17, 2026
Nasional

Doa Seniman TIM untuk 5 Jurnalis Hilang: Kembalilah Kawan

Kevin Handayani
Kevin Handayani Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Doa Seniman TIM untuk 5 Jurnalis Hilang: Kembalilah Kawan

Komunitas Teater Indonesia (TIM) menggelar doa bersama untuk lima jurnalis yang masih dalam status hilang sejak beberapa pekan terakhir. Acara yang berlangsung di Gedung Kesenian Jakarta ini menghadirkan puluhan seniman, aktor, dan penulis untuk menyampaikan doa dan harapan agar para jurnalis tersebut segera ditemukan dengan selamat.

Ketua TIM, Budi Santoso, menyatakan bahwa komunitasnya ingin memberikan dukungan moral kepada keluarga para jurnalis yang hilang. "Sebagai seniman, kita seringkali mengisahkan cerita tentang keberanian dan kebenaran. Para jurnalis ini adalah pahlawan sejati yang memperjuangkan kebenaran meski harus menghadapi risiko," ujar Budi dalam sambutannya.

Dukungan dari Komunitas Seniman

Ratusan seniman dari berbagai disiplin seni hadir dalam acara doa tersebut. Mereka membaca puisi, menampilkan pertunjukan teater pendek, dan menyanyikan lagu-lagu yang menggambarkan harapan akan kebebasan pers. Aktor ternama, Rudi Sulaiman, membacakan puisi karya sastrawan Handoko Hinduan yang khusus ditulis untuk para jurnalis yang hilang.

Kasus Jurnalis Hilang

Lima jurnalis tersebut, yang bekerja untuk beragam media massa, menghilang secara misterius dalam rentang waktu tiga minggu terakhir. Empat di antaranya dilaporkan hilang saat sedang meliput konflik di wilayah timur negara, sedangkan satu lagi diketahui hilang setelah mancam ancaman melalui telepon.

Kelompok Perlindungan Jurnalis (KPJ) mencatat bahwa kasus ini bukanlah yang pertama terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Menurut data mereka, setidaknya 15 jurnalis telah hilang atau menjadi korban kekerasan dalam melaksanakan tugasnya sejak 2020 lalu.

Reaksi dari Masyarakat dan Pemerintah

Kehilangan para jurnalis ini telah memicu reaksi luas dari masyarakat dan kalangan internasional. Banyak organisasi pers dan advokasi kebebasan ekspresi menyerukan pemerintah untuk segera menyelesaikan kasus ini dan menjamin keselamatan para jurnalis.

Menanggapi hal ini, Menteri Komunikasi dan Informatika, Ahmad Yani, menyatakan pemerintah sedang melakukan investigasi secara maksimal. "Kami memahami kekhawatiran keluarga dan rekan-rekan sejawat para jurnalis yang hilang. Tim investigasi khusus telah dibentuk untuk menelusuri kasus ini," jelas Ahmad dalam konferensi persnya.

Harapan dan Dukungan Terus Mengalir

Selain acara doa di TIM, berbagai komunitas jurnalis di seluruh Indonesia juga menggelar aksi serupa untuk menyoroti kasus hilangnya para rekan mereka. Mereka menggunakan tagar #KembalilahKawan dalam media sosial untuk menyebarkan kesadaran tentang pentingnya perlindungan jurnalis.

Redaksi surat kabar terkemuka juga mengeluarkan editorial bersama yang menyatakan solidaritas dengan para jurnalis yang hilang. Editorial itu menegaskan bahwa kebebasan pers adalah tulang punggung demokrasi dan tidak dapat dikompromikan.

Peran Sen dalam Menyoroti Isu

Komunitas seniman melihat diri mereka sebagai bagian integral dalam perjuangan menjaga kebebasan pers. Seniman, kata mereka, selalu berada di garis depan dalam menyoroti isu-isu sosial dan politik melalui karya mereka.

Acara doa di TIM ditutup dengan penyerahan petisi berisi tuntutan agar pemerintah segera menyelesaikan kasus hilangnya para jurnalis. Ribuan tanda tangan telah terkumpul dalam petisi yang akan diserahkan ke DPR dan Komnas HAM minggu depan.

Sampai saat ini, nasib lima jurnalis yang hilang masih menjadi misteri. Keluarga dan rekan-rekan mereka terus berharap agar mereka segera ditemukan dengan selamat dan kembali melanjutkan perjuangan mereka sebagai penjaga kebenaran.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Kevin Handayani

Kontributor rubrik data dan visualisasi angka penting.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter