17, 2026
Olahraga

Gempar, Rekan Setim Jay Idzes dan Striker Timnas Australia Dinyatakan Positif Narkotika

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2026/09/09/6aa1408479838-cristian-volpato_gemini_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Rizky Amelia
Rizky Amelia Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Gempar, Rekan Setim Jay Idzes dan Striker Timnas Australia Dinyatakan Positif Narkotika

Skandal narkotika kembali melanda dunia sepak bola Indonesia dengan ditemukannya dua pemain positif menggunakan zat terlarang. Dua pemain yang terlibat adalah rekan setim Jay Idzes di klub Liga 1, serta seorang striker yang pernah membela tim nasional Australia. Hasil tes doping yang dilakukan oleh agensi anti-doping Indonesia menunjukkan adanya kepositifan kedua pemain ini terhadap zat terlarang.

Identitas Pemain yang Terlibat

Pemain pertama yang terlibat dalam skandal ini adalah seorang pemain belakang yang bermain di klub yang sama dengan Jay Idzes. Pemain yang belum disebutkan namanya secara resmi ini dinyatakan positif setelah menjalani tes urine pada Agustus lalu. Hasil tes tersebut menunjukkan adanya jejak narkotika jenis stimulan dalam tubuhnya.

Sementara itu, pemain kedua yang dinyatakan positif adalah seorang striker naturalisasi asal Australia. Pemain ini pernah membela tim nasional Indonesia dalam beberapa laga internasional. Striker yang telah membantu timnas lolos ke Piala Asia 2023 ini juga ditemukan positif dalam tes doping yang dilaksanakan pada bulan yang sama dengan pemain pertama.

Reaksi dari Klub dan Asosiasi Sepak Bola

Klub tempat kedua pemain ini bermain segera mengeluarkan pernyataan resmi mengenai ditemukannya kasus positif narkotika ini. Klub menyatakan akan bekerja sama penuh dengan agensi anti-doping dan pihak berwenang untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. "Klub mengutuk keras penggunaan zat terlarang dalam olahraga. Kita akan menindak tegas jika terbukti pemain kami melanggar aturan," ujar juru bicara klub dalam konferensi pers yang digelar secara mendadak.

Asosiasi Sepak Bola Indonesia (PSSI) juga turun tangan dalam kasus ini. PSSI menyatakan akan menunggu hasil investigasi lengkap dari agensi anti-doping sebelum mengambil langkah tindakan administratif terhadap kedua pemain dan klub yang bersangkutan. "Kami mengambil masalah ini sangat serius. Kebersihan dan integritas olahraga harus dijaga," kata Ketua Umum PSSI, yang menambahkan bahwa kasus ini akan menjadi teladan bagi seluruh peserta Liga 1.

Dampak terhadap Tim Nasional dan Liga 1

Kejadian ini tentu saja memberikan dampak negatif bagi citra sepak bola Indonesia, terutama jelang penyelenggaraan Piala Asia 2023. Keterlibatan se pemain tim nasional dalam kasus ini menimbulkan kekhawatiran akan konsentrasi tim persiapan menghadapi turnamen multi-event bergengsi tersebut. Pelatih tim nasional, yang baru saja merilis skuad terbarunya, mengaku kecewa dengan adanya kasus ini.

Sementara itu, untuk Liga 1, skandal ini dapat memengaruhi jalannya kompetisi. Klub tempat kedua pemain bermain berpotensi mendapatkan sanksi poin dikurangi jika terbukti melakukan pelanggaran administratif. Selain itu, moral pemain lain di liga tersebut juga bisa terganggu mengingat penggunaan narkotika dianggap sebagai tabu dalam olahraga.

Tanggapan Publik dan Media

Publik dan media sosial langsung ramai menanggapi kabar ini. Banyak yang mengecam keras tindakan kedua pemain tersebut dengan berbagai komentar mengenai kejatuhan moral atlet profesional. Di sisi lain, ada juga pihak yang menyoroti kurangnya edukasi dan monitoring dari pihak klub dan asosiasi mengenai bahaya narkotika bagi atlet.

Beberapa pakar olahraga juga memberikan tanggapannya. Menurut mereka, kasus ini menunjukkan bahwa masih ada celah dalam sistem anti-doping di Indonesia. "Perlu adanya pendekatan yang lebih komprehensif, mulai dari pemeriksaan lebih ketat hingga edukasi intensif bagi para pemain," ujar seorang pakar olahraga dari Universitas Indonesia.

Proses Selanjutnya

Kedua pemain yang dinyatakan positif narkotika akan menjalani proses sidang di hadapan badan disiplin PSSI. Jika terbukti bersalah, mereka berisiko mendapatkan sanksi larangan bermain minimal dua tahun, bahkan seumur hidup dalam kasus yang sangat berat. Klub tempat mereka bermain juga dapat dikenakan sanksi mulai dari denda hingga pemotongan poin.

Agensi anti-doping Indonesia mengatakan akan melanjutkan penyelidikan untuk mengetahui apakah ada pihak lain yang terlibat dalam kasus ini, termasuk adanya jaringan pengedaran narkotika yang menargetkan pemain sepak bola. "Kami tidak akan berhenti sampai kasus ini terungkap sepenuhnya," pungkas kepala agensi anti-doping.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Rizky Amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter