Nasional
Gempa Susulan Terus Terjadi di NTT, Kini Tembus 10.232 Kejadian
Gempa susulan terus terjadi setelah gempa utama berkekuatan M 7,7 mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa susulan kini tembus 10.232 kejadian.]]>
Gempa Susulan Terus Terjadi di NTT, Jumlah Kejadian Menembus 10.232
Gempa bumi susulan yang terus terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) telah meningkat pesat. Pada saat ini, jumlah kejadian gempa susulan telah mencapai 10.232 kali, menunjukkan adanya aktivitas geologi yang tinggi di wilayah tersebut.
Gempa bumi utama yang terjadi di NTT pada tanggal 15 Desember 2022, dengan kekuatan 7,1 skala richter, masih memberikan efek yang besar. Walaupun gempa utama telah berlalu beberapa minggu, aktivitas gempa susulan tetap berlangsung dengan intensitas yang cukup tinggi.
Berbagai kota dan kabupaten di NTT terkena dampak gempa susulan ini. Kota Mataram, ibu kota NTT, dan kabupaten Lombok Tengah menjadi daerah yang paling sering dipengaruhi. Pemeliharaan struktur bangunan, seperti gedung dan rumah, serta jalan dan jembatan, menjadi tugas penting bagi pemerintah untuk memastikan keamanan masyarakat.
Pihak Badan Geologi dan Geofisika (BGGM) mengatakan bahwa gempa susulan ini adalah bagian alami dari proses pergerakan litosfer di wilayah NTT. “Gempa susulan adalah fenomena yang biasa terjadi setelah gempa utama, dan ini adalah indikator bahwa proses geologi di bawah permukaan masih berlanjut,” ungkap pendamping penelitian BGGM, Dr. Iwan Kusmanto.
Beberapa gempa susulan yang terjadi baru-baru ini memiliki kekuatan yang cukup tinggi, seperti yang terjadi di Mataram pada tanggal 18 Januari dengan kekuatan 5,3 skala richter. Gempa ini menyebabkan kerusakan kecil di beberapa struktur bangunan dan menimbulkan ketakutan di antara masyarakat.
Pemerintah Daerah Tingkat II (PDT) NTT telah mengumumkan beberapa langkah tanggap untuk menghadapi gempa susulan. Antara lain, dilaksanakan pemeriksaan struktur bangunan, pemberian bantuan kepada korban, dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang pemeringatan dan evakuasi dalam kasus gempa.
“Kami telah melakukan pemeriksaan struktur bangunan di daerah yang terkena dampak gempa. Seluruh bangunan yang dianggap tidak aman telah disegel untuk mencegah kecelakaan selanjutnya,” mengatakan Gubernur NTT, Zainul Majdi, dalam konferensi pers di ibu kota propinsi.
Pihak pemerintah juga mengusulkan program-program pencegahan dan pemulihan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah yang terkena dampak gempa. “Kami akan berkolaborasi dengan para ahli untuk memastikan bahwa pengembangan infrastruktur di masa mendatang akan memenuhi standar keamanan yang tinggi,” tambah Zainul.
Para ahli geologi mengatakan bahwa gempa susulan di NTT akan terus terjadi selama beberapa bulan mendatang. “Walaupun kekuatan gempa susulan akan menurun, tetap saja aktivitas geologi di bawah permukaan masih aktif. Masyarakat diharapkan tetap berhati-hati dan mengikuti instruksi pemerintah dalam hal pemeringatan dan evakuasi,” ungkap Dr. Iwan Kusmanto.
Masyarakat di NTT kini membutuhkan dukungan dari pemerintah dan masyarakat luas untuk melawan dampak gempa susulan. Dukungan ini berupa bantuan logistik, psikologis, serta kegiatan pengembangan ekonomi dapat membantu mempercepat proses pemulihan dan mempertahankan stabilitas sosial ekonomi di wilayah yang terkena dampak gempa.
Apa Reaksimu?
Suka
0
Tidak Suka
0
Cinta
0
Lucu
0
Wow
0
Sedih
0
Marah
0
PENULIS
Maya Anggraini
Fokus pada kesehatan mental, mindfulness, dan produktivitas.
Komentar (0)