Dua Drone Termal Dikerahkan Cari Rombongan Jurnalis di Selat Sunda
Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) untuk mencari rombongan jurnalis yang dilaporkan hilang di perairan Selat Sunda kini mendapat dukungan teknologi canggih. Dua unit drone termal telah dikerahkan untuk membantu tim pencarian yang terdiri dari berbagai instansi. Penemuan ini menunjukkan upaya maksimal yang dilakukan pihak berwenang dalam mencari keberadaan delapan orang jurnalis dan dua awak kapal yang seharusnya tiba di tujuan pada Rabu lalu.
Kronologi Hilangnya Rombongan Jurnalis
Rombongan jurnalis dari beberapa media massa sedang dalam perjalanan menuju Pulau Sumatera melalui jalur Selat Serna menggunakan KM Baruna Jaya. Kapal yang berukuran relatif kecil ini membawa delapan orang jurnalis dari berbagai media dan dua awak kapal. Rencananya, mereka akan meliput kegiatan pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut sebelum melanjutkan perjalanan ke lokasi berikutnya.
Kapal yang berlayar pada Selasa sore tersebut seharusnya tiba di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta pada Rabu pagi. Namun hingga tengah hari, kapal belum juga tiba di pelabuhan tujuan. Pihak keluarga awalnya khawatir namun masih menunggu dengan harap. Ketika kontak telepon dengan kapal terputus dan tidak ada kabar lagi, pihak keluarga mulai panik dan melapor kepada pihak berwenang.
Upaya Pencarian Awal
Setelah menerima laporan dari keluarga, Badan SAR Nasional (Basarnas) langsung mengaktifkan tim SAR. Pencarian awal dilakukan dengan kapal patroli milik TNI AL dan Basarnas. Area pencarian difokuskan di sekitar Selat Senna, terutama di rute yang seharusnya ditempuh KM Baruna Jaya.
Penambahan Drone Termal untuk Pencarian Leluasa
Untuk mempercepat dan memperluas area pencarian, Basarnas bekerja sama dengan TNI AU dan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk mengerahkan dua unit drone termal. Drone yang dilengkapi dengan kamera infra merah ini diharapkan dapat mendeteksi sumber panas yang mungkin berasal dari kapal atau orang yang terdampar.
Dua unit drone tersebut diterjunkan dari Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Drone pertama mengarah ke arah barat daya menuju perairan Selat Senna sementara drone kedua menuju arah tenggara. Kedua drone dioperasikan secara bergantian untuk memastikan pencarian berlangsung terus menerus.
Kondisi Cuaca yang Menantang
Operasi pencarian dihadapkan pada tantangan kondisi cuaca yang tidak menentu. Selat Senna dikenal memiliki arus yang cukup kuat dan seringkali berubah-ubah. Selain itu, kondisi cuaca yang sering berkabut juga mempersulit pengamatan visual.
Ketersediaan Logistik dan Tim SAR
Untuk mendukung operasi pencarian yang berlangsung hingga malam hari, tim SAR telah menyiapkan posko darurat di Pelabuhan Tanjung Priok. Di posko tersebut, keluarga korban dapat menunggu informasi dan mendapat dukungan psikologis. Selain itu, tim medis juga standby untuk memberikan pertolongan pertama jika korban ditemukan dalam kondusii yang membutuhkan penanganan khusus.
Harapan Penemuan Korban dalam Kondisi Selamat
Hingga berita ini disusun, operasi pencarian masih terus berjalan. Tim SAR optimis bahwa korban akan ditemukan dalam kondisi selamat. Meski begitu, mereka juga mempersiapkan berbagai skenario termasuk kondisi terburuk.
Komentar (0)