17, 2026
Nasional

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Maluku Utara

Dimas Permana
Dimas Permana Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Maluku Utara

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,2 mengguncang wilayah Maluku Utara pada Rabu pagi. Gempa yang terjadi pada pukul 05:42 WIT ini berpusat di darat pada kedalaman 10 kilometer. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BMKG, Abdul Muhari, mengatakan gempa ini terjadi akibat aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut. "Gempa bumi ini merupakan gempa bumi akibikan aktivitas sesar aktif yang berada di darat," ujar Muhari dalam keterangannya, Rabu (15/3).

Episentrum gempa berlokasi pada koordinat 1.60 lintang utara dan 127.30 bujur timur. Pusat gempa berada di darat dengan kedalaman 10 kilometer. Meskipun berpusat di darat, gempa dirasakan hingga ke beberapa wilayah sekitarnya.

Warga di beberapa kabupaten dan kota di Maluku Utara melaporkan merasakan gempa dengan intensitas bervariasi. Di Ternate, ibu kota provinsi, gempa dirasakan selama kurang lebih 30 detik dengan intensasi sedang hingga kuat. Warga berbondong-bondong keluar rumah menuju lokasi terbuka demi keamanan.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara, Muhammad Yusuf, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan data lengkap mengenai dampak gempa. "Saat ini tim sedang melakukan pendataan di lapangan untuk mengetahui dampak pasti dari gempa ini," ujarnya.

Dilaporkan bahwa beberapa bangunan di Ternate dan Halmahera Timur mengalami kerusakan ringan. Beberapa rumah warga mengalami retak-retak pada dinding dan atap. Selain itu, beberapa gedung sekolah dan kantor pemerintahan juga mengalami kerusakan serupa.

"Sampai saat ini belum ada laporan korban jiwa akibat gempa. Namun ada beberapa warga yang mengalami luka ringan saat panik melarikan diri saat gempa terjadi," jelas Yusuf.

Pemerintah Daerah Maluku Utara telah mengaktifkan posko darurat untuk mengkoordinasi penanganan dampak gempa. Pemerintah pusat juga telah mengirim tim dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mendukung penanganan di lapangan.

Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba, meminta warga tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak jelas. "Kami sudah menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk segera melakukan pendataan dan membantu warga terdampak," kata Ghani.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap gempa susulan yang mungkin terjadi. "Meskipun potensi tsunami tidak ada, masyarakat tetap harus waspada akan gempa susulan yang bisa terjadi," tambah Muhari.

Di sisi lain, Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menjelaskan bahwa aktivitas gempa di wilayah Maluku Utara memang cukup tinggi. "Wilayah Maluku termasuk dalam jalur cincin api Pasifik yang aktif, sehingga aktivitas gempa bumi di sini memang sering terjadi," ujarnya.

Sebelum gempa magnitudo 6,2 ini, pada Selasa (14/3) wilayah Maluku Utara juga diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,0 yang berpusat di laut dengan kedalaman 33 kilometer. Gempa sebelumnya tidak berdampak signifikan.

BMKG terus memantau aktivitas gempa di wilayah tersebut dan akan segera memberikan update terkait perkembangan bencana alam ini. Masyarakat diminta untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah terkait situasi bencana alam.

Penanganan dampak gempa ini dikoordinasikan oleh Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Daerah (Satgas BPBD) Maluku Utara. Tim gabungan dari TNI/Polri, BPBD, dan instansi terkait telah diterjunkan ke lokasi untuk membantu evakuasi dan pendataan kerusakan.

Warga yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa diminta untuk melapor ke kantor desar setempat atau posko darurat yang telah dibuka pemerintah. Pemerintah menjamin akan membantu warga terdampak dalam pemulihan pasca bencana.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Gempa ini juga berdampak pada aktivitas sosial dan ekonomi di Maluku Utara. Pasar tradisional di Ternate sepi karena para pedagang dan pembeli khawatir akan gempa susulan. Transportasi antarpulau juga mengalami gangguan singkat.

Beberapa sekolah di wilayah terdampak menghentikan kegiatan belajar mengajar sementara untuk melakukan pengecekan keamanan gedung. Pihak sekolah berencana menggelar pembelajaran daring sementara gedung diperiksa tim ahli.

Di sektor pariwisata, beberapa objek wisata di Ternate dan Halmahera Timur ditutak sementara untuk melakukan pengecekan keselamatan fasilitas. Pemerintah daerah berencana membuka kembali wisata setelah dinyatakan aman.

Tanggapan Masyarakat

Masyarakat di Maluku Utara menunjukkan respons yang cepat dan terorganisir saat gempa terjadi. Banyak warga yang langsung membantu tetangga yang membutuhkan, terutama lansia dan penyandang disabilitas.

Media sosial diisi dengan berbagai informasi seputar gempa. Beberapa warga membagikan foto dan video kerusakan akibat gempa, sementara yang lain membagikan informasi tentang lokasi posko bantuan dan pengungsian.

Kelompok relawan juga turut aktif membantu penanganan dampak gempa. Mereka menyediakan bantuan sembako, selimut, dan tenda bagi warga yang rumahnya rusak parah.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dan masyarakat, diharapkan dampak dari gempa magnitudo 6,2 di Maluku Utara dapat segera ditangani dan kehidupan masyarakat dapat kembali normal.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Dimas Permana

Reporter Politik Muda. Fokus pada gerakan pemuda, politik digital, dan representasi generasi Z.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter