18, 2026
Nasional

Dentuman Keras Terjadi di Gorontalo, BMKG Buka Suara

<img src="https://thumb.viva.co.id/media/frontend/thumbs3/2025/07/30/688984d28bb51-ilustrasi-gempa-bumi-picu-tsunami_665_374.jpg" align="left" hspace="7" width="100" />

Citra Anggraini
Citra Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 1 dibaca

Dentuman Keras Terjadi di Gorontalo, BMKG Buka Suara

Dentuman keras yang mengejutkan warga Gorontalo terdengar pada Rabu (29/7/2025) sekitar pukul 14.30 WITA. Suara yang dideskripsikan seperti ledakan senjata berat atau gempa bumi ini membuat panik warga di beberapa kecamatan di Kota Gorontalo dan sekitarnya. Warga yang berada di dekat pantai bahkan sempat khawatir terjadi tsunami dan langsung meninggalkan rumah menuju tempat yang lebih tinggi.

Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), suara keras tersebut bukan berasal dari gempa bumi, melainkan fenomena atmosfer yang dikenal sebagai sonic boom. Kepala BMKG Wilayah Sulawesi Utara, Hidayat, menjelaskan bahwa sonic boom terjadi ketika sebuah objek bergerak lebih cepat dari kecepatan suara di atmosfer bumi.

"Berdasarkan data kami, sonic boom ini disebabkan oleh pesawat tempur yang melintasi wilayah Gorontalo pada kecepatan supersonik," ujar Hidayat dalam konferensi pers yang diselenggarakan di Kantor BMKG Gorontalo, Kamis (30/7/2025).

Hidayat menjelaskan bahwa pesawat tersebut diduga milik TNI AU yang sedang melaksanakan latihan militer. "Kegiatan latihan militer ini telah direncanakan sebelumnya dan telah melibatkan pihak berwenang setempat. Namun, informasi tentang rute dan kecepatan pesawat tidak disampaikan secara lengkap kepada masyarakat," tambahnya.

Kepala Pemerintah Provinsi Gorontalo, Indra Yasin, mengakui adanya kegiatan militer di wilayahnya namun menyesalkan kurangnya komunikasi yang efektif kepada masyarakat. "Kami tidak bermaksud menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Insiden ini menunjukkan perlunya koordinasi yang lebih baik antara TNI dan pemerintah daerah, terutama dalam hal informasi yang akan disampaikan ke publik," ujar Indra.

Kondisi Masyarakat Pasca Insiden

Setelah kepanikan awal, situasi di Gorontalo mulai mereda. Pemerintah daerah bersama dengan unsur TNI dan Polri melakukan penjagaan di beberapa titik untuk mencegah rumor dan kepanikan liar. Beberapa warga yang masih trauma mendapat bantuan psikologis dari tim BPBD setempat.

"Saya sedang duduk di rumah tiba-tiba ada suara yang sangat keras, jendela rumah bergetar. Saya langsung panik dan keluar bersama tetangga. Kami khawatir gempa atau tsunami," kata Siti Aminah, warga Kelapa Dua, Gorontalo.

Sementara itu, Kepala BPBD Gorontalo, Muhammad Rizal, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima 15 laporan warga mengenai kerusakan ringan akibat getaran suara keras tersebut. "Sebagian besar kerusahan berupa retak-retak pada dinding rumah dan pecahnya kaca jendela. Untuk saat ini, kami masih melakukan pendataan untuk mengetahui dampak yang lebih luas," jelas Rizal.

Tanggapan TNI dan Langkah Pencegahan

Dalam konferensi pers terpisah, Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XIII/Merdeka, Mayjen TNI Ahmad Yani, meminta maaf atas kepanikan yang ditimbulkan. "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat. Latihan militer ini penting untuk meningkatkan kesiapan TNI dalam menghadapi berbagai ancaman. Namun, kami akan memperhatikan aspek informasi ke publik di masa depan," ujar Pangdam.

Mayjen Yani menjelaskan bahwa latihan tersebut merupakan bagian dari program latihan rutin TNI AU yang melibatkan pesawat tempur F-16. "Pesawat tersebut melintasi wilayah Gorontalo pada ketinggian 30.000 kaki dengan kecepatan 1,5 Mach. Pada kondisi tersebut, sonic boom bisa terjadi jika pesawat bergerak mendekati permukaan bumi," tambahnya.

Untuk mencegah insiden serupa, Kodam XIII/Merdeka berjanji akan melakukan koordinasi yang lebih intensif dengan pemerintah daerah dan BMKG sebelum melaksanakan kegiatan latihan yang berpotensi menimbulkan dampak bagi masyarakat. "Kami akan membuat protokol komunikasi yang jelas sehingga menerima informasi tentang kegiatan militer di wilayahnya," tutup Pangdam.

Sementara itu, BMKG mengingatkan masyarakat untuk tidak panik jika mendengar suara keras yang serupa di masa depan. "Jika mendengar suara aneh, segera periksa sumber suara melalui media resmi BMKG atau pemerintah daerah. Hindari informasi yang tidak jelas sumbernya untuk mencegah hoaks dan kepanikan," pesan Hidayat dari BMKG.

Analisis Ahli

Dr. Budi Santoso, ahli geofisika dari Universitas Negeri Gorontalo, menjelaskan bahwa sonic boom memang bisa terjadi ketika pesawat melintasi area permukiman dengan kecepatan supersonik. "Fenomena ini tidak berbahaya secara fisik, tetapi bisa menimbulkan kepanikan jika masyarakat tidak mendapatkan informasi yang jelas," ujar Budi.

Ia menambahkan bahwa negara-negara seperti Amerika Serikat dan Prancis memiliki regulasi yang ketat mengenai penerbangan supersonik di atas area permukiman. "Mereka biasanya menentukan rute dan ketinggian minimum bagi pesawat yang terbang dengan kecepatan di atas kecepatan suara untuk menghindari dampak negatif bagi masyarakat," tambahnya.

Dengan insiden ini, diharapkan pihak terkait dapat membuat kebijakan yang lebih komprehensif dalam mengatur kegiatan militer yang berpotensi mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat. Koordinasi yang baik antara TNI, pemerintah daerah, dan BMKG menjadi kunci untuk mencegah kepanikan serupa di masa depan.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Citra Anggraini

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter