Dispendukcapil Pasuruan Jemput Bola Bantu Perekaman e-KTP ODGJ & Lansia
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Pasuruan menggelak program jemput bola untuk membantu penduduk dalam perekaman e-KTP, khususnya bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan lansia. Program ini bertujuan untuk memastikan seluruh penduduk tercatat dalam sistem administrasi kependudukan dan dapat menikmati hak-haknya sebagai warga negara.
Kepala Dispendukcapil Pasuruan, Ahmad Fauzi, menjelaskan bahwa program jemput bola ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kelompok rentan yang kesulitan datang ke kantor pemerintahan. "Kami menyadari bahwa ada sebagian masyarakat, terutama ODGJ dan lansia, yang kesulitan datang ke kantor kami untuk melakukan perekaman e-KTP. Dengan program ini, kami datang langsung ke lokasi mereka," ujar Fauzi pada Selasa (15/11).
Program yang berlangsung sejak awal November ini telah melayani puluhan warga di berbagai kelurahan di Kota Pasuruan. Tim Dispendukcapil dilengkapi dengan peralatan perekaman e-KTP yang mobile sehingga dapat melakukan proses perekaman langsung di lokasi. "Tim kami terdiri dari petugas yang telah terlatih dan berpengalaman dalam menangani perekaman e-KTP, khususnya untuk kelompok ODGJ yang membutuhkan pendekatan khusus," tambah Fauzi.
Pelaksanaan Program
Program jemput bola ini dilaksanakan dengan koordinasi ketat dengan pihak kelurahan dan RT/RW setempat. Sebelum pelaksanaan, tim Dispendukcapil melakukan pendataan terlebih dahulu warga yang membutuhkan layanan jemput bola. "Kita bekerja sama dengan kepala kelurahan dan RT/RW untuk mendata warga ODGJ dan lansia yang belum memiliki e-KTP atau perlu perbaruan," jelas Fauzi.
Pada setiap kunjungan, tim membawa peralatan lengkap mulai dari komputer, kamera, mesin jari, hingga generator listrik untuk memastikan proses perekaman dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, tim juga membawa formulul pendaftaran dan petugas yang membantu mengisi data-data yang diperlukan.
Salah satu warga yang mendapat manfaat dari program ini adalah Siti Aminah (65), seorang warga di Kelurahan Bugeng. Siti mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini karena kondisinya yang sudah tidak sekuat dulu. "Saya sudah lama ingin perbarui KTP-nya tapi susah datang ke kantor karena jauh dan kondisi tubuh tidak memungkinkan. Tapi dengan adanya tim jemput bola, saya bisa langsung di rumah," ujar Siti dengan senyum.
Tantangan dan Solusi
Meski program ini sangat membantu, pihak Dispendukcapil menghadapi beberapa tantangan, terutama dalam mengidentifikasi ODGJ. "Terkadang, keluarga ODGJ enggan untuk mengakap kondisi kerabat mereka karena rasa malu atau stigma negatif. Oleh karena itu, kami terus melakukan sosialisasi bahwa perekaman e-KTP adalah hak dan kebutuhan dasar setiap warga," jelas Fauzi.
Untuk mengatasi masalah ini, Dispendukcapil bekerja sama dengan pihak kesehatan dan organisasi sosial yang bergerak di bidang kesehatan jiwa. "Kita tidak hanya fokus pada perekaman semata, tetapi juga membantu keluarga dalam memahami pentingnya memiliki dokumen identitas yang sah untuk ODGJ," tambahnya.
Target dan Harapan
Menurut rencana, program jemput bola ini akan berlangsung hingga akhir tahun 2023. Targetnya adalah minimal 500 warga ODGJ dan lansia berhasil melakukan perekaman atau perbaruan e-KTP. "Kami berharap dengan program ini, tidak ada lagi warga di Kota Pasuruan yang tidak memiliki e-KTP, terutama untuk kelompok rentan ini," ujar Fauzi.
Program jemput bola ini juga mendapat apresiasi dari Walikota Pasuruan, Hendro Sebastian. Menurutnya, program ini merupakan implementasi dari pemerintah yang bersih, melayani, dan pro rakyat. "Ini bukan hanya soal administrasi kependudukan, tetapi juga bentuk kepedulian kita terhadap sesama. Dengan memiliki e-KTP, mereka bisa mengakses berbagai pelayanan publik seperti bantuan kesehatan dan jaminan kesehatan," kata Hendro.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pasuruan, Budi Santoso, menambahkan bahwa pihaknya akan berkoordinasi dengan Dispendukcapil untuk memastikan data ODGJ yang telah terdaftar dapat diakses dengan baik. "Data yang akurat ini akan membantu kami dalam merancang program bantuan yang tepat sasaran," ujar Budi.
Program jemput bola e-KTP untuk ODGJ dan lansia di Kota Pasuruan diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam meningkatkan inklusi administrasi kependudukan, khususnya untuk kelompok rentan. Dengan adanya program ini, diharapkan seluruh warga dapat menikmati hak dan kewajiban sebagai warga negara dengan penuh martabat.
Komentar (0)