17, 2026
Nasional

Eks Napi Gabung 'Sahabat Imipas Indonesia', Edukasi Bahaya Narkoba

Aksa Hallatu, mantan residivis, berbagi pengalaman untuk mencegah generasi muda terjerat.]]>

Nadia Santoso
Nadia Santoso Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Eks Napi Gabung 'Sahabat Imipas Indonesia', Edukasi Bahaya Narkoba

Eks Napi Gabung 'Sahabat Imipas Indonesia', Edukasi Bahaya Narkoba

Dalam upaya memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba, mantan narapidana yang pernah terjerat kasus narkoba bergabung dengan komunitas "Sahabat Imipas Indonesia". Komunitas ini beranggotakan para mantan pecandu narkoba yang kini berubah menjadi pahlawan dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama generasi muda akan dampak buruk penyalahgunaan narkoba.

Komunitas yang Berawal dari Duka

Komunitas "Sahabat Imipas Indonesia" didirikan pada tahun 2018 oleh Budi Santoso, seorang mantan pecandu narkoba yang berhasil meraih kebebasan setelah menjalani hukuman selama tujuh tahun penjara. Budi mengaku pengalamannya di penjara memberikan pelajaran berharga tentang betapa merusaknya narkoba bagi kehidupan individu, keluarga, dan bangsa.

"Saya mendirikan komunitas ini karena melihat banyaknya generasi muda yang terjerat narkoba. Dulu saya juga seperti mereka, tidak mengetahui betapa berbahayanya narkoba hingga akhirnya saya tertangkap dan harus menghabiskan waktu di balik jeruji besi," ujar Budi saat ditemui di kantor komunitas yang berlokasi di Jakarta Selatan.

Program Edukasi di Berbagai Wilayah

Komunitas ini aktif menyelenggarakan berbagai program edukasi di berbagai wilayah di Indonesia. Mereka mengunjungi sekolah-sekolah, kampus, komunitas pemuda, serta lembaga pemasyarakatan untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang bahaya narkoba.

"Setiap cerita yang kami sampaikan adalah pengalaman nyata. Kami tidak hanya mengatakan bahwa narkoba itu buruk, tetapi kami jelaskan bagaimana narkoba bisa merusak masa depan mereka, menghancurkan keluarga, dan bahkan membawa kematian," jelas Ahmad, salah satu anggota aktif komunitas yang juga mantan narkoba.

Selain cerita pengalaman pribadi, komunitas ini juga menyediakan sesi tanya jawab dengan para ahli seperti psikolog, dokter, dan mantan petugas narkoba. Tujuannya adalah memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang efek buruk narkoba dari berbagai aspek.

Dampak Positif Bagi Generasi Muda

Eduard, seorang siswa SMA di Jakarta yang pernah menghadiri acara edukasi komunitas ini, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru. "Sebelumnya saya hanya mendengar dari teman-teman bahwa narkoba itu bisa membuat rileks, tapi setelah mendengar pengalaman para mantan pecandu, saya sadar betapa berbahayanya. Sekarang saya lebih waspada dan tidak tertarik mencoba," ujar Eduard.

Komunitas ini juga bekerja sama dengan pihak sekolah untuk membuat program pencegahan narkoba yang berkelanjutan. Mereka membimbing siswa untuk membentuk klub anti narkoba di sekolah masing-masing, sehingga pesan edukasi dapat terus disebarkan di antara teman sebaya.

Tantangan yang Dihadapi

Meski memberikan dampak positif, komunitas ini juga menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah stigma sosial yang masih melekat pada mantan pecandu narkoba. Banyak yang masih menganggap mereka sebagai orang yang berbahaya atau tidak dapat dipercaya.

"Kami sering dihadang oleh stigma tersebut. Ada pihak sekolah yang menolak kunjungan kami karena khawatir siswa terpengaruh. Padahal inilah yang paling dibutuhkan, pengalaman nyata dari mereka yang pernah jatuh dan bangkit kembali," ungkap Budi dengan sedih.

Selain itu, keterbatasan dana juga menjadi hambatan bagi komunitas ini dalam menyebarkan pesan edukasinya ke berbagai daerah, terutama daerah terpencil yang membutuhkan edukasi tentang bahaya narkoba.

Mengajak Kolaborasi Lebih Luas

Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, komunitas "Sahabat Imipas Indonesia" terus berupaya mengajak kolaborasi dengan berbagai pihak. Mereka bekerja sama dengan pemerintah daerah, organisasi non-pemerintah, serta perusahaan untuk memperluas jangkauan program edukasinya.

"Kami tidak bisa sendirian. Butuh dukungan dari semua pihak untuk menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. Setiap orang memiliki peran dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba," tambah Budi.

Hingga kini, ribuan generasi muda telah tersentuh oleh cerita-cerita dari komunitas ini. Beberapa di antaranya bahkan bergabung menjadi relawan untuk ikut menyebarkan pesan positif tentang hidup bebas narkoba. Dengan pengalaman pahit di masa lalu, mereka membuktikan bahwa kebangkitan dari kegelapan adalah mungkin, dan kebangkitan tersebut dapat menjadi cahaya bagi yang lain.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Santoso

Jurnalis ekonomi yang fokus pada kebijakan makro dan sektor keuangan.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter