Mengapa Emas Banyak Digemari?
|
Alasan |
Penjelasan Sederhana |
|
Safe haven |
Saat pasar saham/ekonomi global penuh ketidakpastian, sebagian investor mencari emas sebagai aset defensif. |
|
Pelindung nilai |
Dalam jangka panjang, emas cenderung menjaga daya beli ketika nilai uang tergerus inflasi. |
|
Harga mengikuti pasar global |
Emas diperdagangkan secara global sehingga tidak hanya bergantung pada kondisi ekonomi Indonesia. |
|
Bisa diuntungkan pelemahan USD |
Secara umum, USD yang melemah dapat mendukung harga emas dalam dolar. |
|
Ada efek kurs rupiah |
Harga emas Indonesia dipengaruhi harga emas dunia × USD/IDR. Jadi rupiah melemah dapat membuat harga emas domestik tetap tinggi. |
|
Diversifikasi |
Emas dapat menjadi pelengkap saham, obligasi, deposito, dan aset lainnya. |
|
Mudah dimulai |
Sekarang emas dapat dibeli secara fisik maupun digital dengan nominal relatif kecil. |
|
Cocok untuk horizon panjang |
Emas lebih masuk akal dilihat sebagai penyimpan nilai/akumulasi jangka menengah-panjang daripada instrumen untuk mengejar keuntungan harian. |
Berapa Kurs USD/IDR Hari Ini, 18 September 2026?
USD/IDR berada di sekitar Rp17.720–Rp17.750 per US$1. Nilai tukar dolar Amerika ini penting untuk emas domestik karena harga emas Indonesia tidak hanya mengikuti XAU/USD, tetapi juga kurs rupiah.
Harga Emas Domestik Tertinggi & Terendah 2026
Kalau kita menggunakan harga emas Antam 1 gram sebagai benchmark domestik, maka rentang harga emas sepanjang 2026 ini adalah: Rp3.122.000 (high), Rp2.488.000 (low) dan Rp2.623.000 (harga 18 September).
Jadi emas domestik sempat mengalami koreksi sekitar Rp634.000/gram atau -20% dari puncaknya ke titik terendah 2026. Lalu harga kembali naik Rp135.000/gram atau +5.43% dari low 2026. Namun harga saat ini masih sekitar 16.0% di bawah high 2026 Rp3.122.000.
Performa Emas 2022–2026
Momentum emas sangat berubah setelah 2023, tepat saat emas digital mulai dijual di Cermati. Data historis emas menunjukkan perubahan tahunan sebagai berikut:
|
Tahun |
Emas Global/oz |
Return Emas Global |
Emas Antam 1g |
Return Antam |
Emas Digital/ Spot 24K IDR |
Return Emas Digital |
|
2022 |
US$1.824/oz |
-0.23% |
Rp1,026 juta |
+8.0% |
Rp912,287 |
+8.82% |
|
2023 |
US$1.933/oz |
+5.93% |
Rp1,129 juta |
+10.0% |
Rp1.023.106 |
+12.10% |
|
2024 |
US$2.624/oz |
+27.17% |
Rp1,524 juta |
+35.0% |
Rp1.372.153 |
+34.43% |
|
2025 |
US$4.318/oz |
+64.53% |
Rp2,501 juta |
+64.1% |
Rp2.310.236 |
+68.34% |
|
2026* |
US$4.250–4.450/oz |
+0.87% |
Rp2,623 juta |
+4.9% |
Rp2.426.000 |
+5.06% |
*2026 YtD 18 September 2026 (masih bergerak).
Terlihat performa atau return emas digital selalu lebih tinggi dari emas fisik ataupun emas global. Jadi kalau ada yang bertanya, “kenapa emas sekarang begitu ramai?”, salah satu jawabannya adalah karena investor sedang melihat track record kenaikan yang sangat kuat dalam dua tahun terakhir. “Kenapa beli emas digital?”, karena return-nya selalu mampu lebih tinggi dari emas fisik.
Jadi, Apakah Emas "Layak Dibeli"?
Data di atas menunjukkan alasan yang cukup kuat mengapa emas tetap menjadi aset yang banyak digunakan. Performa 2024–2025 sangat kuat, emas domestik juga sudah rebound dari low 2026, dan emas mempunyai fungsi diversifikasi selain mengejar capital gain. Tapi ada satu hal penting: kenaikan masa lalu bukan jaminan harga akan terus naik. “Emasnya sama-sama emas, tetapi harga investasinya tidak selalu sama.” Perbedaan return yang diterima investor bukan hanya ditentukan oleh naik-turunnya harga emas, tetapi juga oleh harga beli, spread, biaya transaksi, biaya penyimpanan, biaya cetak/penarikan, harga buyback. Jika tidak mau pusing, beli emas digital di platform Cermati bisa mulai dari Rp10.000, selain harga beli dan jual yang kompetitif, Cermati menyediakan informasi antara lain:
- Harga jual beli emas realtime
- Spread harga beli dan jual menarik
- Ada grafik dan performa harian, mingguan, bulanan, bahkan lebih dari 5 tahun
- Seperti platform tabungan, ada jumlah emas yang dimiliki dalam gram maupun nilai rupiahnya
- Ada profit/loss emas yang dimiliki
- Tidak ada biaya penyimpanan ataupun admin bulanan
- Saldo emas dapat dicetak jadi emas fisik
Jadi untuk investor pemula, pendekatan yang lebih masuk akal biasanya bukan mengejar harga ketika sedang melonjak, melainkan membeli bertahap (DCA) dan mempertimbangkan spread antara harga beli dan buyback. Dan kondisi 18 September 2026 cukup menarik untuk dipantau karena emas baru saja mengalami koreksi tajam sebelum rebound. Pada 17 September, emas global sempat menyentuh level terendah hampir enam pekan sebelum kemudian rebound lebih dari 1%.
Jangan lupa selalu gunakan promo yang ada di Cermati supaya harga beli Anda lebih murah lagi.
Komentar (0)