Federasi Arab Saudi Selidiki Chant Rasis Terhadap Diogo Jota
Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) membuka penyelidikan internal terkait insiden chant rasis yang ditujukan kepada pemain Liverpool, Diogo Jota, pada pertandingan persahabatan internasional yang berlangsung di negara tersebut. Insiden tersebut terjadi selama laga antara tim nasional Arab Saudi melawan tim nasional Portugal yang digelar di kota Jeddah, Rabu (21/6/2023) malam waktu setempat.
Menurut beberapa laporan media dan video yang beredar di media sosial, sekelompok suporter Arab Saudi terdengar menyanyikan chant rasis yang ditujukan kepada penyerang asal Portugal tersebut. Chant tersebut mengandung unsur rasial yang menyinggung latar belakang Jota sebagai keturunan Afrika. Insiden ini memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk dari Federasi Sepak Bola Inggris (FA) dan klub Liverpool.
Respon Federasi Sepak Bola Arab Saudi
Dalam pernyataan resminya, SAFF menyatakan bahwa mereka mengambil insiden ini dengan serius dan telah memulakan penyelidikan internal untuk mengidentifikasi individu atau kelompok yang terlibat. Federasi tersebut juga menegaskan komitmennya dalam melindungi integritas dan menghormati prinsip-prinsip inklusi dan diversitas dalam sepak bola.
"Kami menyatakan penolakan kami yang tegas terhadap segala bentuk rasisme dan diskriminasi dalam sepak bola atau olahraga pada umumnya. Insiden yang melibatkan pemain Diogo Jota tidak akan ditoleransi," tulis SAFF dalam pernyataan resminya, Kamis (22/6/2023).
Federasi tersebut berjanji akan mengambil tindakan yang sesuai terhadap pelaku jika ditemukan bukti yang cukup. SAFF juga menyatakan akan bekerja sama dengan FIFA dan federasi sepak bola terkait untuk memastikan tidak ada insiden serupa yang terulang kembali di masa depan.
Reaksi dari Klub Liverpool dan FA
Sebagai klub yang menaungi Diogo Jota, Liverpool FC menyatakan kekecewaan dan kemarahan mereka terkait insiden tersebut. Melalui akun media resmi klub, The Reds menegaskan bahwa mereka akan mendukung pemain mereka sepenuhnya dan berharap tindakan tegas diambil oleh pihak berwenang.
"Liverpool FC mengecam segala bentuk rasisme dengan keras. Kami sepenuhnya mendukung Diogo Jota dan keluarganya di masa sulit ini. Rasisme tidak memiliki tempat dalam sepak bola atau masyarakat," demikian pernyataan klub yang dipublikasikan pada Kamis (22/6/2023).
Sementara itu, Federasi Sepak Bola Inggris (FA) juga menyatakan sikap serupa. Mereka menyerukan agar SAFF melakukan investigasi menyeluruh dan mengambil tindakan yang sesuai terhadap pelaku. FA juga menyoroti pentingnya edukasi dan kesadaran kolektif dalam melawan rasisme di sepak bola.
Konteks Lebih Luas: Masalah Rasisme dalam Sepak Bola
Insiden ini bukan kali pertama masalah rasisme muncul dalam sepak bola. Sejumlah pemain dari berbagai liga di Eropa dan dunia pernah menjadi korban serangan verbal maupun fisik berbasis rasial. Organisasi seperti FIFA dan UEFA telah berupaya mengatasi masalah ini melalui berbagai program edukasi dan sanksi yang berat bagi klub atau federasi yang gagal mencegah insiden serupa.
Beberapa pakar sepak bola menilai bahwa insiden ini menunjukkan perlunya penegakan hukum yang lebih tegas terkait rasisme dalam olahraga. Mereka menekankan bahwa selain sanksi finansial, diperlukan juga program edukasi yang menyeluruh untuk mengubah persepsi masyarakat terkait isu rasial.
Komentar dari Pemain Terkait
Diogo Jota sendiri belum secara resmi memberikan komentar langsung mengenai insiden tersebut. Namun, beberapa rekannya di tim nasional Portugal telah menyatakan dukungan penuh. Kapten Portugal Cristiano Ronaldo menyebutkan bahwa kejadian ini "sangat menyakitkan" dan mengharapkan tindakan cepat dari pihak berwenang.
"Saya tidak menerima rasisme dalam bentuk apa pun. Kami semua adalah saudara di lapangan dan harus saling menghormati," ujar Ronaldo dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Dengan dibukanya penyelidikan oleh SAFF, dunia sepak bola menunggu tindakan konkrit yang akan diambil oleh federasi tersebut. Kasus ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk terus memerangi rasisme dan membangun lingkungan sepak bola yang inklusif dan merdeka dari diskriminasi.
Komentar (0)