi tekanan tanpa precedent untuk menjaga integritas organisasi sambil menjalankan tugas diplomatik yang kompleks di panggung global.

Sementara itu, Kongres AS tampaknya akan terus menginvestigasi potensi pelanggaran etik dan hukum dalam hubungan antara FIFA dan pemerintah AS. Hasil investigasi ini tidak hanya akan memengaruhi karir Infantino tetapi juga dapat membentuk kembali dinamika kekuasaan dalam sepak bola internasional untuk tahun-tahun mendatang.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam
IKLAN SIDEBAR — SLOT AKTIF ✅
300x250 / responsif

Newsletter