03, 2026
Nasional

Detik-detik Maling Motor di Margonda Depok Kepergok, Berakhir Ditelanjangi Warga

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2025/05/15/6825a13e72bb9-sepasang-kekasih-masih-dibawah-umur-di-deliserdang-curi-sepeda-motor-untuk-jalan-jalan_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Nadia Kusuma
Nadia Kusuma Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Detik-detik Maling Motor di Margonda Depok Kepergok, Berakhir Ditelanjangi Warga

Sebuah insiden pencurian sepeda motor di kawasan Margonda, Depok, Jawa Barat, berakhir dengan tragis bagi pelaku usia muda. Aksi kejahatan yang dilakukan oleh dua remaja ini kepergok warga dan berujung pada penganiayaan serta penggelapanan oleh massa. Peristiwa yang terjadi pada Rabu (15/5/2025) siang ini menunjukkan betapa rawannya kondisi keamanan di wilayah tersebut.

Korban pencurian, Budi Santoso (32), seorang mahasiswa Universitas Indonesia, kehilangan sepeda motor Honda Beat warna hitam yang parkir di sebelah warung kopi di Jalan Margonda Raya. Motor milik korban yang baru dibeli tiga bulan lalu itu raib saat Buri sementara meninggalkan motornya untuk membeli minum.

Menurut keterangan saksi mata, Ahmad (45), pemilik warung kopi, pelaku adalah dua remaja yang terlihat mencurigakan sebelum motor tersebut hilang. "Saya lihat dua anak muda itu sudah beberapa kali berkeliling di sekitar warung. Mereka terlihat mencari-cari motor yang tidak dijaga pemiliknya," ujar Ahmad.

Kepergok Warga

Ketika Budi kembali menemukan motornya telah lenyap, dia langsung melaporkan kehilangan tersebut kepada warga sekitar. Massa yang mendengar laporan tersebut pun membentuk posko sementara untuk mencari pelaku. Tak lama kemudian, seorang warga melihat dua remaja mencoba melarikan diri dengan mengendarai motor yang dicurit tersebut.

Massa warga yang sudah dibentuk akhirnya berhasil menyergap kedua pelaku di simpang empat Margonda. Salah seorang pelaku, yang diketahui bernama Andi (17), berhasil diamankan oleh warga, sedangkan rekannya yang satu lagi berhasil melarikan diri meninggalkan temannya sendirian.

Penganiayaan Massa

Setelah berhasil diamankan, Andi langsung digeledah oleh massa. Dari hasil penggeledahan, warga menemukan beberapa barang curian lain dalam tas yang dibawa pelaku. Massa yang marah akhirnya melakukan penganiayaan terhadap Andi yang sudah tidak berdaya.

Saksi mata, Ratna (28), mengatakan bahwa aksi penganiayaan tersebut dilakukan karena warga kesal dengan tingginya angka kejahatan di kawasan Margonda. "Kita sudah bosan dengan banyaknya pencurian yang terjadi di sini. Mereka (pelaku) nekat mencuri meski masih di bawah umur," ujar Ratna.

Kasatreskrim Polresta Depok, Kompol Rudi Santoso, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut. "Kami sudah mendatangi lokasi dan mengamankan pelaku serta barang bukti. Saat ini kami sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menangkap pelaku lainnya," jelas Rudi.

Tanggapan Pihak Kepolisian

Kompol Rudi menambahkan bahwa pihaknya akan menindak tegas pelaku pencurian meskipun masih di bawah umur. "Meskipun pelaku masih di bawah umur, kami tetap akan proses sesuai dengan hukum yang berlaku. Kami juga akan memeriksa saksi-saksi yang ada untuk melengkapi bukti," tuturnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kepala Desa Margonda, Eko Prihanto, mengakui bahwa angka kejahatan di wilayahnya memang meningkat beberapa bulan terakhir. Pihaknya berencana meningkatkan patroli keamanan bersama satuan keamanan lingkungan (Siskamling) untuk mencegah kejahatan serupa.

Dampak Sosial

Insiden ini menunjukkan betapa rentannya kondisi keamanan di kawasan Margonda yang merupakan pusat aktivitas mahasiswa dan pusat perbelanjaan. Banyak warga dan mahasiswa yang merasa takut akan kejadian serupa di kemudian hari.

Seorang mahasiswa Universitas Indonesia, Siti (21), mengaku kini lebih berhati-hati saat memarkir motor di kawasan Margonda. "Saya sudah beberapa kali mengalami percobaan pencurian motor di sini. Sekarang saya selalu berhati-hati dan tidak lagi memarkir motor di tempat yang sepi," ujarnya.

Pihak berwenang diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang lebih efektif untuk menangani masalah kejahatan di wilayah ini, terutama yang dilakukan oleh remaja. Selain itu, pencegahan melalui pendidikan dan sosialisasi kepada masyarakat juga perlu ditingkatkan untuk mengurangi angka kejahatan di kawasan Margonda.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Nadia Kusuma

Fokus pada kesehatan anak, imunisasi, dan tumbuh kembang.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter