17, 2026
Internasional

Demi Dapat Penonton, Bocah 9 Tahun Habiskan Rp 2 Miliar di YouTube

Seorang bocah berusia 9 tahun menghabiskan USD 118 ribu atau sekitar Rp 2 miliar untuk mempromosikan video dirinya bermain Minecraft dan Roblox di YouTube.]]>

Citra Anggraini
Citra Anggraini Reporter

Diterbitkan:

0 komentar 0 dibaca

Demi Dapat Penonton, Bocah 9 Tahun Habiskan Rp 2 Miliar di YouTube

Demi Dapat Penonton, Bocah 9 Tahun Habiskan Rp 2 Miliar di YouTube

Seorang anak berusia sembilan tahun berhasil mencuri perhatian publik dengan menghabiskan dana mencapai Rp 2 miliar untuk mempromosikan saluran YouTube miliknya. Aksi yang dilakukan bocah ini menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat maupun para ahli.

Diketahui, bocah yang identitasnya tidak disebutkan secara lengkap tersebut telah aktif membuat konten YouTube selama enam bulan terakhir. Ayahnya mengungkapkan bahwa anaknya sangat antusias dengan dunia YouTube dan sering menonton video-video dari para kreator konten terkenal.

"Anak saya sangat suka menonton YouTube, terutama video-game dan unboxing. Dia sering bilang ingin seperti mereka yang bisa mendapatkan banyak subscriber dan viewers," ujar ayah bocah tersebut dalam wawancara eksklusif.

Merasa anaknya memiliki potensi, keluarga tersebut memutuskan untuk menginvestasikan dana sebesar Rp 2 miliar untuk mempromosikan saluran YouTube yang dimiliki bocah tersebut. Dana tersebut digunakan untuk membeli iklan di berbagai platform media sosial serta membayar beberapa kreator konten terkenal untuk melakukan promosi.

Strategi Promosi yang Dilakukan

Salah satu strategi promosi yang dilakukan adalah dengan membeli iklan berbayar di berbagai platform media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. Iklan tersebut menampilkan video-video yang dibuat bocah tersebut dengan berbagai judul yang menarik perhatian.

Selain itu, keluarga tersebut juga bekerja sama dengan beberapa kreator konten terkenal untuk melakukan promosi saluran YouTube bocah tersebut. Beberapa kreator konten tersebut bahkan melakukan kolaborasi dalam membuat video bersama bocah tersebut.

"Kami memilih untuk bekerja sama dengan kreator konten yang memiliki audiens yang relevan dengan konten yang dibuat anak saya. Tujuannya adalah agar promosi lebih tepat sasaran," jelas ayah bocah tersebut.

Hasil yang Dicapai

Dalam waktu singkat, saluran YouTube yang dimiliki bocah tersebut berhasil mencapai lebih dari 1 juta subscriber dan total video ditonton lebih dari 100 juta kali. Beberapa video yang dibuat bocah tersebut bahkan menjadi trending di YouTube Indonesia.

"Saya sangat senang dengan hasil yang dicapai. Semua kerja keras dan investasi yang kami keluarkan ternyata membuahkan hasil," ujar ayah bocah tersebut dengan bangga.

Saluran YouTube yang dimiliki bocah tersebut berisi berbagai jenis konten seperti video-game, unboxing, dan vlog sehari-hari. Bocah tersebut menunjukkan bakatnya dalam bermain game serta memberikan ulasan yang menarik untuk berbagai produk yang di-unboxing.

Reaksi dari Publik

Aksinya ini memicu berbagai reaksi dari publik. Ada yang mendukung penuh dengan menganggap bahwa bocah tersebut memiliki bakat dan keluarga yang mendukung untuk mengembangkan potensi tersebut. Namun, ada juga yang mengkritik keras menganggap bahwa aksi tersebut terlalu berlebihan dan tidak sesuai untuk usia anak tersebut.

"Saya pikir ini terlalu berlebihan untuk seorang anak seusianya. Anak seharusnya fokus pada pendidikan dan bermain seperti anak-anak seusianya," u salah seorang netizen dalam komentar di media sosial.

Di sisi lain, beberapa ahli psikologi mengungkapkan bahwa kegiatan ini bisa bermanfaat bagi perkembangan anak asalkan dilakukan dengan pengawasan yang cukup dan tidak mengganggu aktivitas belajar.

"Mengembangkan bakat sejak dini adalah hal yang baik, namun perlu diimbangi dengan kegiatan lain yang sehat untuk perkembangan anak secara menyeluruh," ujar seorang psikolog anak.

Komentar dari YouTube

YouTube Indonesia memberikan respons terkait kasus ini. Seutuhnya, YouTube mengapresiasi para kreator konten yang aktif dan berinovasi, termasuk kreator konten yang masih berusia di bawah 18 tahun.

"Kami mendukung para kreator konten untuk mengembangkan potensi mereka di platform YouTube. Namun, kami juga mengingatkan bahwa perlunya adanya pengawasan dari orang tua terkait aktivitas anak-anak di platform digital," ujar perwakilan YouTube Indonesia.

YouTube juga menambahkan bahwa mereka memiliki kebijakan yang ketat terkait konten yang dibuat oleh anak di bawah umur, termasuk perlunya persetujuan dari orang tua dalam mengelola akun dan konten yang dibuat.

Perkembangan Selanjutnya

Menghadapi berbagai reaksi tersebut, keluarga bocah tersebut mengaku akan terus mengembangkan saluran YouTube milik anaknya dengan lebih baik dan lebih selektif dalam memilih konten yang akan dibuat.

"Kami akan terus mendukung anak saya, namun dengan tetap mempertimbangkan kepentingannya sebagai anak dan siswa. Kami berencana untuk mengalokasikan sebagian dari pendapatan dari YouTube untuk dana pendidikan anak di masa depan," ujar ayah bocah tersebut.

Sementara itu, bocah tersebut mengaku sangat senang dengan hasil yang dicapai dan berterima kasih kepada keluarga serta para penonton yang telah mendukung saluran YouTube miliknya.

"Saya senang bisa membuat video yang disukai banyak orang. Saya akan terus berusaha membuat konten yang menarik dan bermanfaat," ucap bocah tersebut dengan antusias.

Apa Reaksimu?

Suka Suka 0
Tidak Suka Tidak Suka 0
Cinta Cinta 0
Lucu Lucu 0
Wow Wow 0
Sedih Sedih 0
Marah Marah 0
PENULIS Citra Anggraini

Penulis yang mendalami isu sosial, pendidikan, dan kebijakan publik.

Komentar (0)

User

Terpopuler

24 jam

Newsletter